Kata-Kata Undangan Tasyakuran Pernikahan: Contoh Setelah Akad
Contoh kata-kata undangan tasyakuran pernikahan setelah akad: formal dari orang tua, Islami dengan doa, versi pasangan, dan pesan WhatsApp yang singkat.

Kata-kata undangan tasyakuran pernikahan adalah teks yang mengabarkan bahwa akad sudah berlangsung dan mengajak tamu datang untuk makan bersama sambil mendoakan kedua mempelai. Acaranya juga disebut walimah atau syukuran pernikahan, dan biasanya digelar di rumah atau gedung kecil setelah akad, di hari yang sama atau beberapa hari sesudahnya.
Nadanya berbeda dari undangan resepsi: lebih dekat ke doa daripada ke pesta. Halaman ini menyusun contohnya per nada, yaitu formal dari orang tua, Islami dengan doa, sederhana dari pasangan, dan versi WhatsApp, lengkap dengan cara menyebut akad dalam satu kalimat. Untuk syukuran selain pernikahan, seperti rumah baru atau kelulusan, contohnya ada di kata-kata undangan syukuran.
Apa yang membuat undangan tasyakuran berbeda
Undangan resepsi mengajak orang menghadiri pesta. Undangan tasyakuran mengajak orang ikut bersyukur atas sesuatu yang sudah terjadi. Itu mengubah tiga hal di teksnya.
- Akadnya sudah selesai. Tamu perlu tahu itu di awal, kalau tidak mereka mengira pernikahannya baru akan berlangsung.
- Ajakannya adalah mendoakan. Kalimat seperti "mohon hadir untuk memberikan doa restu" lebih pas di sini daripada "dengan penuh kehormatan kami mengundang".
- Skalanya biasanya kecil. Tamunya keluarga, tetangga, dan kerabat dekat, jadi teksnya boleh pendek.
Soal istilah, tasyakuran, syukuran, dan walimah menunjuk acara yang sama di banyak keluarga. Walimah terdengar sedikit lebih religius, syukuran lebih sehari-hari. Pilih yang biasa dipakai keluargamu, lalu pertahankan dari judul sampai penutup.
Kalau kamu dan pasangan justru tidak menggelar apa pun setelah akad, yang kalian butuhkan adalah pengumuman, bukan undangan. Itu dibahas di undangan pernikahan tanpa resepsi. Kalau yang menggelar acara adalah keluarga mempelai pria di kota lain, itu ngunduh mantu, dengan teks undangannya sendiri.
Bagian teks dan contoh kalimatnya
Tujuh bagian di bawah ini cukup untuk undangan yang utuh. Tidak semuanya wajib, tapi urutannya sebaiknya begini.
| Bagian | Isinya | Contoh kalimat |
|---|---|---|
| Salam pembuka | Salam atau ucapan syukur, satu kalimat. | "Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh." |
| Kabar akad | Satu kalimat dengan tanggal dan kota, di luar jadwal. | "Alhamdulillah, akad nikah keduanya telah dilangsungkan pada [hari], [tanggal] di [kota]." |
| Ajakan mendoakan | Alasan tamu diundang. | "Sebagai rasa syukur, kami mengundang Bapak/Ibu untuk hadir dan mendoakan keduanya." |
| Siapa yang mengundang | Orang tua atau pasangan, sesuai nada. | "Kami yang berbahagia, Bapak [Nama] dan Ibu [Nama]." |
| Waktu dan tempat | Satu blok: hari, tanggal, jam, alamat. | "[hari], [tanggal], pukul [jam] WIB, di [alamat]" |
| Baris tanpa kado | Opsional, satu kalimat. | "Doa Bapak/Ibu sudah lebih dari cukup bagi kami." |
| Penutup | Terima kasih dan doa singkat. | "Atas kehadiran dan doanya, kami ucapkan terima kasih." |
Satu kalimat untuk akad yang sudah berlangsung
Bagian ini paling sering terlewat, padahal paling menentukan. Satu kalimat sudah cukup, dan letaknya sebelum jadwal tasyakuran. Kalau akad ditulis sebagai acara lengkap dengan jam, tamu wajar mengira masih ada akad yang harus mereka hadiri.
Tulis hari dan tanggalnya, lalu kotanya saja. Alamat akad tidak perlu. Beberapa pilihan:
- Akad dihadiri banyak orang: "Alhamdulillah, akad nikah keduanya telah dilangsungkan pada [hari], [tanggal] di [kota]."
- Akad hanya bersama keluarga inti: "Alhamdulillah, akad nikah telah dilangsungkan dengan khidmat bersama keluarga inti pada [hari], [tanggal]."
- Akad dan tasyakuran di hari yang sama: "Alhamdulillah, akad nikah kami telah selesai pada [hari], [tanggal]. Sore ini kami ingin berbagi syukur bersama Bapak/Ibu."
Kalau kamu masih menimbang siapa saja yang diundang ke akadnya, bacaannya ada di siapa saja yang diundang ke akad nikah. Perbedaan dua acaranya sendiri dijelaskan di perbedaan akad dan resepsi.
Contoh formal dari orang tua
Orang tua yang bicara memakai "kami", nama mempelai ditulis lengkap, dan penutupnya tanda tangan orang tua. Urutan nama (siapa lebih dulu) dibahas di kata-kata undangan pernikahan dari orang tua, jadi di sini langsung ke teksnya.
Dengan memohon rahmat dan ridha Tuhan Yang Maha Esa, kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i pada acara tasyakuran pernikahan putra-putri kami:
[Nama Lengkap Mempelai Pria]
Putra dari Bapak [Nama] dan Ibu [Nama]dengan
[Nama Lengkap Mempelai Wanita]
Putri dari Bapak [Nama] dan Ibu [Nama]Akad nikah keduanya telah dilangsungkan pada [hari], [tanggal] di [kota].
[hari], [tanggal]
Pukul [jam] WIB sampai selesai
[Alamat lengkap]Merupakan kebahagiaan bagi kami apabila Bapak/Ibu/Saudara/i berkenan hadir dan mendoakan kedua mempelai. Atas kehadiran dan doanya, kami ucapkan terima kasih.
Kami yang berbahagia,
Bapak [Nama] dan Ibu [Nama]
Versi pendek untuk keluarga yang tidak suka teks panjang:
Alhamdulillah, akad nikah putra-putri kami, [Nama Pria] dan [Nama Wanita], telah berlangsung pada [tanggal]. Kami mengundang Bapak/Ibu untuk hadir di tasyakuran pernikahan mereka dan ikut mendoakan.
Kami yang berbahagia,
Bapak [Nama] dan Ibu [Nama]
Contoh Islami dengan doa
Salam di awal, doa di akhir, dan kalimat akad yang jelas di tengah. Satu nuansa religius saja sudah cukup. Kalau kamu ingin menambahkan ayat, susunan lengkapnya ada di kata-kata undangan pernikahan Islami.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah, atas karunia Allah SWT, akad nikah kami, [Nama Pria] dan [Nama Wanita], telah dilangsungkan pada [hari], [tanggal] di [kota]. Sebagai rasa syukur, kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i ke tasyakuran pernikahan kami:
[hari], [tanggal], pukul [jam] WIB
[Alamat lengkap]Besar harapan kami Bapak/Ibu berkenan hadir dan mendoakan agar Allah SWT memberkahi dan mengumpulkan kami dalam kebaikan.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
[Nama Pria] & [Nama Wanita]
Kalimat permohonan di penutup itu mengambil inti dari doa untuk pengantin yang paling dikenal: Barakallahu laka wa baraka 'alaika wa jama'a bainakuma fi khair, artinya semoga Allah memberkahimu, melimpahkan keberkahan atasmu, dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan. Doa ini lazim diucapkan tamu kepada pengantin saat menyalami. Di undangan, kamu bisa meminta doanya dalam bahasa Indonesia seperti di atas, atau mengutip bunyi Arabnya sebagai penutup lengkap dengan terjemahan. Minta orang tua atau ustadz keluarga membaca ejaan Arabnya sekali sebelum disebar.
Contoh sederhana dari pasangan
Untuk lingkaran yang lebih muda, atau keluarga yang tidak suka teks baku. Bahasanya tetap sopan, orang tua tetap disebut di bagian bawah.
Kami sudah menikah pada [hari], [tanggal] di [kota]. Sekarang kami ingin makan bersama dan minta doa langsung dari kamu.
Tasyakuran kecil kami:
[hari], [tanggal], pukul [jam] WIB
[Alamat lengkap]Datang saja, tidak perlu repot. Doamu yang kami tunggu.
[Nama Pria] & [Nama Wanita]
Putra dari Bapak [Nama] dan Ibu [Nama]
Putri dari Bapak [Nama] dan Ibu [Nama]
Versi pendek untuk WhatsApp
Pesan chat dibaca sambil lalu. Sapa dengan nama, sebut tasyakuran dan akad yang sudah berlangsung, lalu taruh waktu dan link undangan. Teks lengkapnya cukup tinggal di dalam undangan.
Assalamu'alaikum, [Nama]. Alhamdulillah, akad kami sudah berlangsung. Kami mengundang kamu ke tasyakuran pernikahan pada [hari], [tanggal], pukul [jam]. Detailnya ada di link ini. Doamu kami tunggu.
Yth. Bapak/Ibu [Nama]. Dengan memohon ridha Allah SWT, kami mengundang Bapak/Ibu sekeluarga ke tasyakuran pernikahan putra kami, [Nama Pria], pada [hari], [tanggal]. Akad nikah telah dilangsungkan sebelumnya. Undangan lengkapnya ada di link berikut. Terima kasih atas doa restunya.
Halo [Nama], kami sudah resmi menikah. Pada [hari], [tanggal], kami adakan tasyakuran kecil di [kota]. Info lengkapnya ada di link ini. Kalau sempat, mampir ya.
Baris "tanpa kado" kalau memang ingin
Baris ini opsional. Kalau kalian tidak ingin menerima kado atau amplop, satu kalimat sopan akan membantu tamu yang ragu. Letakkan di dekat penutup, bukan di baris pertama, supaya yang terbaca lebih dulu tetap ajakannya.
- "Kehadiran dan doa Bapak/Ibu sudah merupakan hadiah terbaik bagi kami."
- "Mohon maaf, kami tidak menerima kado. Doa Bapak/Ibu sudah lebih dari cukup."
- Untuk pesan ke teman: "Datang dan doakan saja. Tidak perlu bawa apa-apa."
Tamu yang merasa tidak enak sering tetap membawa sesuatu, dan itu wajar. Yang perlu dijaga adalah konsistensi: kalau teksnya menolak kado, jangan memasang rekening untuk menerimanya di halaman yang sama. Arti dan pilihan frasa lain ada di arti "no gift please" di undangan.
Memasangnya di undangan digital Swanvara
Di Swanvara kamu mengisi satu form (nama, tanggal, lokasi, foto), memilih template, dan mendapat undangan web dengan alamat sendiri. Tulisan bawaan templatenya berbahasa pernikahan, misalnya "Undangan Pernikahan" di sampul banyak template dan "hari pernikahan" di pratinjau link saat dibagikan. Untuk tasyakuran pernikahan itu masih pas, hanya saja tidak persis menyebut tasyakuran, jadi lihat pratinjaunya dulu sebelum membayar. Pilih tampilan yang cocok dengan suasana acara di galeri template.
Kalimat pembuka. Kolom "Kalimat pembuka undangan" muat sampai 300 karakter, jadi contoh panjang di atas perlu dipangkas. Versi ini muat dan sudah lengkap:
Alhamdulillah, akad nikah kami telah dilangsungkan pada [hari], [tanggal] di [kota]. Sebagai rasa syukur, kami mengundang Bapak/Ibu ke tasyakuran pernikahan kami dan memohon doa restu untuk rumah tangga kami.
Ayat atau doa yang lebih panjang, seperti doa pengantin di atas, bisa dipasang lewat bagian Kutipan.
Blok acara. Undangan punya dua blok acara dan minimal satu harus menyala. Di form, tile "Resepsi" memang diberi keterangan "Resepsi atau syukuran pernikahan". Pilih "Lainnya" di Nama acara lalu tulis "Tasyakuran" supaya judulnya tampil begitu di undangan dan di pilihan RSVP. Kalau tamu tasyakuran tidak diundang ke akad, matikan blok akad dan sebut akadnya di kalimat pembuka saja. Ingat bahwa link pribadi hanya mengganti sapaan, jadi semua tamu melihat blok yang sama.
Amplop digital. Bagian ini opsional dan hanya berisi rekening bank atau e-wallet. Kalau kalian menulis "tanpa kado", biarkan tidak dinyalakan.
Pesan WhatsApp. Buka "Atur pesan WhatsApp" di daftar tamu dan ganti teks bawaannya, yang menyebut "acara pernikahan kami", dengan salah satu versi WhatsApp di atas. Ganti [Nama] dengan chip "Nama tamu" dan "link ini" dengan chip "Link undangan", supaya nama dan link pribadi tiap tamu terisi otomatis. Tombol "Kirim via WhatsApp" di tiap baris tamu membuka WhatsApp dengan pesan yang sudah tertulis. Kamu tinggal menekan kirim, tidak ada pesan yang terkirim sendiri.
RSVP. Konfirmasi hadir masuk dari link pribadi tiap tamu, jadi kamu bisa membaca di dashboard berapa orang yang akan datang dan menyiapkan porsi makan. Link umum hanya untuk dibaca.
Kamu mengisi dan melihat pratinjau dulu. Pembayaran baru di akhir, sebelum terbit, sekali per undangan: Rp 99 ribu untuk Lite, Rp 199 ribu untuk Pro, dan Rp 349 ribu untuk Max. Isinya tetap bisa kamu ubah setelah terbit, dan tamu yang membuka ulang linknya melihat versi terbaru.
Langkah berikutnya
Pilih satu contoh di atas dan ganti isi kurung sikunya. Bacakan sekali ke orang tua, terutama kalimat akad dan penulisan nama. Lalu buka galeri template, pilih tampilan yang cocok, isi form-nya, dan bayar hanya saat kamu siap menerbitkannya. Setelah itu tambahkan tamu satu per satu dan bagikan link pribadi ke masing-masing. Tamu yang tahu apa yang sedang kalian syukuri akan datang dengan doa yang tepat.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
- Apa bedanya undangan tasyakuran pernikahan dengan undangan resepsi?
- Akadnya sudah berlangsung, jadi tamu tidak diundang untuk menyaksikan akad, melainkan untuk makan bersama dan mendoakan kedua mempelai. Karena itu teksnya memuat satu kalimat tentang akad yang sudah selesai, bernada syukur dan ajakan berdoa, dan biasanya lebih pendek serta lebih sederhana daripada undangan resepsi.
- Bagaimana menyebut akad yang sudah berlangsung di undangan tasyakuran?
- Cukup satu kalimat dengan hari, tanggal, dan kota, misalnya "Alhamdulillah, akad nikah keduanya telah dilangsungkan pada [hari], [tanggal] di [kota]." Taruh sebelum jadwal tasyakuran dan jangan ditulis sebagai acara lengkap dengan jam, supaya tamu tidak mengira masih ada akad yang harus mereka hadiri.
- Apa contoh kata-kata undangan tasyakuran pernikahan untuk WhatsApp?
- Sapa tamu dengan nama, sebut tasyakurannya dan bahwa akad sudah berlangsung, lalu taruh hari, jam, dan link undangan. Contohnya: "Assalamu'alaikum, [Nama]. Alhamdulillah, akad kami sudah berlangsung. Kami mengundang kamu ke tasyakuran pada [hari], [tanggal], pukul [jam]. Detailnya ada di link ini. Doamu kami tunggu."
- Perlukah menulis "tanpa kado" di undangan tasyakuran?
- Tidak wajib. Kalau kalian memang tidak ingin menerima kado atau amplop, satu baris singkat yang sopan akan membantu tamu yang ragu. Kalau tidak ditulis pun tidak apa-apa. Pastikan isi halaman sejalan dengan barisnya: jangan menulis tanpa kado lalu memasang rekening amplop digital.
- Doa apa yang cocok ditulis di undangan tasyakuran pernikahan Islami?
- Doa untuk pengantin yang paling dikenal adalah "Barakallahu laka wa baraka 'alaika wa jama'a bainakuma fi khair", artinya semoga Allah memberkahimu dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan. Doa ini lazim diucapkan tamu kepada pengantin, jadi di undangan lebih natural meminta doa itu dalam bahasa Indonesia, atau mengutipnya sebagai penutup dengan terjemahannya. Minta orang tua atau ustadz keluarga membaca ejaan Arabnya sekali sebelum disebar.
Baca juga
Kata-kata
Kata-Kata Undangan Tujuh Bulanan: Contoh Islami, Mitoni, Santai, dan dari Eyang
Contoh kata-kata undangan tujuh bulanan siap pakai: formal islami dengan doa, mitoni bernuansa Jawa, santai untuk teman, atas nama eyang, dan versi WhatsApp.
Kata-kata
Kata-Kata Undangan Ngunduh Mantu: Contoh dari Orang Tua Pria
Contoh kata-kata undangan ngunduh mantu dari orang tua mempelai pria: formal, islami, bernuansa Jawa, versi WhatsApp, plus cara menyebut akad yang sudah berlangsung.
Kata-kata
Kata-Kata Undangan Tedak Siten: Contoh dari Orang Tua, Eyang, dan untuk Grup WhatsApp
Contoh kata-kata undangan tedak siten siap pakai: formal dari orang tua, hangat untuk keluarga, atas nama eyang, grup WhatsApp, pesan sesepuh, dan hari pasaran.
Siap membuat undangan kalian sendiri?
Pilih template, isi detail acara, dan bagikan tautannya ke tamu. Semuanya bisa selesai dalam satu sore.
