swanvara

Kata-kata

Kata-Kata Penutup Undangan Pernikahan: 31 Contoh per Nada

31 contoh kata-kata penutup undangan pernikahan: formal, Islami, Kristen, Hindu, Buddha, santai, dari orang tua, dan satu baris, beserta tempat menaruhnya.

Tim Swanvara

Kata-kata penutup undangan pernikahan adalah satu sampai dua kalimat terakhir yang berisi ucapan terima kasih, permohonan doa restu, dan salam perpisahan. Di undangan cetak tempatnya jelas, yaitu baris paling bawah. Di undangan digital, kamu perlu tahu dulu bagian mana yang memang bisa kamu tulis sendiri.

Halaman ini berisi 31 contoh penutup siap salin, dikelompokkan per nada: formal, Islami, Kristen, Hindu, Buddha, santai untuk teman, dari orang tua, dan satu baris singkat. Kalau yang kamu cari adalah kalimat pertama yang dibaca tamu, itu dibahas terpisah di kata-kata pembuka undangan pernikahan.

Tugas kalimat penutup

Penutup sebenarnya tidak wajib, karena undangan sudah utuh dengan salam, kalimat mengundang, nama, waktu, dan tempat. Kalau kamu ingin memasangnya, penutup yang baik cukup mengerjakan tiga hal, dan ketiganya muat dalam dua kalimat.

  • Berterima kasih. Tamu sudah meluangkan waktu membaca, apalagi kalau mereka akhirnya datang. Satu ucapan terima kasih sudah cukup.
  • Menitipkan doa atau harapan. Ini yang membedakan penutup undangan dari penutup pesan biasa: kalian meminta doa restu, atau mendoakan balik.
  • Menutup dengan salam. Salam yang cocok dengan tradisi keluarga, atau sekadar "sampai bertemu".

Yang tidak perlu ada di penutup: tanggal, tempat, dan cara konfirmasi. Semua itu sudah punya bagian sendiri di undangan. Tamu yang sampai ke kalimat terakhir tidak perlu dibebani instruksi baru.

Di mana penutupmu bisa ditaruh di undangan digital

Jawaban jujurnya dulu: template Swanvara sudah punya penutup sendiri yang tetap. Banyak template, misalnya Aurora dan Imprint, mengakhiri halaman dengan satu kalimat penutup yang tetap, lalu "Kami yang berbahagia" dan nama kalian berdua. Kata-kata itu bagian dari template dan tidak ada kolom untuk menggantinya.

Artinya kata-kata penutup buatanmu paling mudah ditaruh di dua tempat lain.

Pesan WhatsApp untuk tiap tamu

Di dashboard, pesan yang dikirim ke tamu diatur sekali lewat Atur pesan WhatsApp. Nama tamu, jumlah orang, dan link pribadinya terisi otomatis. Di sana ada tombol Sisipkan untuk memasukkan ketiganya ke dalam pesan, dan batas panjang pesannya 2.000 karakter, jadi ruang untuk penutup yang utuh cukup longgar.

Pesan bawaannya sudah ditutup dengan "Terima kasih" dan nama kalian. Kamu bisa mengganti bagian itu dengan salah satu contoh di bawah. Contohnya begini:

Kepada Yth.

Dengan penuh sukacita, kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk hadir di acara pernikahan kami. Detail acara dan konfirmasi kehadiran ada di tautan berikut:

Atas kehadiran dan doa restu Bapak/Ibu/Saudara/i, kami mengucapkan terima kasih. Tuhan memberkati kita semua.

Pesan ini terkirim lewat tombol Kirim via WhatsApp di baris tiap tamu. WhatsApp terbuka dengan pesan yang sudah terisi, lalu kamu yang menekan kirim. Tidak ada yang terkirim otomatis. Isi pesannya sama untuk semua tamu (hanya nama, jumlah orang, dan link yang berganti), jadi kalau ingin nada lain untuk sebagian tamu, ubah teksnya di WhatsApp sebelum menekan kirim. Cara menyusun dan mengatur pengirimannya dibahas di cara menyebar undangan via WhatsApp.

Ujung kalimat pembuka undangan

Kolom Kalimat pembuka undangan adalah satu-satunya paragraf bebas di form, dengan batas 300 karakter. Kalau kamu menaruh penutup di sini, ia muncul di awal undangan bersama pembukanya, bukan di baris terakhir halaman.

Cara ini paling cocok untuk salam yang berpasangan. Contoh berikut memakai 185 karakter, jadi masih muat:

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Dengan memohon rahmat dan ridha Allah SWT, kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk hadir dan mendoakan pernikahan kami. Wassalamu'alaikum.

Karena batasnya dipakai bersama, penutup di sini harus pendek. Kalau penutupmu panjang atau berisi beberapa doa, pindahkan ke pesan WhatsApp.

31 contoh kata-kata penutup undangan pernikahan

Ganti "Bapak/Ibu/Saudara/i" dengan "kamu" kalau tamunya teman dekat. Contoh yang memakai tanda kurung siku tinggal kamu isi.

Formal

Atas kehadiran dan doa restu Bapak/Ibu/Saudara/i, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

Merupakan kehormatan dan kebahagiaan bagi kami apabila Bapak/Ibu/Saudara/i berkenan hadir dan memberikan doa restu. Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.

Kami mohon maaf apabila ada kekeliruan dalam penulisan nama atau gelar. Terima kasih atas pengertian Bapak/Ibu/Saudara/i.

Kami menantikan kehadiran Bapak/Ibu/Saudara/i, dan mengucapkan terima kasih atas segala doa dan dukungan yang telah diberikan.

Islami

Salam penutup yang paling umum adalah Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Samakan panjangnya dengan salam di pembuka.

Merupakan kebahagiaan dan kehormatan bagi kami apabila Bapak/Ibu/Saudara/i berkenan hadir dan memberikan doa restu. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Atas doa dan kehadirannya, kami ucapkan jazakumullahu khairan, semoga Allah membalas dengan kebaikan. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga Allah SWT membalas kebaikan Bapak/Ibu/Saudara/i dan menjadikan pernikahan ini penuh berkah. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Terima kasih atas doa dan kehadirannya. Wassalamu'alaikum.

Doakan kami ya, semoga pernikahan ini sakinah, mawaddah, warahmah. Wassalamu'alaikum.

Untuk susunan teks Islami dari salam sampai doa, lihat kata-kata undangan pernikahan Islami.

Kristen

Kalimat-kalimat ini cukup netral untuk pasangan Protestan maupun Katolik. Kalau gerejamu punya salam khas, pakai itu. Contoh yang lebih lengkap ada di kata-kata undangan pernikahan Kristen dan versi Katolik.

Atas kehadiran dan doa restu Bapak/Ibu/Saudara/i, kami mengucapkan terima kasih. Tuhan memberkati kita semua.

Kiranya kasih Tuhan menyertai Bapak/Ibu/Saudara/i dan keluarga. Terima kasih atas doa dan kehadirannya.

Kami bersyukur untuk setiap doa yang menyertai kami. Salam damai sejahtera dalam kasih Tuhan.

Terima kasih sudah mendoakan kami. Tuhan Yesus memberkati.

Hindu

Penutup Hindu yang umum dipakai adalah Om Shanti Shanti Shanti Om, ungkapan harapan akan kedamaian yang diucapkan tiga kali. Di Bali, ejaannya sering Om Santih Santih Santih Om. Maknanya sama, jadi pilih satu ejaan dan pakai konsisten di undangan maupun di pesan WhatsApp.

Atas kehadiran dan doa restu Bapak/Ibu/Saudara/i, kami mengucapkan terima kasih. Om Shanti Shanti Shanti Om.

Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa memberkati kita semua. Om Santih Santih Santih Om.

Semoga kedamaian menyertai kita semua. Om Shanti Shanti Shanti Om.

Penjelasan lengkap soal salam dan susunan teksnya ada di kata-kata undangan pernikahan Hindu.

Buddha

Umat Buddha di Indonesia mengikuti tradisi yang berbeda-beda. Tanyakan ke pandita atau pengurus vihara salam dan ejaan mana yang dipakai majelismu, lalu pakai itu. Kalimat Pali di bawah ini berarti "semoga semua makhluk berbahagia", dan Sadhu diucapkan tiga kali sebagai tanda ikut bersukacita.

Terima kasih atas kehadiran dan doa restu Bapak/Ibu/Saudara/i. Semoga semua makhluk berbahagia. Sadhu, sadhu, sadhu.

Sabbe satta bhavantu sukhitatta (semoga semua makhluk berbahagia). Sadhu, sadhu, sadhu.

Terima kasih sudah berbagi sukacita bersama kami. Semoga kebahagiaan menyertai kita semua.

Contoh yang lebih panjang ada di kata-kata undangan pernikahan Buddha.

Santai untuk teman

Nada ini cocok untuk pesan WhatsApp ke teman dan keluarga yang akrab.

Pokoknya datang ya. Terima kasih sudah jadi bagian dari cerita kami.

Sampai ketemu di hari H! Konfirmasinya diisi lewat link ini ya.

Datang dengan perut kosong dan hati penuh. Sisanya kami yang urus.

Terima kasih sudah selalu ada. Kalau kamu bisa datang, harinya jadi lebih lengkap.

Dari orang tua

Kalau orang tua yang mengundang, penutup biasanya memakai "kami sekeluarga" dan nama keluarga. Banyak template Swanvara menutup dengan nama pasangan, bukan nama orang tua. Nama orang tua bisa ditulis di kolom Keterangan singkat di bawah nama mempelai, dan penutup atas nama keluarga paling mudah ditaruh di pesan WhatsApp. Pembahasan susunan lengkapnya ada di kata-kata undangan pernikahan dari orang tua.

Atas kehadiran dan doa restu Bapak/Ibu/Saudara/i, kami sekeluarga mengucapkan terima kasih. Kami yang berbahagia, Keluarga Besar [Nama].

Merupakan kebahagiaan dan kehormatan bagi kami sekeluarga apabila Bapak/Ibu/Saudara/i berkenan hadir dan memberikan doa restu kepada putra-putri kami.

Kami mohon maaf apabila ada kekurangan dalam penyambutan. Atas perhatian dan doa restunya, kami ucapkan terima kasih.

Kami sekeluarga memohon doa agar [Nama] dan [Nama] diberi kelancaran dan keberkahan dalam membina rumah tangga.

Satu baris

Terima kasih, sampai bertemu di hari bahagia kami.

Doa dan kehadiranmu adalah hadiah terbaik kami.

Sampai jumpa di hari H.

Terima kasih sudah ikut bahagia.

Ringkasan: nada, contoh, dan tempat memakainya

Tabel ini memetakan tiap nada ke tempat yang paling pas di Swanvara.

NadaContohTaruh di mana
Formal"Atas kehadiran dan doa restu Bapak/Ibu/Saudara/i, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya."Pesan WhatsApp untuk tamu orang tua, kolega, atasan
Islami"Terima kasih atas doa dan kehadirannya. Wassalamu'alaikum."Ujung kalimat pembuka (kalau pembuka memakai salam) atau pesan WhatsApp
Kristen"Terima kasih sudah mendoakan kami. Tuhan Yesus memberkati."Pesan WhatsApp, atau ujung kalimat pembuka kalau pendek
Hindu"Semoga kedamaian menyertai kita semua. Om Shanti Shanti Shanti Om."Pesan WhatsApp, dengan ejaan yang sama seperti di undangan
Buddha"Semoga semua makhluk berbahagia. Sadhu, sadhu, sadhu."Pesan WhatsApp, beri arti untuk tamu yang belum akrab
Santai"Pokoknya datang ya. Terima kasih sudah jadi bagian dari cerita kami."Pesan WhatsApp ke teman dan keluarga dekat
Dari orang tua"Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih. Kami yang berbahagia, Keluarga Besar [Nama]."Pesan WhatsApp atas nama keluarga
Satu baris"Sampai jumpa di hari H."Pesan WhatsApp singkat, atau ujung kalimat pembuka

Untuk kolom ketiga, polanya sederhana: apa pun yang panjang atau berlapis (doa, salam berbahasa daerah, nama keluarga) paling aman di pesan WhatsApp. Yang pendek dan berpasangan dengan pembuka boleh di ujung kalimat pembuka.

Memilih penutup yang pas

Beberapa hal yang membuat penutup terdengar rapi, bukan asal tempel.

Samakan nada dengan pembuka. Pembuka yang khidmat lalu penutup yang bercanda membuat tamu bingung harus membaca dengan suasana apa. Kalau pembukamu sudah memakai salam Islami, tutup dengan salam yang sepadan. Kalau pembukamu santai, penutup satu baris sudah cukup.

Satu salam, satu ejaan. Hindu dan Buddha punya ejaan yang berbeda-beda antar keluarga dan majelis. Yang janggal bukan salah satu ejaannya, tetapi ejaan yang berganti antara undangan dan pesan WhatsApp.

Jangan menyalin doa yang tidak kamu pahami. Kalau kamu mengambil ungkapan berbahasa Pali, Sanskerta, atau Arab, pastikan artinya benar dan tulis terjemahannya di dekatnya. Tamu yang berbeda agama akan merasa disapa, bukan dilewati.

Tamu campur agama. Kalau tamumu datang dari beragam latar, pakai salam dari tradisimu sendiri lalu tambahkan satu kalimat Indonesia biasa, misalnya "terima kasih atas doa dan kehadirannya". Untuk pesan WhatsApp ke tamu tertentu, penutup netral dari bagian Formal juga aman.

Lebih pendek lebih aman. Penutup yang melebihi tiga baris di layar ponsel jarang dibaca sampai habis. Satu sampai dua kalimat, kira-kira 80 sampai 200 karakter, biasanya sudah cukup. Kalau ada hal penting yang ingin kamu titipkan, taruh di tempat lain, bukan di baris terakhir.

Mencocokkan penutup dengan template

Penutup bawaan template akan tampil bersama kata-katamu, jadi baca keduanya sekaligus. Di Aurora dan Imprint, misalnya, halaman ditutup dengan satu kalimat penutup bawaan, lalu "Kami yang berbahagia" dan nama pasangan. Kalau pesan WhatsApp-mu sudah memakai "Kami yang berbahagia, Keluarga Besar [Nama]", tamu akan membaca dua penutup yang berbeda di dua tempat. Itu tidak salah, tetapi pastikan nadanya searah.

Template lain bisa kamu lihat di galeri template. Kata-kata bawaan template memang disusun untuk pernikahan, tapi cek pratinjaunya sampai bagian paling bawah sebelum bayar. Kalau penutup bawaan suatu template tidak sejalan dengan nada yang kamu mau, template lain mungkin lebih pas.

Langkah berikutnya

  1. Pilih nada dari tabel di atas, lalu salin satu contoh dan sesuaikan kata gantinya.
  2. Pilih template dari galeri template, lalu isi form di Swanvara sampai bagian akhir.
  3. Taruh penutup pendek di ujung Kalimat pembuka undangan kalau pembukamu memakai salam berpasangan. Cek hasilnya di pratinjau.
  4. Bayar hanya saat kamu siap menerbitkan. Harganya sekali per undangan: Lite Rp 99rb, Pro Rp 199rb, atau Max Rp 349rb.
  5. Buka Atur pesan WhatsApp, ganti kalimat penutup bawaannya dengan penutupmu, lalu bagikan link pribadi lewat Kirim via WhatsApp ke tiap tamu.

Baca penutupmu keras-keras sekali sebelum menekan kirim. Kalau wajar diucapkan di depan tamu, berarti sudah pas.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apakah undangan pernikahan wajib punya kata-kata penutup?
Tidak wajib. Salam, kalimat mengundang, nama, waktu, dan tempat sudah membentuk undangan yang utuh. Penutup berguna untuk berterima kasih dan menitipkan doa, jadi pasang kalau memang ingin mengucapkannya. Banyak template Swanvara juga sudah punya penutup bawaan, misalnya 'Kami yang berbahagia' diikuti nama kalian berdua.
Di mana menaruh kata-kata penutup di undangan Swanvara?
Penutup bawaan template tidak bisa diganti. Tempat yang paling pas untuk kata-katamu sendiri ada dua: pesan WhatsApp yang diatur lewat 'Atur pesan WhatsApp' (terkirim ke tiap tamu lengkap dengan nama dan link pribadinya), atau ujung kolom 'Kalimat pembuka undangan' yang dibatasi 300 karakter.
Berapa panjang ideal kalimat penutup undangan?
Satu sampai dua kalimat, kira-kira 80 sampai 200 karakter. Cukup untuk berterima kasih dan menitipkan doa. Kalau memakai ujung kalimat pembuka di Swanvara, ingat batasnya 300 karakter dipakai bersama pembukanya, jadi penutupnya perlu lebih pendek.
Kalau pembuka memakai Assalamu'alaikum, apakah penutup harus Wassalamu'alaikum?
Sebaiknya begitu. Salam yang dibuka lalu dijawab di akhir membuat teks terasa rapi dan utuh. Kalau pembukanya Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, penutupnya Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, dengan panjang salam yang sama.
Bagaimana kalau tamu berasal dari beragam agama?
Pakai salam dari tradisi kalian sendiri, lalu tambahkan satu kalimat Indonesia biasa di dekatnya, misalnya terima kasih atas doa dan kehadirannya. Untuk pesan WhatsApp ke tamu lintas agama, penutup netral juga aman dipakai. Ungkapan berbahasa Pali atau Sanskerta sebaiknya diberi artinya.

Baca juga

Siap membuat undangan kalian sendiri?

Pilih template, isi detail acara, dan bagikan tautannya ke tamu. Semuanya bisa selesai dalam satu sore.