Kata-Kata Undangan Pernikahan Katolik: Contoh & Susunannya
Contoh kata-kata undangan pernikahan Katolik: Sakramen Perkawinan dalam Misa Kudus, versi formal dari orang tua, hangat dari kalian, WhatsApp, dan ayatnya.

Kata-kata undangan pernikahan Katolik umumnya menyebut acaranya sebagai Sakramen Perkawinan yang dirayakan dalam Misa Kudus di gereja paroki, lalu menyusul nama kedua mempelai beserta orang tua, jam dan tempat Misa, dan resepsi sesudahnya. Kerangkanya mirip undangan gereja lain. Yang paling membuat orang ragu justru istilahnya.
Di bawah ini ada perbedaan istilah yang perlu kamu pegang, cara menulis nama gereja dan jam, contoh jadi (formal dari orang tua, hangat dari kalian berdua, dan versi WhatsApp), lalu ayat yang sering dipakai. Ganti bagian dalam kurung siku dengan datamu. Kalau kamu mencari nada lain, kumpulan kata-kata undangan pernikahan membahasnya per gaya.
Apa yang membedakan undangan Katolik
Dalam Gereja Katolik, perkawinan adalah sakramen. Karena itu undangannya sering memakai kata "Sakramen Perkawinan" dan "perkawinan", bukan hanya "pemberkatan pernikahan". Kata-kata itu bukan hiasan. Dari situ tamu tahu bahwa yang akan dirayakan adalah sakramen, di gereja, dengan Romo yang mendampingi.
Kalau kamu pernah membaca kata-kata undangan pernikahan Kristen, polanya akan terasa akrab. Perbedaannya kecil, dan hampir semuanya ada di istilah.
| Undangan Katolik | Undangan Protestan | |
|---|---|---|
| Nama acara | Sakramen Perkawinan dalam Misa Kudus, atau dalam Ibadat Sabda | Ibadah Pemberkatan Pernikahan |
| Tempat | Gereja paroki, kapel, atau stasi, dengan nama parokinya | Gereja atau jemaat, dengan nama lengkapnya |
| Yang memimpin | Romo (imam), kadang disertai diakon | Pendeta |
| Istilah yang sering muncul | Perkawinan, sakramen, paroki, Misa Kudus | Pernikahan, pemberkatan, jemaat, ibadah |
Tabel ini pegangan umum, bukan aturan baku. Gereja dan keluarga punya kebiasaannya sendiri, jadi kalau ada selisih, ikuti kebiasaan paroki dan keluargamu.
Misa Kudus atau Ibadat Sabda
Perayaan perkawinan Katolik bisa berlangsung dalam Misa Kudus, yang memuat bagian Ekaristi. Bisa juga dalam Ibadat Sabda, yaitu perayaan perkawinan tanpa Misa. Bentuk kedua sering dipakai kalau salah satu mempelai bukan Katolik.
Keputusan ini ada di paroki dan imam yang mendampingi kalian, bukan di tangan penulis undangan. Jadi urutannya begini: pastikan bentuk perayaannya ke sekretariat paroki, baru tulis istilahnya. Undangan yang menulis "Misa Kudus" padahal perayaannya Ibadat Sabda akan membingungkan tamu yang sudah bersiap untuk Misa penuh.
Menulis nama gereja dan jamnya
Dua hal ini yang paling sering bikin tamu salah jalan, jadi tulis dengan teliti.
Nama gereja dan paroki. Tulis nama gereja utuh, lalu nama parokinya kalau berbeda, dan alamat lengkap. Satu kota bisa punya beberapa gereja dengan nama santo atau santa yang sama. Kalau Misa digelar di kapel atau di stasi, tulis itu juga. Tambahkan tautan peta yang benar-benar bisa dibuka, karena tamu dari luar kota tidak punya cara lain untuk memastikan.
Jam, dengan urutan Misa dulu. Tulis dua angka, bukan satu: jam Misa dimulai, dan jam tamu diminta sudah duduk, biasanya tiga puluh menit lebih awal. Misa dimulai sesuai jadwal, dan tamu yang datang saat prosesi masuk sudah berjalan kadang diminta menunggu di luar atau duduk di bagian belakang. Lalu resepsi sebagai blok sendiri, dengan jam dan alamatnya sendiri. Beri jeda yang cukup di antara keduanya, karena foto keluarga dan perjalanan ke gedung hampir selalu makan waktu lebih lama dari perkiraan.
Misa Kudus Sakramen Perkawinan
[hari], [tanggal], pukul [jam] WIB (mohon hadir pukul [jam])
Gereja [Santo/Santa ...], Paroki [nama], [alamat]Resepsi
[hari], [tanggal], pukul [jam] sampai selesai
[nama gedung], [alamat]
Nama Romo yang memimpin boleh dicantumkan atau tidak. Sebagian keluarga menuliskannya sebagai penghormatan, sebagian lain tidak, dan dua-duanya wajar. Kalau kamu menuliskannya, pastikan dulu ke paroki bahwa imamnya sudah pasti, karena penugasan bisa berubah menjelang hari-H, lalu cek ejaan nama dan gelarnya.
Contoh formal dari orang tua
Dipakai kalau yang mengundang adalah kedua keluarga. Nadanya terjaga dari pembuka sampai penutup. Untuk versi lain dalam suara orang tua, ada kata-kata undangan pernikahan dari orang tua.
Dengan penuh syukur atas kasih Tuhan, kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk menghadiri Misa Kudus Sakramen Perkawinan putra-putri kami:
[Nama Lengkap Mempelai Pria]
Putra [pertama/kedua] dari Bapak [Nama] dan Ibu [Nama]dengan
[Nama Lengkap Mempelai Wanita]
Putri [pertama/kedua] dari Bapak [Nama] dan Ibu [Nama]Misa Kudus
[hari], [tanggal], pukul [jam] WIB
Gereja [nama], Paroki [nama], [alamat]Resepsi
[hari], [tanggal], pukul [jam] sampai selesai
[nama gedung], [alamat]Kehadiran dan doa Bapak/Ibu/Saudara/i akan sangat berarti bagi kedua mempelai dan keluarga kami. Tuhan memberkati.
Kami yang berbahagia,
Keluarga [Nama Keluarga Pria] dan Keluarga [Nama Keluarga Wanita]
Kalau perayaannya Ibadat Sabda, ganti baris "Misa Kudus Sakramen Perkawinan" dengan "Sakramen Perkawinan dalam Ibadat Sabda". Sisanya tidak berubah.
Contoh yang lebih hangat dari kalian berdua
Untuk teman dekat dan lingkaran yang tidak butuh formalitas penuh. Orang tua tetap boleh disebut di bawah nama, tapi suaranya suara kalian.
Kami akan mengucapkan janji perkawinan di hadapan Tuhan dan umat, dan rasanya belum lengkap kalau kamu tidak ada di bangku itu. Datang ya, doamu kami tunggu lebih dari kadonya.
Bertahun-tahun berjalan, akhirnya kami sampai di hari Misa itu. Kami ingin kamu menjadi saksi saat kami menerima Sakramen Perkawinan, lalu ikut makan dan tertawa di resepsinya.
Kami menikah. Kalimatnya pendek, tapi jalannya panjang. Datanglah ke Misa Kudus kami, lalu lanjut ke resepsi. Tuhan memberkati kita semua.
Versi singkat untuk WhatsApp
Pesan di ponsel dibaca sambil lalu. Sapa dengan nama, sebut intinya, dan pindahkan alamat panjang ke tautan supaya pesannya tidak jadi dinding teks.
Halo [Nama], puji Tuhan, kami akan menikah pada [tanggal]. Misa Kudus pukul [jam] di Gereja [nama], dilanjutkan resepsi pukul [jam]. Detail dan petanya ada di undangan ini: [tautan]. Doa dan kehadiranmu sangat berarti buat kami.
Selamat pagi [Nama]. Dengan sukacita kami mengundang Bapak/Ibu menghadiri Misa Kudus Sakramen Perkawinan kami, [hari], [tanggal]. Undangan lengkapnya di sini: [tautan]. Mohon doa restunya.
[Nama], kami menikah [tanggal]. Ini undangannya: [tautan]. Kami tunggu di Misa dan di resepsi.
Ayat yang sering dipakai, dan cara memakainya
Ayat di undangan tidak wajib. Undangan tanpa ayat tetap sopan dan tetap terbaca sebagai undangan gereja. Kalau kamu ingin memakainya, satu ayat pendek lebih kuat daripada tiga, dan keempat ini yang paling sering muncul.
| Rujukan | Isi singkatnya | Cocok ditaruh di |
|---|---|---|
| Kejadian 2:24 | Dua orang meninggalkan orang tuanya dan "keduanya menjadi satu daging" | Pembuka, paling klasik |
| Matius 19:6 | Yang telah dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan manusia | Pembuka, cocok untuk nada yang tegas |
| 1 Korintus 13:4-7 | Sifat kasih: sabar, murah hati, tidak cemburu | Pembuka atau penutup, ambil satu potong saja |
| Kolose 3:14 | Kasih sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan | Penutup, karena pendek |
Pasangan Katolik juga kadang memilih bacaan dari Kitab Tobit, misalnya doa Tobia dan Sara di pasal 8. Kitab ini deuterokanonika, jadi ada di Alkitab Katolik dan tidak ada di edisi Protestan. Kalau kamu memakainya, tulis rujukan dari Alkitab yang kamu pegang.
Soal kata-katanya, jangan salin dari media sosial. Terjemahan antar edisi Alkitab tidak selalu sama persis, dan kutipan yang beredar sering sudah dipotong sampai maknanya bergeser. Buka Alkitab yang dipakai keluargamu, salin dari sana, dan kutip pendek saja. Yang paling aman untuk undangan: nama kitab, pasal, ayat, dan satu kalimat.
Yang sebaiknya dicek ke paroki dulu
Teksnya sendiri gampang. Yang bisa menggeser seluruh jadwal ada di sisi paroki, jadi cek sebelum undangan disebar.
- Hari dan jam yang tersedia. Tiap paroki punya jadwalnya sendiri untuk Misa pernikahan, dan tidak semua hari atau jam dibuka.
- Bentuk perayaannya. Misa Kudus atau Ibadat Sabda, seperti dibahas di atas.
- Aturan di dalam gereja. Busana tamu, dokumentasi, dan jumlah tamu bisa diatur paroki. Kalau ada aturan yang perlu diketahui tamu, tulis satu baris di undangan.
- Imam yang memimpin. Kalau mau dicantumkan, pastikan sudah pasti.
Daftar ini bukan pengganti penjelasan dari paroki kalian. Kursus persiapan perkawinan dan urusan administrasi gereja punya jalurnya sendiri, dan undangan baru perlu disebar setelah jadwal Misanya benar-benar dikonfirmasi.
Memindahkannya ke undangan digital
Teks yang sudah rapi butuh tempat yang enak dibaca. Di Swanvara kamu mengisi satu form: nama kedua mempelai, dua blok acara, lokasi dengan tautan peta, foto, lalu memilih template. Hasilnya halaman undangan dengan alamatnya sendiri, misalnya grace-yosef.swanvara.com. Panduan langkah per langkahnya ada di cara membuat undangan pemberkatan digital.
Beberapa bagian form yang langsung terpakai untuk teks di atas:
- Jenis upacara. Blok pertama punya pilihan Misa Kudus. Kalau perayaannya Ibadat Sabda, pilih "Lainnya" dan tulis sendiri, misalnya "Sakramen Perkawinan (Ibadat Sabda)". Teks yang kamu pilih menjadi judul blok di halaman dan pilihan di RSVP. Blok kedua untuk Resepsi, atau label lain yang kamu tulis sendiri.
- Waktu. Tiap blok punya satu jam mulai dan selesai, atau "Sampai selesai". Jam tamu diminta sudah duduk bisa kamu tulis di kalimat pembuka atau di pesan yang kamu kirim bersama tautan.
- Nama dan orang tua. Ada dua kolom nama, dan masing-masing punya "Keterangan singkat" yang opsional. Di situlah "Putra kedua dari Bapak [Nama] dan Ibu [Nama]" ditulis.
- Kalimat pembuka undangan. Batasnya 300 karakter, jadi pembuka formal di atas perlu diringkas. Contoh yang muat: "Dengan penuh syukur atas kasih Tuhan, kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i menghadiri Misa Kudus Sakramen Perkawinan kami, dilanjutkan resepsi. Doa dan kehadiran Bapak/Ibu/Saudara/i sangat berarti bagi kami."
- Kutipan. Ayatmu masuk ke bagian Kutipan, yang kamu nyalakan dari menu Pelengkap. Ada kolom "Isi kutipan" dan kolom "Sumber" yang opsional, tempat rujukan seperti "1 Korintus 13:4-7" ditulis.
Tamu yang mendapat tautan pribadi disapa dengan namanya, dan hanya dari tautan itu mereka bisa mengisi RSVP dan ucapan. Di RSVP mereka memilih hadir atau tidak, lalu acara mana: Misa, resepsi, atau keduanya. Tautan umum yang kamu taruh di grup hanya bisa dibaca. Daftar tamu, status RSVP, dan jumlah orang yang hadir kamu baca di dashboard. Jumlah itu penting, karena yang perlu duduk di gereja biasanya berbeda dengan yang perlu dapat tempat di resepsi.
Isi undangan tetap bisa kamu ubah kapan saja setelah terbit. Kalau jam Misa bergeser, perbaiki di dashboard, dan tamu yang membuka tautan yang sama melihat versi terbarunya.
Untuk tampilannya, teks Misa dan nama orang tua paling nyaman di template yang tenang. Imprint memakai kertas krem bernuansa letterpress dengan segel lilin di penutup, dan bagian kutipannya jadi pembuka lembar program, jadi ayatmu dibaca paling awal di lembar itu. Aurora memakai serif editorial dengan satu aksen merah tua, pas kalau kalian ingin nama dan kalimat pembuka punya ruang untuk dibaca pelan. Lihat semuanya di galeri template.
Dua hal yang perlu kamu putuskan sebelum bayar. Pertama, alamatnya: di Lite dan Pro, subdomain permanen setelah terbit. Max memberi lima kali penggantian, tapi alamat lama langsung mati tanpa pengalihan, jadi tautan yang sudah tersebar berhenti terbuka. Baca ejaan alamatnya dua kali. Kedua, galerinya: 10 foto di Lite, 20 di Pro, 40 di Max, dan slot tambahan +5 foto bisa dibeli seharga Rp 5rb per paket. Satu catatan jujur: halaman undangan tidak diindeks mesin pencari, tapi tidak ada kata sandi, jadi siapa pun yang memegang tautannya bisa membukanya.
Langkah berikutnya
Urutannya sederhana, dan kamu tidak perlu membayar apa pun sebelum yakin.
- Konfirmasi dulu ke paroki: bentuk perayaan, hari, dan jam Misa.
- Pilih template di galeri template, lalu coba beberapa sampai nadanya cocok dengan teks kalian.
- Isi form dengan teks dari halaman ini: nama dan orang tua, blok Misa Kudus, blok resepsi, lalu ayat di Kutipan. Kamu bisa melihat pratinjaunya dulu.
- Bayar saat siap terbit. Paketnya Lite Rp 99rb, Pro Rp 199rb, atau Max Rp 349rb, sekali bayar per undangan. Tanpa pembayaran, undangannya belum terbit.
- Bagikan tautan pribadi ke tiap tamu lewat tombol "Kirim via WhatsApp" di dashboard. WhatsApp terbuka dengan pesan yang sudah terisi, dan kamu sendiri yang memilih chat dan menekan kirim.
Pilih satu contoh di atas, samakan istilahnya dengan yang dipakai parokimu, baca sekali dengan suara pelan, dan teks undanganmu siap. Kalau keluargamu dari tradisi gereja yang lain, kerangkanya serupa di kata-kata undangan pernikahan Kristen. Nama orang tua yang rumit, gelar, dan urutan anak dibahas di cara menulis nama di undangan pernikahan.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
- Apa bedanya Misa Kudus dan Ibadat Sabda di undangan pernikahan Katolik?
- Keduanya bentuk perayaan Sakramen Perkawinan. Misa Kudus memuat bagian Ekaristi, sedangkan Ibadat Sabda adalah perayaan perkawinan tanpa Misa, yang sering dipilih kalau salah satu mempelai bukan Katolik. Yang menentukan adalah paroki dan imam yang mendampingi, bukan selera di undangan. Tulis istilah yang dipakai parokimu, dan kalau belum pasti, tanya sekretariat paroki sebelum teksnya dicetak atau disebar.
- Ayat Alkitab apa yang sering dipakai di undangan pernikahan Katolik?
- Yang paling sering muncul adalah Kejadian 2:24, Matius 19:6, 1 Korintus 13:4-7, dan Kolose 3:14. Pilih satu yang paling dekat dengan cerita kalian, kutip pendek, dan tulis rujukannya sampai nomor ayat. Salin dari Alkitab yang kamu pakai, karena terjemahan edisi Katolik dan edisi lain bisa berbeda kata demi kata.
- Apakah nama imam harus ditulis di undangan pernikahan Katolik?
- Tidak harus. Sebagian keluarga mencantumkan nama Romo yang memimpin Misa sebagai penghormatan, sebagian tidak, dan dua-duanya lumrah. Kalau kamu menuliskannya, pastikan dulu ke paroki bahwa imamnya sudah pasti, karena penugasan bisa berubah menjelang hari-H. Ejaan nama dan gelarnya juga perlu dicek ulang.
- Apa bedanya undangan pernikahan Katolik dengan Kristen Protestan?
- Bedanya terutama di istilah. Undangan Katolik biasanya menyebut Sakramen Perkawinan yang dirayakan dalam Misa Kudus di gereja paroki, dengan Romo yang memimpin. Undangan Protestan menyebut ibadah pemberkatan pernikahan di gereja atau jemaat, dengan pendeta yang melayani. Kerangka lainnya sama: ucapan syukur, nama mempelai dan orang tua, jadwal, lalu penutup.
- Bagaimana menulis jam kalau Misa dulu baru resepsi?
- Tulis dua acara itu sebagai dua blok terpisah, masing-masing dengan jam, nama tempat, dan alamat. Di blok Misa, tambahkan jam tamu diminta sudah duduk, biasanya tiga puluh menit sebelum Misa mulai. Beri jeda yang jujur sebelum resepsi, karena foto keluarga dan perjalanan ke gedung hampir selalu makan waktu lebih lama dari perkiraan.
Baca juga
Kata-kata
Kata-Kata Undangan Tujuh Bulanan: Contoh Islami, Mitoni, Santai, dan dari Eyang
Contoh kata-kata undangan tujuh bulanan siap pakai: formal islami dengan doa, mitoni bernuansa Jawa, santai untuk teman, atas nama eyang, dan versi WhatsApp.
Kata-kata
Kata-Kata Undangan Ngunduh Mantu: Contoh dari Orang Tua Pria
Contoh kata-kata undangan ngunduh mantu dari orang tua mempelai pria: formal, islami, bernuansa Jawa, versi WhatsApp, plus cara menyebut akad yang sudah berlangsung.
Kata-kata
Kata-Kata Undangan Tedak Siten: Contoh dari Orang Tua, Eyang, dan untuk Grup WhatsApp
Contoh kata-kata undangan tedak siten siap pakai: formal dari orang tua, hangat untuk keluarga, atas nama eyang, grup WhatsApp, pesan sesepuh, dan hari pasaran.
Siap membuat undangan kalian sendiri?
Pilih template, isi detail acara, dan bagikan tautannya ke tamu. Semuanya bisa selesai dalam satu sore.
