Cara Membuat Undangan Pengajian Digital untuk Grup Majelis dan Tetangga
Panduan membuat undangan pengajian digital: menulis jenis pengajian, penceramah, jam ba'da Maghrib atau Isya, alamat, busana, dan cara menyebarnya ke grup.

Undangan pengajian digital adalah undangan berbentuk tautan untuk acara pengajian, dari pengajian rutin, pengajian syukuran, pengajian menjelang pernikahan, sampai khataman Al-Qur'an. Tamu membukanya di ponsel dan melihat jenis pengajiannya, penceramahnya, jam mulai, alamat dengan peta, dan imbauan busana dalam satu halaman.
Undangan pengajian jarang dibaca dengan saksama. Orang membukanya di grup majelis atau grup RT, mencari jam dan alamat, lalu menutupnya lagi. Jadi tugas undangannya sederhana: dua hal itu harus ketemu dalam sekali gulir, dan hal-hal kecil yang biasanya ditanyakan balik (pakai baju apa, masuk lewat pintu mana) sudah terjawab sebelum ada yang bertanya.
Tahlilan dan doa bersama untuk anggota keluarga yang telah berpulang punya adab mengabarkannya sendiri, jadi tidak dibahas di tulisan ini.
Empat bentuk pengajian dan siapa yang mengundang
Kata "pengajian" menaungi beberapa acara yang cukup berbeda. Yang paling sering diundang lewat tautan ada empat, dan masing-masing punya pengundang, tamu, dan jarak kirim yang tidak sama.
| Bentuk pengajian | Yang mengundang | Yang diundang | Kirim kapan |
|---|---|---|---|
| Rutin bergilir | Tuan rumah yang kebagian giliran, atas nama majelis | Anggota majelis taklim | 2 sampai 3 hari sebelumnya, plus pengingat pagi hari H |
| Syukuran | Keluarga tuan rumah | Tetangga, kerabat, teman majelis | 3 sampai 7 hari sebelumnya |
| Menjelang pernikahan | Keluarga calon mempelai | Kerabat, tetangga, teman pengajian orang tua | 1 sampai 2 minggu sebelumnya |
| Khataman Al-Qur'an | Orang tua santri, atau pengurus TPA dan pesantren | Keluarga besar, wali santri, ustaz dan ustazah | 1 sampai 2 minggu sebelumnya |
Pengajian rutin paling ringkas. Anggotanya sudah hafal polanya, jadi yang mereka perlukan cuma rumah siapa kali ini dan di mana letaknya. Satu hal yang sering terlewat: alamat tuan rumah bergilir berganti tiap pertemuan, dan anggota baru belum tentu tahu jalannya. Tautan peta menyelamatkan mereka.
Pengajian syukuran perlu menyebut apa yang disyukuri. "Pengajian syukuran" sendirian tidak memberi tahu tamu apa-apa, sementara "pengajian syukuran menempati rumah baru" langsung menjawab. Polanya mirip syukuran pada umumnya, yang sudah dibahas di cara membuat undangan syukuran digital.
Pengajian menjelang pernikahan biasanya digelar keluarga beberapa hari atau semalam sebelum akad, dan di banyak keluarga sekaligus menjadi acara doa restu. Tamunya lebih luas dan lebih formal, termasuk kerabat jauh yang mungkin baru pertama kali datang ke rumah itu.
Khataman biasanya punya pusat yang jelas: anak atau santri yang menamatkan Al-Qur'an. Namanya pantas disebut di bagian atas, dan urutan acaranya (misalnya pembacaan surah-surah terakhir, doa khatam, lalu tausiah) perlu ditulis singkat karena keluarga yang datang ingin tahu kapan anaknya tampil.
Pengajian pamitan sebelum berangkat haji atau umroh punya susunan acara sendiri, jadi langkahnya kami tulis terpisah di cara membuat undangan walimatussafar digital.
Info yang wajib ada di undangannya
Jenis pengajian di baris paling atas
Baris pertama menjawab "ini acara apa". Pengajian Rutin Majelis Taklim Al-Hikmah, Pengajian Syukuran Kelahiran Putri Kami, Khataman Al-Qur'an Ananda Nabila. Nama tuan rumah datang sesudahnya, lalu nama penceramah.
Tulis nama penceramah lengkap dengan gelar yang biasa beliau pakai, lalu minta satu orang lain mengecek ejaannya. Nama ustaz yang salah tulis di undangan yang sudah beredar ke beberapa grup termasuk kesalahan yang paling tidak enak diperbaiki.
Jam dalam angka, ba'da Maghrib atau ba'da Isya sebagai penjelas
Banyak undangan pengajian hanya menulis "ba'da Isya". Buat warga satu RT itu cukup, tapi tamu dari luar lingkungan tidak hafal jadwal masjid setempat, dan jam salat bergeser sepanjang tahun. Tulis jamnya dalam angka, lalu penanda salatnya di dalam kurung.
[Hari], [tanggal] [bulan] [tahun]
Pukul 19.30 WIB (ba'da Isya) sampai selesai
Rumah Keluarga [Nama], [alamat lengkap]
Pengajian ba'da Maghrib punya satu kerumitan tambahan. Jarak Maghrib ke Isya tidak panjang, jadi acara yang berlangsung lebih dari satu jam biasanya terpotong waktu Isya. Tamu perlu tahu apakah ada salat Isya berjamaah di tempat atau mereka sebaiknya salat dulu di masjid terdekat. Satu kalimat cukup, dan itu menghemat banyak pertanyaan di grup.
Kalau bisa, tulis juga perkiraan selesainya. Ibu-ibu yang datang membawa anak kecil perlu menakar sampai jam berapa mereka sanggup bertahan.
Alamat, peta, dan pintu masuk
Alamat lengkap, satu patokan yang mudah dikenali, dan tautan peta yang sudah kamu buka sendiri untuk memastikan pinnya jatuh di rumah yang benar, bukan di tengah jalan atau di rumah tetangga.
Kalau jamaah putra dan putri duduk terpisah, tulis pintu masuknya. Misalnya jamaah putri lewat pintu samping dan duduk di ruang tengah, jamaah putra di teras depan. Dengan satu kalimat itu, tamu yang baru pertama kali datang tidak perlu berdiri kebingungan di depan pagar.
Busana dan bawaan
Satu baris saja. Busana muslim, atau busana muslim bernuansa putih kalau memang ada permintaan warna. Kalau jamaah diminta membawa mukena, sajadah, atau Al-Qur'an sendiri, tulis juga. Di pengajian rutin, tuan rumah kadang meminta anggota membawa hidangan. Kalau begitu, sebut terang apa dan berapa, karena kata "seikhlasnya" membuat separuh orang menebak.
Untuk menyusun butir-butir itu menjadi kalimat pembuka dan penutup yang enak dibaca, contohnya ada di kata-kata undangan pengajian.
Satu tautan di grup, tautan personal untuk tamu khusus
Undangan pengajian hampir selalu masuk lewat grup: grup majelis, grup RT, grup keluarga besar. Untuk itu, satu tautan umum yang sama sudah cukup. Tamu membukanya, membaca jam dan alamat, lalu datang.
Tautan umum itu hanya untuk dibaca. Siapa pun yang membukanya bisa melihat seluruh isi undangan, tapi tidak bisa mengirim konfirmasi kehadiran atau menulis di buku tamu. Untuk pengajian, itu tidak jadi masalah. Sebagian besar jamaah datang tanpa mengabari lebih dulu, dan di banyak lingkungan memang begitu kebiasaannya.
Tautan personal berguna untuk segelintir tamu yang memang perlu kamu hitung: penceramah, keluarga besar di pengajian menjelang pernikahan, wali santri di khataman, atau tokoh lingkungan. Tiap tamu mendapat tautannya sendiri lewat kode pendek yang dibuat otomatis, undangannya menyapa mereka dengan nama, dan dari tautan itulah mereka bisa mengisi konfirmasi kehadiran beserta jumlah orang yang ikut. Angkanya kamu pakai untuk menakar karpet dan hidangan, bukan untuk mengabsen.
Teks pengantar untuk grup, dan cara mengirim tautan personal satu per satu tanpa terasa seperti pesan siaran, dibahas di cara menyebar undangan via WhatsApp.
Membuatnya di Swanvara, langkah demi langkah
Form Swanvara dirancang untuk undangan pernikahan dan dipakai sama persis untuk acara apa pun. Tidak ada mode khusus pengajian, jadi cukup cara mengisinya yang kamu sesuaikan. Tabel ini memetakan bagian form ke kebutuhan pengajian.
| Bagian form | Diisi apa untuk pengajian |
|---|---|
| Dua slot nama (Mempelai Pria dan Mempelai Wanita) | Nama tuan rumah suami dan istri. Untuk pengajian menjelang pernikahan, nama kedua calon mempelai. Keduanya wajib diisi dan masing-masing wajib berfoto |
| Foto sampul | Wajib. Foto rumah, mushaf, atau detail ruangan sudah cukup |
| Blok acara pertama | Pilih "Lainnya", lalu tulis labelnya sendiri, misalnya "Pengajian Syukuran" atau "Khataman Al-Qur'an" |
| Blok acara kedua | Opsional. Pakai kalau ada rangkaian kedua, misalnya ramah tamah atau doa restu, dengan label sendiri |
| Dress code | Kolom terpisah untuk laki-laki dan perempuan. Ketik sendiri, misalnya "Busana muslim", dan tambahkan tema warna kalau ada |
| Kutipan | Satu ayat atau doa pendek di pembuka |
| Galeri | Opsional. Tidak perlu diisi sama sekali |
1. Pilih template yang tenang
Buka galeri template. Ada lebih dari 30 pilihan, dan untuk pengajian yang paling pas biasanya yang warnanya teduh dan hurufnya kalem, karena tamu mencari jam dan alamat, bukan ornamen. Imprint yang bergaya letterpress di atas kertas krem terasa resmi tanpa jadi kaku, dan Verdant yang hijau lembut enak untuk acara siang. Warna dan huruf tiap template sudah tetap, jadi pilih yang memang sudah terasa pas.
2. Isi dua slot nama dan fotonya
Form meminta dua nama, masing-masing dengan satu foto. Untuk pengajian di rumah, isi dengan nama tuan rumah suami dan istri, lalu pilih nama siapa yang tampil lebih dulu. Fotonya tidak harus potret wajah. Foto tangan yang memegang mushaf, rangkaian bunga di meja, atau tekstur sajadah juga bisa. Kalau yang mengundang lembaga, misalnya pengurus TPA untuk khataman, banyak panitia mengisi satu slot dengan nama lembaganya dan slot lain dengan nama penanggung jawabnya.
3. Tulis label acara lewat "Lainnya"
Di blok acara pertama, pilih "Lainnya" dan tulis nama acaranya, misalnya "Pengajian Syukuran Rumah Baru". Label inilah yang dibaca tamu sebagai judul bagian acara, jadi tulis yang jelas, bukan singkatan. Isi tanggal, Waktu Mulai dan Waktu Selesai (perkiraan jam selesai sudah cukup), lokasi, dan tautan peta. Blok kedua bisa kamu matikan kalau acaranya cuma satu.
4. Nyalakan dress code dan tulis busananya
Bagian dress code punya kolom terpisah untuk laki-laki dan perempuan, jadi imbauan untuk jamaah putra dan putri bisa ditulis masing-masing. Catatan pintu masuk yang terpisah lebih enak kamu tulis di pesan pengantar grup. Mulai paket Pro, bagian Cerita juga bisa menampung urutan acara khataman atau catatan tempat duduk dalam beberapa kalimat pendek.
5. Tambahkan kutipan dan lagu secukupnya
Satu ayat atau doa pendek di bagian kutipan sudah cukup sebagai pembuka. Paket Lite memakai lagu dari katalog, dan mulai paket Pro kamu bisa mengunggah rekaman sendiri, misalnya lantunan salawat jamaahmu. Galeri tidak wajib. Kalau ingin menampilkan dokumentasi pengajian sebelumnya, jatahnya 10 foto di Lite, 20 di Pro, 40 di Max, dan form tidak menerima foto melebihi jatah paketmu.
6. Cek di ponsel, lalu bagikan
Buka pratinjaunya di ponsel, karena di situ semua tamu akan membacanya. Setelah terbit, kirim tautan umum ke grup. Untuk tamu khusus, tiap baris tamu di dashboard punya ikon kecil untuk menyalin pesan undangan orang itu, berisi nama dan tautan personalnya, yang tinggal kamu tempel di chat pribadi.
Isi undangan tetap bisa diubah setelah terbit, dan tamu yang membuka ulang tautan yang sama langsung melihat versi terbarunya. Untuk pengajian itu berguna, karena penceramah yang berhalangan dan diganti dua hari sebelum acara termasuk kejadian yang cukup sering.
Yang perlu kamu tahu sebelum membayar
Semua paket Swanvara berbayar. Lite Rp 99rb, Pro Rp 199rb, Max Rp 349rb, sekali bayar untuk satu undangan. Rinciannya ada di bagian harga.
Alamat undangan kamu tentukan sendiri, misalnya pengajian-keluarga-hasan.swanvara.com. Di paket Lite dan Pro alamat itu permanen. Paket Max memberi lima kali penggantian, dan alamat lama langsung mati tanpa pengalihan, jadi tautan yang sudah beredar di grup ikut tidak bisa dibuka.
Halamannya tidak punya masa aktif. Undangan tetap bisa dibuka sampai kamu sendiri mematikannya lewat satu saklar yang menyembunyikan seluruh halaman. Undangan tidak muncul di mesin pencari, tapi tidak ada kata sandi, jadi siapa pun yang memegang tautannya bisa membukanya. Untuk pengajian yang memang terbuka bagi tetangga, itu justru sesuai.
Pesan di buku tamu langsung tampil di halaman, dan pemilik undangan tidak bisa menyembunyikan atau menghapusnya dari dashboard. Daftar tamu, status konfirmasi, dan jumlah orang yang ikut hanya bisa kamu lihat di dashboard.
Yang tidak kami kerjakan: undangan cetak, undangan video, siaran langsung, kode QR, dan desain khusus dari nol. Yang kamu dapat satu halaman yang rapi dan cepat dibuka, dengan jam, alamat, dan penceramah yang terbaca dalam sekali gulir. Untuk acara keagamaan yang diselenggarakan panitia masjid atau sekolah, polanya sedikit berbeda dan dibahas di cara membuat undangan maulid nabi digital.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
- Apa saja yang ditulis di undangan pengajian?
- Jenis pengajiannya di baris paling atas, misalnya pengajian syukuran rumah baru atau khataman, lalu nama tuan rumah, nama penceramah, hari dan tanggal, jam mulai dalam angka, alamat lengkap dengan tautan peta, dan imbauan busana. Kalau jamaah putra dan putri duduk terpisah dengan pintu masuk berbeda, tulis juga pintu mana untuk siapa. Tutup dengan satu nama dan satu nomor yang bisa dihubungi.
- Kapan undangan pengajian sebaiknya dikirim?
- Tergantung bentuknya. Pengajian rutin cukup dua atau tiga hari sebelumnya ditambah pengingat pagi hari H, karena anggotanya sudah tahu polanya. Pengajian syukuran tiga sampai tujuh hari sebelumnya. Pengajian menjelang pernikahan dan khataman sebaiknya satu sampai dua minggu sebelumnya, karena tamunya lebih luas dan sebagian datang dari luar kota.
- Perlukah konfirmasi kehadiran untuk undangan pengajian?
- Untuk jamaah umum tidak perlu. Kebanyakan orang datang ke pengajian tanpa mengabari lebih dulu, dan itu wajar. Konfirmasi baru berguna untuk tamu khusus seperti penceramah, keluarga besar, atau tokoh lingkungan, supaya tuan rumah bisa menakar tempat duduk dan hidangan. Di Swanvara, konfirmasi kehadiran hanya bisa dikirim dari tautan personal milik tiap tamu, bukan dari tautan umum yang dibagikan di grup.
- Bagaimana menulis jam pengajian ba'da Maghrib atau ba'da Isya?
- Tulis jamnya dalam angka lebih dulu, lalu tambahkan ba'da Maghrib atau ba'da Isya di dalam kurung, misalnya pukul 18.30 WIB (ba'da Maghrib). Waktu salat berbeda antarkota dan bergeser sepanjang tahun, jadi tamu dari luar lingkungan tidak bisa menebak jamnya dari penanda salat saja. Kalau acaranya melewati waktu Isya, sebut juga apakah ada salat Isya berjamaah di tempat.
Baca juga
Panduan
Cara Membuat Undangan Pensiun Digital untuk Kantor dan Keluarga
Panduan membuat undangan pensiun digital: beda pelepasan kantor dan syukuran keluarga, isi wajib, cara menulis gelar dan jabatan, kapan disebar, dan langkahnya.
Panduan
Cara Membuat Undangan Tedak Siten Digital untuk Langkah Pertama Si Kecil
Panduan membuat undangan tedak siten digital: kapan acaranya, siapa yang diundang, isi yang wajib ada, contoh kalimat, dan cara mengisinya di Swanvara.
Panduan
Cara Membuat Undangan Walimatussafar Digital untuk Pamitan Haji dan Umroh
Panduan membuat undangan walimatussafar digital: kapan acaranya, siapa yang diundang, isi yang wajib ada, jam ba'da Isya, dan cara mengisinya di Swanvara.
Siap membuat undangan kalian sendiri?
Pilih template, isi detail acara, dan bagikan tautannya ke tamu — semua bisa selesai dalam satu sore.
