swanvara

Kata-kata

Kata-Kata Undangan Ngunduh Mantu: Contoh dari Orang Tua Pria

Contoh kata-kata undangan ngunduh mantu dari orang tua mempelai pria: formal, islami, bernuansa Jawa, versi WhatsApp, plus cara menyebut akad yang sudah berlangsung.

Tim Swanvara

Kata-kata undangan ngunduh mantu adalah teks undangan untuk resepsi yang digelar keluarga mempelai pria, ditulis dengan suara orang tua pria sebagai pihak yang mengundang. Bedanya dengan undangan resepsi biasa ada di tiga tempat: siapa yang bicara, nama siapa yang ditulis lebih dulu, dan satu kalimat yang memberi tahu tamu bahwa akadnya sudah berlangsung.

Kalau kamu masih ragu apakah acaramu memang ngunduh mantu, perbedaan ngunduh mantu dan resepsi sudah menjelaskannya, jadi tulisan ini langsung ke teksnya. Isinya susunan bagian, contoh jadi dalam beberapa nada, dan cara menyiapkannya sebagai undangan tersendiri.

Siapa yang mengundang, dan nama siapa yang di depan

Yang mengundang di ngunduh mantu adalah orang tua mempelai pria, karena merekalah tuan rumahnya. Tamunya juga lingkaran mereka: tetangga lama, kolega, dan kerabat yang belum sempat hadir di resepsi utama. Jadi kata "kami" di teks ini berarti ayah dan ibu pihak pria, dan penutupnya memakai nama mereka.

Urutan nama ikut berbalik dari resepsi di pihak wanita. Di undangan resepsi, kebiasaan yang paling sering dipakai adalah menyebut keluarga tuan rumah lebih dulu, seperti yang dibahas di kata-kata undangan pernikahan dari orang tua. Di ngunduh mantu tuan rumahnya pihak pria, jadi:

  • Nama orang tua mempelai pria muncul paling depan, dan menjadi tanda tangan di penutup.
  • Nama mempelai pria ditulis lebih dulu, diikuti orang tuanya, lalu kata "dengan", lalu mempelai wanita dan orang tuanya.
  • Kedua pasang orang tua tetap disebut. Orang tua mempelai wanita bukan pihak yang mengundang, tapi namanya pantas tertulis di bawah nama putrinya.
  • Urutan yang sudah dipilih dipakai sama dari sampul sampai penutup.

Soal gelar dan ejaan nama, panduannya ada di cara menulis nama di undangan pernikahan, jadi tidak diulang di sini.

Susunan bagian undangan ngunduh mantu

Kerangkanya mirip undangan resepsi dari orang tua, dengan dua tambahan: sebutan "menantu kami" dan keterangan akad yang sudah berlangsung.

BagianIsinyaContoh kalimat
Salam pembukaSalam atau ucapan syukur, satu sampai dua kalimat."Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh."
Keterangan akadSatu kalimat dengan tanggal dan kota. Berdiri sendiri, di luar jadwal."Alhamdulillah, akad nikah keduanya telah dilangsungkan pada [hari], [tanggal] di [kota]."
Kalimat mengundangOrang tua pria sebagai subjek. Menyebut putra mereka dan menantu yang disambut."kami bermaksud menyambut [Nama Wanita] sebagai menantu kami dalam acara ngunduh mantu"
Nama mempelaiPria dan orang tuanya lebih dulu, lalu wanita dan orang tuanya."[Nama Pria], putra dari Bapak [Nama] dan Ibu [Nama]"
Waktu dan tempatSatu blok saja: hari, tanggal, jam, alamat."Minggu, [tanggal] · pukul [jam] WIB · [alamat]"
PenutupPermohonan hadir dan doa restu, lalu nama orang tua pria."Kami yang berbahagia, Bapak [Nama] dan Ibu [Nama]."

Yang paling sering terlupa adalah baris kedua. Tamu pihak pria banyak yang tidak ada di akad, dan tanpa keterangan itu mereka bisa mengira pernikahannya baru akan berlangsung.

Cara menyebut akad yang sudah berlangsung

Satu kalimat sudah cukup, dan letaknya sebelum jadwal. Kalau akad ditulis sebagai acara lengkap dengan jam, tamu wajar mengira masih ada akad yang harus mereka hadiri.

Tulis tanggalnya lengkap dan sebut kotanya saja, tidak perlu alamat. Beberapa pilihan:

  • Islami: "Alhamdulillah, akad nikah keduanya telah dilangsungkan pada [hari], [tanggal] di [kota]."
  • Netral: "Pernikahan keduanya telah berlangsung pada [hari], [tanggal] di [kota]."
  • Gerejawi: "Pemberkatan pernikahan keduanya telah dilangsungkan pada [hari], [tanggal] di [kota]."

Setelah kalimat itu, sisa teksnya berbicara soal perayaan: menyambut menantu, memohon doa restu, mengajak makan bersama.

Contoh formal dari orang tua mempelai pria

Versi ini tidak memakai salam agama tertentu, jadi cocok untuk keluarga mana pun. Pertama yang lengkap, lalu yang pendek.

Dengan memohon rahmat dan ridha Tuhan Yang Maha Esa, kami bermaksud menyambut menantu kami dalam acara ngunduh mantu putra kami:

[Nama Lengkap Mempelai Pria]
Putra [pertama/kedua] dari Bapak [Nama Lengkap] dan Ibu [Nama Lengkap]

dengan

[Nama Lengkap Mempelai Wanita]
Putri [pertama/kedua] dari Bapak [Nama Lengkap] dan Ibu [Nama Lengkap]

Pernikahan keduanya telah berlangsung pada [hari], [tanggal] di [kota].

[hari], [tanggal]
Pukul [jam] WIB sampai selesai
[Alamat lengkap]

Merupakan kebahagiaan bagi kami apabila Bapak/Ibu/Saudara/i berkenan hadir dan memberikan doa restu kepada kedua mempelai. Atas kehadiran dan doanya, kami ucapkan terima kasih.

Kami yang berbahagia,
Bapak [Nama Lengkap] dan Ibu [Nama Lengkap]

Versi pendek, untuk undangan digital yang ingin langsung sampai ke inti:

Pernikahan putra kami, [Nama Pria], dengan [Nama Wanita] telah berlangsung pada [tanggal]. Kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk hadir di acara ngunduh mantu dan ikut mendoakan keduanya.

Kami yang berbahagia,
Bapak [Nama] dan Ibu [Nama]

Contoh bernuansa islami

Salam di awal, doa di akhir, dan satu kalimat akad yang jelas. Pilih satu nuansa religius saja. Untuk ayat dan doa yang bisa mendampingi, contoh kata-kata undangan pernikahan islami menyusunnya berurutan.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillah, akad nikah putra kami, [Nama Lengkap Mempelai Pria], dengan [Nama Lengkap Mempelai Wanita], putri dari Bapak [Nama] dan Ibu [Nama], telah dilangsungkan pada [hari], [tanggal] di [kota].

Sebagai wujud syukur, kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i ke acara ngunduh mantu untuk menyambut menantu kami:

[hari], [tanggal], pukul [jam] WIB
[Alamat lengkap]

Semoga Allah SWT meridhai keduanya dan menjadikan rumah tangga mereka sakinah, mawaddah, wa rahmah. Atas kehadiran dan doa restunya, kami ucapkan terima kasih.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Kami yang berbahagia,
Bapak [Nama Lengkap] dan Ibu [Nama Lengkap]

Bernuansa Jawa, cukup yang umum

Ngunduh mantu berakar di adat Jawa, jadi wajar kalau keluarga ingin ada satu napas Jawa di teksnya. Cukup dua atau tiga baris yang sudah umum dan kamu tahu artinya, dipasang di tengah teks Indonesia. Krama penuh yang setengah diingat gampang meleset, dan penjelasan tingkat tutur serta artinya ada di kata-kata undangan pernikahan bahasa Jawa.

Nuwun.

Kanthi ngunjukaken puji syukur dhumateng Gusti Ingkang Maha Agung, kami keluarga Bapak [Nama] dan Ibu [Nama] mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i pada acara ngunduh mantu putra kami, [Nama Pria], dengan [Nama Wanita]. Pernikahan keduanya telah berlangsung pada [hari], [tanggal] di [kota].

[hari], [tanggal], pukul [jam] WIB
[Alamat lengkap]

Kula nyuwun rawuh saha tambahing pangestu panjenengan.

Awit saking rawuh saha pangestu panjenengan, kula ngaturaken agunging panuwun.

Kula ingkang ngaturi,
Bapak [Nama] saha Ibu [Nama]

Artinya, untuk tiga baris Jawanya: "Dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Agung", "Kami memohon kehadiran serta tambahan doa restu Bapak/Ibu", dan "Atas kehadiran dan doa restu Bapak/Ibu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya". Penutup "Kula ingkang ngaturi" berarti "Kami yang mengundang". Minta orang tua atau sesepuh keluarga membacanya sekali sebelum disebar.

Sederhana dan modern

Untuk lingkaran yang lebih muda, atau keluarga yang tidak terlalu formal, pasangan bisa berbicara sendiri dengan bahasa yang tetap sopan. Orang tua tetap disebut di bagian bawah.

Kami sudah menikah di [kota] pada [tanggal], dan sekarang giliran keluarga [Nama Pria] merayakannya di rumah ini.

Kamu diundang ke acara ngunduh mantu kami:
[hari], [tanggal], pukul [jam] WIB
[Alamat lengkap]

Datang ya, dan bawa doamu. Kami tunggu.

[Nama Pria] & [Nama Wanita]
Putra dari Bapak [Nama] dan Ibu [Nama]

Versi pendek untuk WhatsApp

Teks panjang tinggal di dalam undangannya. Pesan chat cukup menyapa, menyebut acaranya, dan menempel link. Taruh nama acara dan tanggal di baris awal, karena WhatsApp memotong pesan yang panjang.

Assalamu'alaikum, Bapak/Ibu [Nama]. Kami keluarga Bapak [Nama] mengundang Bapak/Ibu ke acara ngunduh mantu putra kami, [Nama Pria], pada [hari], [tanggal]. Undangan lengkapnya ada di link berikut. Doa restu Bapak/Ibu sangat kami harapkan.

Yth. Bapak/Ibu [Nama]. Dengan hormat, kami mengundang Bapak/Ibu sekeluarga untuk hadir di acara ngunduh mantu putra kami, [Nama Pria], pada [hari], [tanggal], di [alamat]. Detailnya ada di link undangan. Terima kasih atas perhatiannya.

Halo [Nama], pernikahan kami sudah berlangsung di [kota], dan [hari], [tanggal] ini giliran keluarga [Nama Pria] merayakannya. Kamu diundang ke ngunduh mantu kami. Info lengkapnya ada di link ini, ditunggu ya.

Kalau undangan ini ikut dikirim ke tamu resepsi yang memang akan datang ke dua acara, tulis jelas bahwa yang ini ngunduh mantu, supaya tidak tertukar dengan undangan sebelumnya.

Menyiapkannya sebagai undangan tersendiri di Swanvara

Karena tamu, kota, dan tuan rumahnya berbeda, ngunduh mantu lebih rapi dibuat sebagai undangan sendiri dengan link sendiri. Tamu resepsi tidak perlu membaca alamat acara yang tidak akan mereka datangi, dan tamu pihak pria tidak perlu membaca jadwal akad. Alasan memisahkan dua daftar tamu dibahas di perbedaan ngunduh mantu dan resepsi. Kalau kamu tetap memilih satu undangan dengan dua blok acara, ingat bahwa semua tamu akan melihat kedua acara itu, karena link pribadi hanya mengganti sapaan nama, bukan isi acaranya. Di bawah ini cara mengisinya.

Pilih template. Keluarga Jawa yang ingin nuansa batik bisa melihat Pesona, yang membawa motif kawung dan parang sebagai garis emas. Kalau kamu mau yang lebih hening, ada Imprint dengan serif tipis di atas kertas krem, seperti lembar acara yang dicetak. Dua-duanya, dan lebih dari 30 yang lain, ada di galeri template.

Isi nama dan orang tua. Form punya dua isian nama, satu untuk mempelai pria dan satu untuk mempelai wanita, plus pilihan "Urutan nama di undangan". Pilih nama mempelai pria dulu supaya sampul dan bagian mempelai mengikuti urutan di atas. Nama orang tua masuk ke kolom "Keterangan singkat" tiap mempelai (ada di balik tautan "Tambah Instagram dan keterangan singkat"), misalnya "putra kedua dari Bapak [Nama] dan Ibu [Nama]". Form juga meminta foto sampul dan satu foto untuk tiap mempelai, jadi foto dari undangan pertama bisa dipakai lagi.

Tulis kalimat pembuka. Ada kolom "Kalimat pembuka undangan" yang sudah terisi contoh dan bisa kamu ganti, maksimal 300 karakter. Versi pendek di atas muat di sana, termasuk kalimat akad yang sudah berlangsung. Kalau keluarga ingin menyertakan doa atau ayat, pasang lewat pilihan Kutipan.

Atur blok acara. Bagian acara punya dua blok. Pada blok resepsi, pilih "Lainnya" lalu tulis "Ngunduh Mantu" sebagai nama acara. Nama itu yang tampil sebagai judul acara di undangan dan di pilihan RSVP. Kalau akad tidak diulang, blok akad bisa dimatikan, dengan syarat minimal satu blok tetap menyala. Tiap blok punya satu jam mulai dan selesai, serta lokasi dengan tautan maps.

Pilih alamat. Tiap undangan punya alamat sendiri, misalnya larasbagas-ngunduh.swanvara.com. Di paket Lite dan Pro alamat ini permanen setelah terbit, sedangkan paket Max menyediakan lima kali perubahan. Karena itu pilih sekali dengan tenang.

Bayar saat siap terbit. Kamu mengisi form dan melihat pratinjaunya dulu. Pembayaran baru terjadi di akhir, sebelum undangan terbit, sekali per undangan: Rp 99 ribu untuk Lite, Rp 199 ribu untuk Pro, dan Rp 349 ribu untuk Max. Karena ngunduh mantu jadi undangan sendiri, biayanya pun dihitung per undangan. Teks dan jadwalnya tetap bisa diubah kapan saja setelah terbit, dan tamu yang membuka ulang link yang sama melihat versi terbaru.

Bagikan link per tamu. Tiap tamu mendapat link pribadi yang menyapa mereka dengan namanya. Hanya dari link pribadi itu tamu bisa mengirim RSVP dan ucapan di buku tamu; link umum yang ditempel di grup hanya untuk dibaca. Daftar tamu, status RSVP, dan jumlah yang hadir kamu baca sendiri di dashboard.

Untuk pesan pengantarnya, buka "Atur pesan WhatsApp" di daftar tamu dan ganti isi bawaannya, yang menyebut "acara pernikahan kami", dengan teks ngunduh mantu dari bagian WhatsApp di atas. Nama tamu dan link pribadinya terisi sendiri. Tombol "Kirim via WhatsApp" di baris tiap tamu lalu membuka WhatsApp dengan pesan itu sudah tertulis, tinggal pilih kontak dan tekan kirim. Pesan yang sama juga bisa disalin lewat menu "Salin pesan" di baris tamu. Perbedaan dua jenis link dibahas di link undangan personal vs link umum.

Langkah berikutnya

Pilih satu contoh di atas dan ganti isi kurung sikunya. Bacakan sekali ke orang tua, terutama bagian nama dan kalimat akad. Lalu buka galeri template, pilih tampilan yang cocok dengan suasana rumah keluarga pria, isi form-nya, dan bayar hanya saat kamu siap menerbitkannya. Sesudah itu tinggal bagikan link per tamu ke lingkaran keluarga pria.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Siapa yang mengundang di undangan ngunduh mantu?
Orang tua mempelai pria, karena merekalah tuan rumahnya. Kata "kami" di teks berarti ayah dan ibu pihak pria, dan penutupnya memakai nama mereka, misalnya "Kami yang berbahagia, Bapak [Nama] dan Ibu [Nama]". Orang tua mempelai wanita tetap disebut di bawah nama putrinya, tapi mereka bukan pihak yang mengundang di acara ini.
Nama siapa yang ditulis lebih dulu di undangan ngunduh mantu?
Mempelai pria dan orang tuanya. Di resepsi pihak wanita, kebiasaan yang paling sering dipakai adalah menyebut keluarga tuan rumah lebih dulu, jadi di ngunduh mantu urutannya berbalik karena tuan rumahnya pihak pria. Setelah dipilih, pakai urutan yang sama dari sampul sampai penutup.
Apakah undangan ngunduh mantu perlu menyebut akad sudah berlangsung?
Perlu, cukup satu kalimat dengan tanggal dan kotanya, misalnya "Alhamdulillah, akad nikah keduanya telah dilangsungkan pada [hari], [tanggal] di [kota]." Banyak tamu pihak pria belum hadir di akad, jadi kalimat itu memberi tahu bahwa mereka diundang untuk merayakan, bukan menyaksikan akad. Taruh sebelum jadwal, jangan di dalamnya.
Apakah undangan ngunduh mantu harus memakai bahasa Jawa?
Tidak harus. Satu atau dua baris Jawa yang sudah kamu pahami artinya di dalam undangan berbahasa Indonesia sudah cukup menandai akar keluarga. Pakai kalimat yang umum dan minta orang tua membacanya dulu, karena teks krama yang setengah diingat lebih berisiko keliru daripada satu baris yang tepat.
Perlukah undangan ngunduh mantu dibuat terpisah dari undangan resepsi?
Lebih rapi kalau terpisah. Tamunya lingkaran keluarga pria, lokasinya biasanya di kota yang lain, dan tamu resepsi tidak perlu membaca alamat acara yang tidak akan mereka datangi. Di Swanvara, ngunduh mantu bisa dibuat sebagai undangan sendiri dengan alamat dan link tamunya sendiri.

Baca juga

Siap membuat undangan kalian sendiri?

Pilih template, isi detail acara, dan bagikan tautannya ke tamu. Semuanya bisa selesai dalam satu sore.