swanvara

Etiket

Urutan Prosesi Pernikahan Adat Jawa: dari Pasang Tarub sampai Sungkeman, dan Mana yang Masuk Undangan

Urutan prosesi pernikahan adat Jawa dari pasang tarub sampai sungkeman, siapa yang hadir di tiap prosesi, dan mana yang ditulis di undangan digital.

Tim Swanvara
Daftar isi(11)

Urutan prosesi pernikahan adat Jawa, dalam praktiknya, berjalan dari pasang tarub beberapa hari sebelum akad sampai sungkeman di ujung panggih, dan hanya dua dari belasan langkah itu yang biasanya benar-benar perlu tertulis di undangan. Sisanya tetap dijalani, tetapi disampaikan langsung kepada orang yang memang ikut hadir.

Bayangkan seorang sepupu menerima link undangan, lalu bertanya di grup keluarga: "Siraman itu aku harus datang atau tidak?" Pertanyaan itu muncul karena rangkaian adat Jawa panjang, nama-namanya banyak, dan undangan sering menyatukan semuanya tanpa membedakan siapa diundang ke mana. Tulisan ini menyusun urutannya dari awal, mencatat siapa yang hadir di tiap langkah, lalu menutup dengan pembagian yang praktis: mana yang masuk undangan, mana yang cukup diberi tahu lewat telepon atau grup keluarga.

Urutan lengkap dalam satu tabel

Tabel ini memakai urutan yang paling lazim. Kolom terakhir adalah usul kami, bukan aturan adat.

ProsesiWaktuSiapa yang hadirDi undangan?
Pasang tarubBeberapa hari sebelum akadKeluarga, tetangga, dan saudara yang bergotong royongDisampaikan langsung
SiramanSiang, sehari sebelum akadKeluarga inti dan sesepuhDisampaikan langsung
MidodareniMalam sebelum akadKeluarga kedua pihak dan kerabat dekatDisampaikan langsung
IjabHari akadKeluarga inti, saksi, penghulu, kerabat dekatBlok acara pertama
Balangan gantalAwal panggihKedua pengantin, disaksikan keluarga dan tamuLewat blok resepsi
WijikanSetelah balangan gantalKedua pengantin, disaksikan keluargaLewat blok resepsi
SindurSetelah wijikanIbu dan ayah pengantin wanita, kedua pengantinLewat blok resepsi
Kacar-kucurSetelah sindurKedua pengantin, disaksikan keluargaLewat blok resepsi
DulanganSetelah kacar-kucurKedua pengantin, keluarga dekatLewat blok resepsi
SungkemanUjung panggihKedua pengantin dan orang tua kedua pihakLewat blok resepsi

Baris "Lewat blok resepsi" berarti prosesinya tidak ditulis satu per satu. Tamu cukup tahu jam resepsi, dan panggih terjadi di dalamnya.

Sebelum hari akad

Pasang tarub

Tarub adalah atap tambahan dari anyaman daun kelapa atau bambu yang dipasang di depan rumah tuan rumah hajatan. Biasanya dipasang beberapa hari sebelum akad, bersama tuwuhan (tanaman seperti pisang dan tebu yang diikat di tiang gerbang) dan janur. Di sebagian keluarga, bleketepe, anyaman daun kelapa yang menandai rumah hajatan, dipasang menjelang siraman.

Yang hadir adalah keluarga, saudara, dan tetangga yang datang membantu. Ini kerja bersama, bukan acara tamu, jadi tidak ada alasan menuliskannya di undangan. Di hari-hari menjelang akad ini pula banyak keluarga memingit calon pengantin perempuan, yang arti dan lamanya dibahas di arti pingitan sebelum menikah.

Siraman

Dalam siraman, calon pengantin dimandikan dengan air dari beberapa sumber. Acaranya digelar siang hari sebelum akad. Yang menuangkan air orang tua lebih dulu, lalu sesepuh bergantian, dengan jumlah ganjil. Calon pengantin pria menjalani siramannya di rumahnya sendiri.

Yang hadir keluarga inti dan sesepuh. Penjelasan lengkap arti air, urutan penyiram, dan bedanya dengan acara malamnya ada di perbedaan siraman dan midodareni.

Midodareni

Midodareni digelar malam sebelum akad. Calon pengantin perempuan berdiam di kamar, sementara calon pengantin pria datang bersama keluarganya. Di banyak keluarga, ia belum boleh menemui calon istrinya malam itu. Suasananya tenang dan menunggu, bukan pesta. Yang hadir kedua keluarga dan kerabat dekat.

Hari akad: ijab

Ijab, atau akad nikah, menjadi inti yang mengesahkan pernikahan. Keluarga yang beragama lain menjalani upacara sesuai agamanya, misalnya pemberkatan, misa, atau pawiwahan, pada posisi yang sama dalam urutan. Yang hadir keluarga inti, saksi, penghulu atau pemuka agama, dan kerabat dekat. Sebagian keluarga mengundang tamu lebih luas, sebagian membatasi, jadi tentukan dulu siapa yang kalian minta datang ke blok ini.

Setelah ijab, kedua pengantin bertemu dalam panggih. Di banyak keluarga panggih digelar di awal resepsi, di sebagian lainnya langsung setelah akad. Mana yang dipakai keluarga kalian menentukan blok mana yang akan dibaca tamu sebagai "tempat panggih".

Panggih, langkah demi langkah

Panggih berarti bertemu. Pengantin pria datang diiringi rombongan keluarganya, pengantin wanita menyambut, lalu rangkaian di bawah ini dijalani berurutan. Banyak keluarga menambahkan langkah lain, misalnya timbangan (ayah pengantin wanita memangku kedua pengantin) dan mertui (orang tua pengantin wanita menjemput orang tua pengantin pria masuk sebelum sungkeman). Keluarga yang menikahkan anak pertama atau anak terakhir sering menambahkan ritual orang tua, sesudah panggih atau di hari-hari menjelang akad, yang artinya dibahas di bubak kawah dan tumplek punjen.

  1. Balangan gantal. Kedua pengantin saling melempar gulungan sirih yang diikat benang. Lemparannya dari jarak beberapa langkah, sebagai tanda saling menyapa dan saling menaruh hati.
  2. Wijikan. Pengantin wanita membasuh kaki pengantin pria. Di sebagian keluarga, pengantin pria lebih dulu menginjak telur (ngidak endhog), lalu kakinya dibasuh. Artinya pengabdian dan tanggung jawab kepada rumah tangga.
  3. Sindur. Ibu pengantin wanita membentangkan kain sindur di bahu kedua pengantin, sementara ayah menuntun dari depan. Maknanya orang tua mengantar anak mereka menuju kehidupan baru.
  4. Kacar-kucur. Pengantin pria menuangkan isi kantong, biasanya biji-bijian dan uang receh, ke pangkuan pengantin wanita. Ini simbol nafkah yang diserahkan dan dijaga bersama.
  5. Dulangan. Kedua pengantin saling menyuapi nasi. Gambarannya sederhana: sejak hari itu keduanya berbagi satu piring.
  6. Sungkeman. Pengantin bersimpuh dan mencium lutut orang tua untuk meminta restu, biasanya kepada orang tua pengantin wanita lebih dulu, lalu orang tua pengantin pria. Di sebagian keluarga, sungkeman digelar langsung setelah ijab. Sungkeman sering jadi bagian yang paling mengharukan, dan istilahnya juga tercatat di arti istilah undangan pernikahan. Contoh kalimat yang bisa diucapkan saat bersimpuh, dalam bahasa Indonesia dan krama, ada di kata-kata sungkeman pernikahan.

Tamu dan keluarga biasanya menyaksikan panggih dari kursi mereka. Karena itu panggih tidak perlu blok tersendiri: prosesinya berlangsung di dalam acara yang sudah kalian tulis.

Solo dan Yogyakarta: dua gaya, bukan satu

Urutan di atas adalah rangkuman yang paling sering dipakai, bukan satu-satunya yang benar. Tata cara Solo dan Yogyakarta berkembang dari keraton yang berbeda. Nama prosesi, urutannya, jumlah langkah di dalam panggih, sampai tata busana bisa tidak sama, dan keluarga di luar kedua kota itu punya kebiasaan sendiri lagi.

Banyak keluarga juga memadatkan atau melewatkan sebagian prosesi, dan itu wajar. Tidak ada satu versi yang lebih benar dari yang lain.

Yang aman dilakukan:

  • Tanyakan urutan keluarga kepada sesepuh dan juru rias (pemaes) yang akan memandu, lalu ikuti versi mereka.
  • Jangan menulis nama prosesi di undangan sebelum urutannya pasti. Tamu tidak butuh nama setiap langkah, hanya jam dan tempatnya.
  • Kalau ragu soal tingkat formalitas dan istilah, inspirasi undangan pernikahan Jawa memuat tabel istilah yang sejalan dengan tulisan ini.

Yang masuk undangan, yang disampaikan langsung

Pegangannya satu: tulis di undangan hanya acara yang memang kalian buka untuk tamu. Orang membaca jam di undangan sebagai ajakan datang, jadi menaruh siraman di bawah jam resepsi akan membuat tamu menebak apakah mereka termasuk.

Pembagian yang paling sering pas:

  • Blok acara pertama: ijab atau akad nikah, lengkap dengan tanggal, jam, tempat, dan link maps.
  • Blok acara kedua: resepsi. Panggih sampai sungkeman terjadi di sini, jadi cukup tulis jam resepsinya. Bagian ini bisa diberi nama sendiri kalau kalian ingin menyebut acaranya dengan istilah lain.
  • Disampaikan langsung: pasang tarub, siraman, dan midodareni, lewat telepon atau grup keluarga.
  • Undangan terpisah: ngunduh mantu, karena tuan rumah dan daftar tamunya berbeda. Pembahasannya ada di perbedaan ngunduh mantu dan resepsi.

Satu batas perlu kalian tahu: satu undangan Swanvara memuat tepat dua blok acara, dan semua tamu satu undangan melihat kedua blok itu. Pembagian untuk rangkaian yang lebih panjang ada di undangan untuk rangkaian acara pernikahan.

Template yang pas untuk hajatan Jawa

Kedua template ini sudah membawa nuansa Jawanya sendiri.

Janur cocok untuk hajatan di rumah. Undangan dibuka dari gerbang: sepasang janur melengkung bertemu menjadi gapura, lalu tamu berjalan di bawah tarub dengan tuwuhan, tali ijuk, dan lipatan janur. Rangkaian acara tampil sebagai papan penunjuk arah, dan di ujungnya ada meja penerima tamu dengan buku tamu. Kalau tarub di depan rumah memang bagian dari hari kalian, template ini mengulangnya di layar.

Jati lebih tenang. Isinya panel ukir jati Jepara yang diterangi pelita kuningan, dan cahayanya berpindah dari malam, dini hari, sampai pagi seiring halaman di-scroll. Cocok untuk keluarga yang menginginkan nuansa warisan Jawa yang hangat tanpa suasana meriah. Satu catatan: Jati memakai kalimat Kartini, "Habis gelap, terbitlah terang", sebagai penutup, jadi cek dulu di preview apakah cocok dengan hari kalian.

Keduanya ada di semua paket: Lite Rp 99.000, Pro Rp 199.000, atau Max Rp 349.000, dibayar sekali per undangan. Detailnya ada di halaman harga. Buka galeri template kalau ingin membandingkan dengan yang lain.

Langkah berikutnya di Swanvara

  1. Pilih template, misalnya Janur atau Jati.
  2. Isi form: nama kedua mempelai, blok akad, blok resepsi, foto, dan kalimat pembuka.
  3. Lihat preview-nya di ponsel. Form bisa diisi dan dilihat dulu sebelum membayar; pembayaran adalah langkah terakhir sebelum undangan terbit.
  4. Setelah terbit, tambahkan tamu dan kirim link pribadi masing-masing lewat tombol "Kirim via WhatsApp". RSVP dan buku tamu hanya bisa diisi dari link pribadi itu.

Kalau kalimat undangannya ingin memakai bahasa Jawa, contohnya ada di kata-kata undangan pernikahan bahasa Jawa. Siraman, midodareni, dan panggih sudah dijalani keluarga Jawa jauh sebelum ada undangan di ponsel. Undangan cukup memastikan tamu datang ke tempat dan jam yang tepat, sisanya biar adat yang berjalan.

Template

Template yang dibahas di artikel ini

Buka halamannya untuk melihat contoh lengkap dan detail desainnya.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apa urutan prosesi pernikahan adat Jawa?
Garis besarnya: pasang tarub, siraman, midodareni, ijab (akad nikah), lalu panggih. Di dalam panggih biasanya berurutan balangan gantal, wijikan, sindur, kacar-kucur, dulangan, dan sungkeman. Urutan persisnya berbeda antar keluarga, dan antara gaya Solo dan Yogyakarta, jadi pegangan yang paling aman adalah versi yang dipakai keluarga dan juru rias kalian.
Prosesi mana saja yang perlu ditulis di undangan?
Biasanya dua saja, yaitu akad (ijab) dan resepsi. Panggih sampai sungkeman berlangsung di dalam resepsi atau tepat setelah akad, jadi cukup disebut lewat jam resepsi dan pesan pengantar. Pasang tarub, siraman, dan midodareni untuk keluarga dan kerabat dekat, sehingga lebih pas disampaikan langsung.
Apakah panggih sama dengan resepsi?
Tidak. Panggih adalah rangkaian prosesi pertemuan kedua pengantin, mulai dari balangan gantal sampai sungkeman. Resepsi adalah perjamuan untuk tamu. Di banyak keluarga panggih digelar di awal resepsi sehingga tamu bisa menyaksikannya, tetapi keduanya tetap dua hal yang berbeda.
Apakah semua prosesi ini wajib dijalani?
Tidak ada aturan yang mewajibkan semuanya. Banyak keluarga memadatkan atau melewatkan sebagian, misalnya menggelar panggih dengan ringkas. Yang berlaku adalah kesepakatan kedua keluarga bersama sesepuh yang memandu.
Bisakah undangan digital memuat lebih dari dua acara?
Satu undangan di Swanvara memuat tepat dua blok acara, masing-masing dengan tanggal, jam, tempat, dan link maps sendiri. Acara ketiga, misalnya ngunduh mantu di kota lain, paling rapi dibuat sebagai undangan terpisah dengan daftar tamunya sendiri.

Baca juga