swanvara

Panduan

Foto Prewedding Syar'i Tanpa Bersentuhan: Pose, Siluet, Potret Sendiri, dan Cara Memberi Arahan ke Fotografer

Foto prewedding syar'i tanpa bersentuhan: pose berjarak, siluet, detail tangan, potret sendiri, sesi setelah akad, dan cara memberi arahan ke fotografer.

Tim Swanvara
Daftar isi(7)

Foto prewedding syar'i tanpa bersentuhan bisa tetap bercerita, karena yang membawa cerita itu jarak, bingkai berdampingan, siluet, foto detail, dan potret sendiri-sendiri, bukan sentuhan. Untuk undangan digital, pilihan ini cukup, bahkan sering lebih rapi.

Bayangkan sesi pukul tujuh pagi di halaman masjid kecil dekat rumah, setelah meminta izin pengurusnya. Calon mempelai wanita berdiri di dekat pagar, calon mempelai pria satu langkah lebih jauh di sebelah kanan, keduanya menatap ke arah matahari. Ibu salah satu dari mereka menunggu di bangku, fotografer berjongkok di depan. Tidak ada tangan yang bertaut, dan hasilnya tetap terlihat seperti dua orang yang akan membangun rumah bersama.

Tulisan ini untuk kalian yang sudah memutuskan sesi fotonya akan santun. Tulisan ini tidak menetapkan halal atau haram sesi foto, dan tidak menilai pilihan siapa pun. Batasan yang pas untuk keluarga kalian paling tepat ditanyakan kepada ustaz atau guru yang kalian percaya. Setelah itu, sisanya soal teknik, dan itu yang dibahas di sini.

Pose berjarak atau berdampingan: cerita tanpa bersentuhan

Dua orang tidak perlu berdekatan untuk terlihat berpasangan. Yang menyatukan mereka di bingkai adalah arah pandang, warna busana, dan ruang yang mereka tempati bersama.

Beberapa pola yang mudah diarahkan:

  • Berdiri sejajar, satu langkah terpisah. Keduanya menghadap lensa atau menghadap arah yang sama. Jarak yang sama di setiap jepretan membuat bingkai terlihat disengaja, bukan canggung.
  • Satu di depan, satu di belakang. Yang di belakang sedikit lebih tinggi atau lebih jauh, sehingga dua sosok tampak bertumpuk tanpa bersentuhan.
  • Berjalan pada jalur yang sejajar. Dua jalur setapak, dua sisi lorong, atau dua sisi tangga. Garis dari latar yang menyatukan mereka.
  • Memegang benda yang sama dari sisi berbeda. Satu buku, satu mushaf (tanyakan dulu ke keluarga, karena sebagian tidak berkenan mushaf dipakai sebagai properti pose), atau kain panjang yang direntangkan, masing-masing memegang ujungnya dengan jarak aman. Hati-hati dengan kain: pastikan tidak ada bagian tangan yang saling menyentuh.
  • Menatap ke arah yang sama. Ke cakrawala, ke pintu masjid, ke jalan di depan. Tamu membacanya sebagai tujuan yang sama.
  • Ditemani keluarga di bingkai. Orang tua atau saudara berdiri di antara kalian, atau di belakang dengan senyum. Ini juga membuat suasana lebih santai.

Beri jarak satu atau dua langkah, bukan tiga atau empat. Kalau terlalu jauh, di layar ponsel dua sosok itu tampak seperti dua foto yang ditempel.

Siluet dan detail: tangan sendiri, cincin, tempat akad

Foto detail tidak butuh dua orang dalam satu bingkai, dan di layar ponsel justru sering lebih berkesan daripada pose.

  • Tangan masing-masing. Tangan calon mempelai wanita memegang buket atau mushaf, tangan calon mempelai pria memegang peci atau kotak cincin. Dipotret terpisah, lalu dipasang di dua slot mempelai.
  • Cincin atau mahar. Kotak cincin, seperangkat alat salat, atau mushaf di atas kain. Tanpa tangan sama sekali.
  • Tempat akad. Meja akad, karpet, pintu masjid, atau teras rumah yang akan dipakai. Bingkai ini sekaligus memberi tamu bayangan tentang tempatnya.
  • Siluet. Dua sosok berdiri di dekat jendela atau di depan langit senja, jarak tetap dijaga. Wajah gelap, jadi bingkai ini bercerita lewat bentuk dan komposisi.
  • Bayangan di dinding atau lantai. Dua bayangan berdampingan, tanpa orangnya.
  • Detail busana. Bordir di ujung lengan, tekstur kain, sulaman di kerudung dari bahu ke bawah.

Ringkasan cara mengarahkan dan tempatnya di undangan:

PoseCara mengarahkanTempatnya di undangan
Berdiri sejajar, satu langkah terpisahSamakan jarak di setiap jepretan, keduanya menghadap arah yang samaFoto cover
Satu di depan, satu di belakangYang di belakang lebih tinggi atau lebih jauh, kepala tidak bertumpukFoto cover atau galeri
Berjalan di jalur sejajarSuruh berjalan pelan, ambil jepretan beruntunGaleri
Memegang benda yang samaPegang dari sisi berlawanan, periksa tidak ada tangan yang bersentuhanGaleri
Siluet di depan cahayaJaga jarak, wajah menghadap cahaya atau sampingCover atau galeri
Detail tangan, cincin, maharSatu orang per bingkai, tanpa wajahCover atau potret mempelai
Tempat akadAmbil dari kejauhan dan dari dekatCover atau galeri
Potret sendiri-sendiriLatar, cahaya, dan jarak yang samaDua slot mempelai

Potret sendiri-sendiri: dua slot mempelai

Form undangan Swanvara meminta satu potret untuk Mempelai Pria dan satu untuk Mempelai Wanita. Potret itu memang diminta berdiri sendiri, jadi pola potret sendiri-sendiri sudah sejalan dengan form tanpa perlu diakali.

Supaya dua potret terlihat serasi di undangan:

  • Ambil di tempat yang sama. Latar, cahaya, dan jarak yang sama, supaya dua foto itu terbaca sebagai satu sesi.
  • Samakan tingkat busana. Kalau satu orang berbusana lengkap dan yang lain santai, dua potret terlihat tidak sepadan.
  • Pilih ekspresi yang tenang. Senyum kecil atau tatapan ke samping lebih awet dipandang daripada pose yang dipaksakan.
  • Pastikan tiap orang nyaman dengan fotonya. Siapa yang mengarahkan juga penting: kalau calon mempelai wanita lebih nyaman diarahkan fotografer perempuan atau keluarganya, minta itu sejak awal.

Satu catatan yang berkaitan dengan hijab, tapi tidak diulang di sini: soal ruang di atas kepala, batas wajah dan kain, serta potongan foto, sudah ada di bagian hijab, busana adat, dan penutup kepala pada panduan memilih foto mempelai.

Bagaimana dengan cover? Foto cover tidak harus foto berdua yang berdekatan. Bingkai berjarak dari bagian pertama, siluet, atau foto detail bisa menjadi cover yang tenang dan tetap memperkenalkan kalian. Pembahasan lain tentang cover ada di panduan foto mempelai untuk undangan digital.

Sesi setelah akad: pilihan lain

Sebagian pasangan memilih tidak mengadakan sesi apa pun sebelum akad, dan memotret setelahnya. Alasan praktisnya jelas: tidak ada lagi pertanyaan soal sentuhan di antara kalian berdua, dan sesinya bisa lebih santai.

Kalau kalian mengambil jalur ini:

  • Jadwalkan sesi sehari sampai beberapa hari setelah akad, tidak langsung di hari yang sama kalau kalian sudah lelah. Cahaya pagi dan sore tetap yang paling ramah. Waktu yang pas dibahas di kapan waktu foto prewedding.
  • Pakai foto sementara dulu untuk undangan, misalnya potret sendiri-sendiri atau foto detail. Isi undangan bisa diubah kapan saja setelah terbit, jadi cover bisa diganti dengan hasil sesi setelah akad. Tamu yang membuka link lama akan melihat versi terbaru.
  • Kalau undangan harus disebar sebelum akad, jangan menunda menunggu foto. Foto detail dan potret sendiri-sendiri sudah cukup untuk mulai menyebar undangan.

Hukum dan adab sesi sesudah akad pun tetap pertanyaan untuk ustaz, sama seperti sebelumnya. Tulisan ini hanya menunjukkan bahwa urutan waktunya bisa disesuaikan dengan keputusan kalian.

Bagaimana memberi arahan ke fotografer dan MUA tentang hijab?

Hal yang paling sering membuat sesi syar'i berantakan adalah arahan yang baru disampaikan di lokasi. Saat itu semua orang sudah berdiri menunggu, dan kalian jadi sungkan menolak di depan kru.

Sampaikan sebelum hari sesi, lewat pesan tertulis supaya bisa dibaca ulang:

  1. Aturan kontak. Tidak ada sentuhan antara kalian berdua, dan fotografer tidak menyentuh siapa pun untuk mengatur pose. Pose diarahkan lewat contoh, gambar referensi, atau kata-kata.
  2. Siapa yang hadir. Minta daftar kru. Kalau memungkinkan, sebut kalau kalian lebih nyaman calon mempelai wanita ditangani kru perempuan (termasuk MUA) dan calon mempelai pria ditangani kru laki-laki, atau ditemani mahram.
  3. Hijab dan busana. Sampaikan jenis hijab, panjang, dan batas yang kalian inginkan. MUA menyelesaikan hijab sebelum sesi dan membawa peniti serta jarum tambahan untuk merapikan di tempat, bukan menarik atau merapikan di depan kamera berulang-ulang. Soal angin, minta fotografer menghindari lokasi terbuka yang berangin kencang, atau bawa pemberat kecil di ujung kain.
  4. Daftar bingkai. Kirim daftar bingkai dari tabel di atas, atau 5-8 foto referensi. Fotografer yang sudah punya daftar tidak perlu mengarang pose di lokasi.
  5. Hasil dan penyuntingan. Sepakati bahwa foto tidak diedit untuk mengubah bentuk tubuh atau menghapus hijab, dan minta versi tegak untuk undangan. Soal hak pakai foto dan jadwal penyerahan file, ada di tips memilih fotografer pernikahan.
  6. Waktu istirahat. Beri jeda salat, terutama kalau sesi berlangsung dari pagi sampai siang.

Kalimat yang bisa disalin ke pesan: "Kami ingin sesi tanpa kontak fisik antara kami berdua. Mohon pose diarahkan lewat contoh atau referensi, dan tidak ada yang menyentuh kami untuk merapikan busana."

Kalau soal kata-kata di undangan juga ikut dipikirkan, ada kata-kata undangan pernikahan islami yang bisa dipakai sebagai pembuka.

Satu hal yang perlu dicek sebelum mulai

Form Swanvara mewajibkan satu foto cover dan satu foto untuk tiap mempelai. Undangan tidak bisa diselesaikan tanpa ketiganya, jadi pastikan sesi atau pilihan fotonya sudah siap sebelum kalian menerbitkan undangan. Gambarnya tidak harus berupa wajah: foto detail tangan, cincin, atau lokasi akad bisa mengisinya. Kalau kalian lebih nyaman menekankan sisi tipografi, ada pembahasan membuat undangan digital tanpa foto wajah tentang apa yang menggantikan foto di bagian lainnya.

Langkah berikutnya di Swanvara

  1. Putuskan bersama keluarga dan ustaz pilihan sesi kalian, lalu pilih tiga gambar: satu cover (bingkai berjarak, siluet, atau detail) dan dua potret sendiri-sendiri.
  2. Buka galeri template, pilih satu desain yang suasananya tenang dan cocok dengan foto kalian.
  3. Isi form: nama dan potret Mempelai Pria dan Mempelai Wanita, lalu foto cover. Potret mempelai dipotong tegak, dan posisi fotonya bisa digeser sebelum disimpan.
  4. Lihat preview di ponsel. Form bisa diisi dan dilihat preview-nya dulu, dan pembayaran baru menjadi langkah terakhir sebelum undangan terbit. Paketnya Lite Rp 99rb, Pro Rp 199rb, atau Max Rp 349rb, sekali bayar per undangan. Detailnya ada di halaman harga.
  5. Kirim lewat link pribadi tiap tamu, supaya mereka bisa mengisi RSVP dari link itu.

Kalau foto hasil sesi baru selesai setelah undangan terbit, gambarnya bisa diganti kapan saja.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Bagaimana foto prewedding syar'i tanpa bersentuhan?
Cerita pasangan bisa dibawa oleh jarak, bingkai berdampingan, siluet, foto detail, dan potret sendiri-sendiri. Dua orang berdiri satu langkah terpisah menghadap arah yang sama, atau masing-masing memegang satu benda yang sama, sudah cukup menunjukkan bahwa mereka satu cerita. Tulisan ini tidak memutuskan hukum halal atau haram; batasan yang pas untuk keluarga kalian sebaiknya ditanyakan kepada ustaz.
Apakah foto prewedding boleh tanpa foto berdua?
Untuk undangan digital Swanvara, boleh. Form meminta satu foto cover dan satu potret untuk tiap mempelai, jadi dua potret sendiri-sendiri sudah mengisi dua slot mempelai. Foto cover bisa berupa bingkai berjarak atau foto detail, tidak harus foto berdua yang berdekatan. Soal pantas atau tidaknya sesi foto, tanyakan kepada ustaz.
Bolehkah foto prewedding setelah akad saja?
Banyak pasangan memilih ini: sesi foto dijadwalkan sesudah akad, bisa di hari yang sama atau beberapa hari kemudian. Keuntungan praktisnya, hasil fotonya bisa dipakai untuk resepsi atau diganti di undangan nanti, karena isi undangan bisa diubah kapan saja setelah terbit. Hukum dan adabnya tetap menjadi urusan kalian dengan ustaz.
Apakah undangan digital bisa dibuat tanpa foto sama sekali?
Tidak. Form Swanvara mewajibkan satu foto cover dan satu foto untuk tiap mempelai. Gambarnya tidak harus wajah: foto detail tangan, cincin, atau lokasi akad juga bisa mengisi ketiga slot itu. Galeri foto boleh dikosongkan.
Apa yang perlu disampaikan ke fotografer dan MUA untuk sesi syar'i?
Sampaikan sebelum hari sesi, bukan di lokasi: tidak ada kontak fisik, siapa yang boleh berada di ruangan, siapa yang mengatur pose (sebaiknya lewat contoh atau gambar, bukan tangan), serta batasan busana dan hijab. Minta fotografer menyiapkan daftar bingkai berjarak, dan minta MUA menyelesaikan hijab sebelum sesi dimulai.

Baca juga

Langkah berikutnyaCara Membuat Undangan Digital untuk Pernikahan (Panduan Lengkap)Panduan membuat undangan pernikahan digital: pilih template, isi data dan foto, pilih alamat, bayar di akhir, lalu kirim link pribadi ke tiap tamu.