swanvara

Pertimbangan

Pernikahan Adat Jawa Sederhana: Prosesi Mana yang Dipertahankan, Digabung, atau Dilepas

Pernikahan adat Jawa sederhana: prosesi mana yang dipertahankan, digabung, atau dilepas, cara membicarakannya dengan sesepuh, dan menatanya di undangan.

Tim Swanvara
Daftar isi(8)

Pernikahan adat Jawa yang sederhana biasanya mempertahankan ijab, inti panggih, dan sungkeman, menggabungkan siraman dan midodareni dalam satu rangkaian dari sore sampai malam, lalu meringkas atau melepas sisanya. Syaratnya satu: pembagian itu disepakati dulu dengan sesepuh dan pemaes.

Bayangkan satu malam di ruang tamu, dengan ayah, ibu, dan seorang budhe yang dituakan duduk melingkar. Di tengah meja ada catatan susunan prosesi yang panjang. Kalian ingin menandai mana yang akan dijalani penuh, dan tidak ada yang mau menjadi orang pertama yang berkata "yang ini boleh dipotong".

Tulisan ini membantu membuka pembicaraan itu. Urutan lengkap prosesinya sudah ada di urutan upacara pernikahan adat Jawa, jadi tidak kami ulang di sini. Yang dibahas adalah keputusan: apa yang dipertahankan, apa yang digabung, apa yang dilepas, dan bagaimana semua itu tampil di undangan.

Satu catatan dulu. Kami tidak menentukan prosesi mana yang wajib. Adat Jawa berbeda antar daerah dan antar keluarga, dan jawabannya ada pada orang tua, sesepuh, dan pemaes kalian. Tabel dan saran di bawah hanya bahan untuk dibawa ke diskusi.

Tiga format dibandingkan

Tiga format ini bisa dipakai sebagai kerangka. Bacalah per baris: nasib tiap prosesi di tiga format yang berbeda.

ProsesiLengkapRingkasSetengah hari
SiramanDijalani sendiri, biasanya siang atau sore sehari sebelum akadLangsung disambung midodareni malamnya tanpa jeda, atau dipendekkanDilepas, atau diganti doa bersama keluarga di rumah
MidodareniMalam sendiri bersama keluarga dan kerabat dekatDigabung dengan siramanDilepas, atau jadi makan malam keluarga
IjabTetapTetapTetap
Inti panggihDijalani penuhDijalani, bagian pelengkapnya dipadatkanDijalani versi paling ringkas dari pemaes
SungkemanTetapTetapTetap
Pasang tarub dan persiapan rumahGotong royong beberapa hariDisederhanakanDilepas atau diganti dekorasi tempat acara
Kirab dan hiburan panjangAda di banyak keluargaDipilih salah satu atau dilepasDilepas
ResepsiSesi panjangSatu sesiBeberapa jam, jam selesai jelas

Format lengkap memakan beberapa hari. Format ringkas biasanya masih dua hari, dengan malam sebelum akad yang lebih padat. Format setengah hari memuat ijab, panggih, sungkeman, dan resepsi dalam satu hari, dengan dua blok yang berurutan.

Isi sel tabel itu bukan ketentuan adat. Itu pola yang sering muncul ketika keluarga memadatkan acara, dan sesepuh kalian boleh menggesernya.

Yang paling berarti bagi orang tua

Cara paling aman memulai pembicaraan adalah bertanya apa yang paling dijaga, bukan apa yang boleh dibuang. Pertanyaan pertama membuka cerita, pertanyaan kedua membuat orang memasang kuda-kuda.

Dalam banyak keluarga, jawabannya mengerucut ke tiga hal yang menyangkut orang tua langsung:

  • Ijab (atau pemberkatan bagi keluarga Kristen dan Katolik). Ini inti hari itu dan syarat sah pernikahannya, jadi tidak ikut diringkas.
  • Sungkeman. Momen kedua pengantin bersimpuh di hadapan orang tua dan mertua untuk memohon restu, dan sering menjadi bagian yang paling diingat keluarga.
  • Doa dan restu dari sesepuh. Bentuknya bisa pendek, tapi kehadirannya biasanya penting bagi orang tua.

Kalau orang tua kalian menyebut prosesi lain, catat saja dulu tanpa menawar. Tugas kalian di tahap ini mendengarkan, bukan merapikan. Kata-kata untuk bagian sungkemannya ada di kata-kata sungkeman pernikahan.

Yang bisa digabung

Prosesi yang pesertanya sama dan waktunya berdekatan paling mudah digabung. Contoh yang paling sering dibicarakan adalah siraman dan midodareni.

Keduanya biasanya melibatkan keluarga dan kerabat dekat, dan keduanya digelar menjelang akad. Banyak keluarga menyatukannya dalam satu rangkaian tanpa jeda, misalnya doa dan siraman di sore hari sebelum magrib lalu kunjungan keluarga calon pengantin pria selepas magrib, supaya kerabat dari luar kota tidak perlu datang dua kali. Makna dan susunan masing-masing berbeda, dan itu dibahas di perbedaan siraman dan midodareni.

Bagian lain yang bisa digabung adalah ijab dan resepsi di satu tempat, satu hari. Banyak keluarga menjalankan panggih di awal resepsi, sehingga tamu melihatnya tanpa perlu satu jadwal tambahan. Pembahasan tentang apakah resepsi kalian akan mengikuti adat atau susunan umum ada di resepsi adat atau nasional.

Menggabung berbeda dari menghapus. Yang digabung tetap dijalani, hanya waktunya yang dipertemukan.

Yang paling sering dilepas

Pola ini lazim, tapi tetap bukan aturan:

  • Pasang tarub dan dekorasi rumah yang besar, karena tempat acara kini sering sudah berdekorasi. Sebagian keluarga tetap memasang bleketepe dan tuwuhan dalam ukuran kecil karena maknanya.
  • Kirab. Barisan pengantin butuh jalur, pengiring, dan waktu. Kalau tetap ingin, kirab pengantin membahas apa yang diperlukan supaya tidak menjadi beban hari itu.
  • Bagian panggih yang panjang. Ada keluarga yang meminta pemaes menjalankan versi singkatnya, ada yang menjalani semuanya.
  • Hiburan dan sambutan yang berlapis, yang paling mudah dipangkas tanpa menyentuh adatnya.

Satu hal yang perlu diingat: melepas tidak sama dengan tidak menghormati. Keluarga yang meringkas tetap bisa menjalankan prosesi pilihannya dengan sungguh-sungguh. Yang membuat orang kecewa biasanya bukan jumlah prosesi, melainkan keputusan yang diumumkan tanpa dibicarakan.

Membicarakannya dengan sesepuh dan pemaes

Pemaes biasanya juru rias pengantin adat yang juga memandu jalannya prosesi, sering bersama pranatacara (pembawa acara adat), sedangkan sesepuh adalah orang yang dituakan keluarga dan menjadi rujukan soal tata cara. Kalian butuh keduanya, karena sesepuh menjaga makna dan pemaes tahu berapa lama tiap bagian berlangsung.

Beberapa langkah yang membantu:

  1. Bawa dua versi, bukan satu. Orang lebih mudah menunjuk bagian yang kurang pas daripada membayangkan susunan dari nol.
  2. Tanya pemaes tentang durasi. Minta perkiraan jam tiap bagian, supaya kalian tahu apakah format setengah hari muat.
  3. Tanya sesepuh tentang yang tidak boleh hilang. Dengarkan alasannya. Sering kali satu prosesi cukup dipendekkan, tidak perlu dilepas.
  4. Catat hasilnya dan kirim ke orang tua. Kesepakatan lisan mudah bergeser. Daftar singkat di grup keluarga mencegah kejutan di hari acara.
  5. Putuskan sebelum membuat undangan. Isi undangan memang bisa diubah setelah terbit, tapi link yang sudah di tangan tamu sulit ditarik kembali.

Kalau ada prosesi yang menurut keluarga sebaiknya dihindari atau dilakukan pada waktu tertentu, tanyakan itu langsung. Pantangannya berbeda antar keluarga, dan larangan pernikahan adat Jawa menjelaskan mengapa jawabannya tidak bisa diseragamkan.

Satu hari, dua blok di undangan

Format setengah hari kebetulan cocok dengan cara Swanvara menata acara: dua blok acara saja, dan setidaknya satu harus aktif.

Pembagian yang paling sering dipakai untuk satu hari adalah:

  • Blok pertama: ijab. Pilih jenis acara Akad Nikah, atau pilih Lainnya lalu tulis label kalian sendiri, misalnya "Ijab Kabul". Keluarga Kristen atau Katolik bisa memilih Pemberkatan Protestan atau Misa Kudus. Isi jam mulai dan tempatnya.
  • Blok kedua: resepsi. Di banyak keluarga, panggih dan sungkeman berlangsung di dalamnya, jadi cukup jam resepsi yang ditulis. Sebagian keluarga menjalankan sungkeman sesudah ijab. Pakai label Resepsi, atau label sendiri seperti "Panggih dan Resepsi".

Untuk jam selesai, kalian punya dua pilihan: isi jam yang pasti, atau pilih "Sampai selesai" kalau acaranya mengalir. Jam yang pasti membantu tamu yang harus kembali ke kantor, sedangkan "Sampai selesai" lebih jujur kalau prosesi pemaes sulit ditebak durasinya.

Prosesi keluarga seperti siraman dan midodareni tidak perlu masuk undangan. Sampaikan langsung lewat telepon atau grup keluarga, kepada orang yang memang diminta hadir.

Ada satu batasan yang perlu kalian tahu: semua tamu melihat isi undangan yang sama, dan link personal hanya mengubah sapaan nama. Kalau kelompok tamunya berbeda, misalnya kerabat dekat yang diundang ke malam keluarga dan teman kantor yang hanya diundang ke resepsi, buat undangan terpisah untuk kelompok pertama. Undangan terpisah itu dibayar sendiri. Panduan menyusun rangkaian acara ada di undangan rangkaian acara pernikahan.

Template yang pas untuk keluarga Jawa

Template wilayah hanya pantas dipakai untuk keluarga dari wilayahnya. Jati berangkat dari ukiran jati Jepara, jadi paling cocok untuk keluarga Jawa, terutama Jawa Tengah. Halamannya berupa panel ukir yang diterangi pelita kuningan. Di cover tertulis "Undangan Pernikahan", lengkap dengan nama tamu yang terselip di bingkai cermin dan tombol Buka Undangan. Saat tamu scroll, cahayanya bergerak dari malam ke pagi, dan tiap acara tampil sebagai daun pintu kayu.

Nuansanya tenang dan hangat, tidak meriah, cocok untuk acara yang sengaja diringkas. Cek preview-nya dulu sebelum membayar. Kalau keluarga kalian bukan dari Jawa, lihat pilihan lain di galeri template. Ide undangan dan susunan kata khas Jawa ada di inspirasi undangan pernikahan Jawa.

Langkah berikutnya di Swanvara

Setelah keluarga sepakat, buka galeri template dan pilih satu. Isi form dengan nama, tanggal, dua blok acara, tempat, link maps, dan foto. Kalian bisa mengisi dan melihat preview-nya sebelum membayar. Pembayaran adalah langkah terakhir sebelum undangan terbit: paket Lite Rp 99 ribu, Pro Rp 199 ribu, dan Max Rp 349 ribu, sekali bayar per undangan. Detailnya ada di halaman harga.

Setelah terbit, tambahkan nama tamu dan kirim link personal ke masing-masing lewat tombol Kirim via WhatsApp. Kalau ada kelompok tamu yang berbeda, buat undangan kedua dengan daftar tamunya sendiri.

Template

Template yang dibahas di artikel ini

Buka halamannya untuk melihat contoh lengkap dan detail desainnya.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Bolehkah pernikahan adat Jawa dibuat sederhana?
Boleh, dan banyak keluarga melakukannya. Yang menentukan bukan aturan umum, melainkan kesepakatan kedua keluarga dengan sesepuh dan pemaes yang memandu. Pola yang sering dipakai: ijab, inti panggih, dan sungkeman tetap ada, sedangkan siraman dan midodareni digabung atau diringkas.
Prosesi adat Jawa apa saja yang bisa diringkas?
Yang paling sering diringkas adalah rangkaian sebelum akad, seperti siraman dan midodareni yang dirangkai tanpa jeda di hari yang sama, serta bagian panggih yang panjang. Prosesi yang menyangkut orang tua, seperti sungkeman, paling jarang dilepas. Tiap keluarga punya pertimbangan sendiri, jadi daftar akhirnya tetap harus disepakati dengan sesepuh dan pemaes.
Apakah siraman dan midodareni boleh digabung dalam satu rangkaian?
Banyak keluarga menggabungkannya karena pesertanya hampir sama, yaitu keluarga dan kerabat dekat. Biasanya siraman tetap dijalani sore hari sebelum magrib, lalu midodareni menyusul malamnya. Boleh atau tidaknya di keluarga kalian dijawab oleh sesepuh dan pemaes, bukan oleh artikel ini. Untuk beda dua acara itu, baca perbedaan siraman dan midodareni.
Bagaimana menulis pernikahan adat Jawa setengah hari di undangan digital?
Pakai dua blok acara: satu untuk ijab, satu untuk resepsi yang biasanya memuat panggih dan sungkeman. Tiap blok punya label sendiri dan jam mulai. Jam selesainya bisa diisi atau memakai pilihan Sampai selesai kalau acaranya mengalir tanpa batas yang pasti.
Prosesi keluarga seperti siraman perlu ditulis di undangan?
Tidak perlu kalau tamu undangan tidak diminta hadir. Satu undangan di Swanvara hanya memuat dua blok acara dan semua tamu melihat isi yang sama. Kalau ada kelompok tamu yang berbeda, misalnya kerabat yang diundang ke malam keluarga saja, buat undangan terpisah untuk mereka.

Baca juga

Langkah berikutnyaHarga paket SwanvaraLite, Pro, dan Max, dibayar sekali per acara. Lihat isi setiap paket sebelum memutuskan.