swanvara

Kata-kata

Kata-Kata Undangan Pernikahan Islami: Contoh & Susunannya

Contoh kata-kata undangan pernikahan Islami yang bisa langsung disalin — lengkap dengan susunan teksnya, dari salam, ayat, inti acara, sampai doa penutup.

Tim Swanvara
Kata-Kata Undangan Pernikahan Islami: Contoh & Susunannya

Kata-kata undangan pernikahan Islami adalah teks undangan yang dibuka dengan nuansa religius — lewat salam, basmalah, ayat Al-Qur'an, atau doa — sebagai bentuk syukur sekaligus mengundang tamu untuk hadir dan mendoakan. Susunannya punya pola yang sudah dikenal: salam di pembuka, ayat atau ucapan syukur, inti acara, lalu doa penutup.

Halaman ini isinya dua hal: bagaimana teks undangan Islami biasanya disusun, dan contoh jadi yang bisa kamu salin. Aku kelompokkan contohnya per nada — formal-syari, hangat untuk keluarga, dan singkat — supaya gampang menemukan yang cocok dengan acaramu. Kalau kamu butuh kata-kata undangan secara umum di luar nuansa Islami, kumpulan kata-kata undangan pernikahan membahasnya per gaya.

Susunan teks undangan pernikahan Islami

Sebelum menyalin, ada baiknya tahu kerangkanya. Begini bagian-bagian yang biasa ada, fungsinya, dan contoh singkatnya:

BagianFungsiContoh singkat
Salam / BasmalahMembuka dengan sapaan dan menyebut nama Allah"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh." atau "Bismillahirrahmanirrahim."
Ayat / Ucapan syukurMemberi makna dan dasar religius pada undangan"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan hidup…" (QS. Ar-Rum: 21)
Maksud mengundangMenyampaikan niat menyelenggarakan akad dan resepsi"Kami bermaksud menyelenggarakan akad nikah dan resepsi pernikahan putra-putri kami."
Inti acaraNama mempelai, hari, tanggal, jam, dan tempat"Sabtu, 12 Juli 2026 — Akad pukul 08.00, Resepsi pukul 11.00."
Doa & harapan hadirMenutup dengan doa dan harapan tamu berkenan datang"Semoga Allah meridhai. Suatu kehormatan apabila kamu berkenan hadir dan mendoakan."

Tidak semua bagian wajib ada. Salam, inti acara, dan penutup saja sudah membentuk undangan yang utuh. Ayat dan ucapan syukur sifatnya menambah makna — pakai kalau memang terasa sesuai, bukan karena merasa harus ada.

Contoh formal-syari

Untuk acara yang khidmat, atau saat keluarga besar yang mengundang. Nadanya terjaga, biasanya menyebut maksud dengan lengkap dan menutup dengan doa yang utuh.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Dengan memohon rahmat dan ridha Allah SWT, kami bermaksud menyelenggarakan akad nikah dan resepsi pernikahan putra-putri kami. Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami apabila Bapak/Ibu/Saudara/i berkenan hadir untuk memberikan doa restu.

Dengan kutipan ayat di pembuka:

Bismillahirrahmanirrahim.

"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan hidup dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang." (QS. Ar-Rum: 21)

Atas izin Allah SWT, kami bermaksud mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk menghadiri pernikahan kami.

Penutup formal dengan doa lengkap, biasa ditaruh di bagian akhir undangan:

Semoga Allah SWT meridhai dan memberkahi pernikahan kami, serta menjadikannya keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. Atas kehadiran dan doa restu Bapak/Ibu/Saudara/i, kami sampaikan terima kasih.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Contoh hangat untuk keluarga dan teman

Tetap Islami, tapi sapaannya lebih dekat. Cocok untuk teman dekat dan lingkaran yang tidak butuh formalitas penuh. Pas juga untuk undangan digital yang menyapa tamu satu per satu dengan namanya.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillah, Allah mempertemukan kami di waktu yang tepat. Dengan penuh syukur, kami mengundangmu untuk hadir dan berbagi kebahagiaan di hari pernikahan kami. Doa dan kehadiranmu sangat berarti buat kami berdua.

Bismillah, kami akan menikah. Atas rahmat Allah, hari yang kami nanti akhirnya tiba. Kami ingin kamu ada di sana saat kami mengucap janji, dan ikut mendoakan supaya rumah tangga kami diberkahi.

Dengan menyebut nama Allah, kami memulai babak baru. Datang ya, doamu adalah hadiah paling berharga yang bisa kamu bawa.

Kalau kamu ingin satu kalimat doa hangat untuk menutupnya:

Semoga Allah menjaga niat baik ini sampai ke pelaminan, dan mempertemukan kita di hari bahagia kami. Aamiin.

Contoh singkat

Buat undangan yang ringkas, atau saat ruang teksnya terbatas. Salam, maksud, dan satu doa pendek sudah cukup membentuk undangan Islami yang utuh.

Assalamu'alaikum. Dengan memohon ridha Allah, kami mengundangmu menghadiri pernikahan kami. Mohon doa restunya.

Bismillah. Kami menikah. Kehadiran dan doamu sangat kami harapkan.

Atas izin Allah SWT, kami akan menyatukan langkah. Doakan kami, ya.

Alhamdulillah, kami sampai di hari ini. Datang dan doakan kami.

Butuh lebih banyak kalimat doa untuk bagian penutup, atau untuk ucapan dari tamu, ada kumpulan ucapan dan doa pernikahan yang terpisah.

Soal ayat: pakai yang maknanya pas

Dua ayat ini yang paling sering muncul di undangan, dan keduanya memang relevan:

  • QS. Ar-Rum: 21 — tentang Allah menciptakan pasangan supaya saling tenteram dan menumbuhkan kasih sayang. Ini ayat "klasik" undangan, dan alasannya jelas: maknanya langsung soal pernikahan.
  • QS. An-Nur: 32 — tentang anjuran menikahkan mereka yang masih sendiri. Cocok kalau kamu ingin nuansa yang sedikit berbeda dari Ar-Rum: 21.

Satu ayat sudah cukup. Menumpuk dua-tiga ayat plus hadis plus quote panjang justru bikin pembukanya berat dibaca, apalagi di layar ponsel. Kalau ragu mau pakai ayat atau tidak, lewati saja — undangan dengan salam dan doa pendek tetap terasa Islami tanpa harus ada kutipan ayat.

Menempatkan teksnya di undangan digital

Teks yang sudah rapi butuh tempat yang pas untuk dibaca. Di undangan digital, salam dan kalimat pembuka biasanya muncul di layar pertama, jadi makin ringkas makin baik. Ayat panjang lebih enak diberi ruangnya sendiri, bukan dijejalkan bareng tanggal dan lokasi.

Di Swanvara, kamu mengisi form — nama, tanggal, akad dan resepsi, lokasi, foto — lalu dapat undangan web dengan subdomain sendiri (misalnya namakamu.swanvara.com). Tinggal salin salah satu contoh di atas ke kolom kalimat pembuka, dan untuk ayat atau doa, ada bagian Cerita & Kutipan yang ruangnya memang dibuat untuk kutipan seperti itu. Inti acara — akad, resepsi, tanggal, peta lokasi — masuk ke bagiannya masing-masing supaya tamu gampang membacanya.

Sisanya soal mencocokkan nada dengan desain. Template yang hening dengan tipografi serif tipis dan banyak ruang kosong biasanya paling klop dengan teks Islami, karena ayat dan doa jadi punya napas. Lihat pilihannya di galeri template, dan kalau kamu sedang menimbang arah desain bernuansa religius, inspirasi undangan Islami bisa jadi titik mulai.

Pilih satu contoh, ganti namanya, sesuaikan tanggal dan tempat, dan teks undangan Islami kamu sudah jadi. Bagian tersulitnya ternyata tinggal menyalin.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Ayat apa yang cocok untuk undangan pernikahan?
Yang paling sering dipakai adalah QS. Ar-Rum ayat 21, tentang Allah menciptakan pasangan supaya saling tenteram dan menumbuhkan kasih sayang. Selain itu ada QS. An-Nur ayat 32 tentang menikahkan yang masih sendiri. Pilih satu yang maknanya sesuai dengan kalian, jangan menumpuk beberapa ayat sekaligus — satu ayat yang tepat lebih berkesan.
Bagaimana susunan teks undangan Islami?
Urutannya umumnya: salam atau basmalah di pembuka, lalu ayat atau ucapan syukur, kemudian inti acara (nama mempelai, akad, dan resepsi, beserta tanggal dan tempat), dan ditutup dengan doa serta harapan kehadiran. Tidak semua bagian wajib ada. Salam, inti acara, dan penutup sudah membentuk undangan yang utuh.
Bolehkah undangan Islami dibuat singkat?
Boleh. Undangan Islami yang singkat tetap sah selama inti acaranya jelas — siapa yang menikah, kapan, dan di mana. Kamu bisa membuka dengan salam, langsung ke detail acara, dan menutup dengan satu doa pendek. Tidak ada keharusan mencantumkan ayat panjang atau kalimat berbunga-bunga.
Apakah harus pakai transliterasi Arab atau boleh bahasa Indonesia?
Keduanya boleh. Banyak pasangan menulis salam dan basmalah dalam transliterasi Latin (Assalamu'alaikum, Bismillahirrahmanirrahim) lalu menjelaskan ayat dalam terjemahan bahasa Indonesia supaya semua tamu paham. Yang penting transliterasinya rapi dan ejaan ayatnya benar — cek dua kali sebelum disebar.

Baca juga

Siap membuat undangan kalian sendiri?

Pilih template, isi detail acara, dan bagikan tautannya ke tamu — semua bisa selesai dalam satu sore.