swanvara

Kata-kata

Pantun Lamaran: Contoh Pantun Pihak Laki-laki dan Pihak Perempuan untuk Berbalas Pantun

Pantun lamaran orisinal a-b-a-b untuk berbalas pantun: pembuka, maksud, penyambutan, jawaban, seserahan, penutup. Plus catatan Melayu Riau dan Banjar.

Tim Swanvara
Daftar isi(15)

Di lamaran yang memakai pantun, bait-baitnya biasanya disusun sebagai percakapan berbalas: pihak laki-laki membuka dan menyampaikan maksud, pihak perempuan menyambut dan menjawab, lalu penyerahan seserahan ditutup dengan satu dua bait lagi. Cara ini masih dipakai di banyak keluarga Melayu, termasuk Melayu Riau, dan di sebagian keluarga Banjar. Di banyak daerah lain, maksud lamaran lebih sering disampaikan lewat sambutan biasa.

Bayangkan rombongan baru turun dari mobil dan berdiri di depan pintu. Wakil keluarga laki-laki mengucapkan empat baris tentang perahu yang menepi, lalu dari dalam rumah terdengar balasan empat baris tentang lampu teras yang menyapa tamu. Tamu yang tadinya gugup mulai tersenyum. Lewat pantun, maksud yang berat diucapkan, yaitu meminang, bisa disampaikan dengan halus.

Semua pantun di halaman ini kami tulis baru dan bebas kalian ubah. Ganti nama, ganti sampiran, selama bunyi akhirnya tetap berpasangan a-b-a-b. Kalau perlu mengingat lagi syarat sampiran dan isi, aturan rima ada di artikel pantun undangan pernikahan. Pantun untuk mengundang tamu tidak diulang di sini.

Urutan pantun dalam satu lamaran

Tabel ini membantu memilih bait menurut segmen. Kolom terakhir menunjukkan artikel yang memuat prosa pasangannya, supaya tidak kami ulang di sini.

SegmenPihakJumlah pantunBerpasangan dengan
PembukaLaki-laki3Pidato pembuka di contoh sambutan lamaran
Menyampaikan maksudLaki-laki3Kalimat meminang di contoh sambutan lamaran
PenyambutanPerempuan3Kalimat sambutan tuan rumah di teks MC lamaran
JawabanPerempuan4Jawaban resmi di contoh sambutan lamaran
Penyerahan seserahanKedua pihak3Ucapan serah terima di kata-kata penyerahan seserahan
Penutup dan terima kasihKedua pihak3Doa penutup di teks MC lamaran

Pantun tidak menggantikan prosa itu, tetapi dipasang di depan atau di sela-selanya, sebagai kalimat pembuka yang halus sebelum pidato yang sebenarnya.

Pantun pembuka dari pihak laki-laki

Tugasnya memberi salam dan meminta izin masuk. Belum ada permintaan di sini, hanya sopan santun.

Perahu kecil menepi perlahan,
Dayung diangkat, air pun tenang.
Salam hormat kami sampaikan,
Dari rombongan yang datang dengan senang.

Pelita menyala di serambi depan,
Cahayanya hangat di malam ini.
Izinkan kami melangkah dengan kesopanan,
Membawa hajat berlandas budi.

Kenanga mekar di tepi talam,
Dipetik pagi dibawa serta.
Izinkan kami membuka salam,
Sebelum maksud kami berkata.

Pantun menyampaikan maksud

Di sini niat meminang disebut. Pantun jenis ini tetap mendahulukan dua baris sampiran sebelum isi, supaya maksudnya datang pelan, bukan langsung ke pokok.

Jauh berjalan melintasi desa,
Menempuh jalan sampai ke sini.
Kami datang membawa asa,
Menyampaikan maksud hari ini.

Ke ladang menanam padi dan jagung,
Pulangnya singgah di tepi telaga.
Putra kami datang membawa hajat agung,
Meminang putri menyambung keluarga.

Padi menguning di tengah sawah,
Angin berembus menyapa dahan.
Kiranya hajat kami tidak salah,
Kami nantikan jawaban dengan kesabaran.

Pantun penyambutan dari pihak perempuan

Penyambutan mendahului jawaban. Di banyak keluarga, tuan rumah sudah menyambut lebih dulu, sebelum maksud disampaikan, dan bait ketiga di bawah cocok untuk urutan itu. Nadanya hangat dan belum memutuskan apa pun, jadi aman dibacakan siapa saja dari pihak tuan rumah.

Pohon rindang di tepi jalan,
Tempat berteduh musafir lelah.
Selamat datang, tamu kehormatan,
Rumah kami terbuka dan ramah.

Air kelapa di cangkir tanah,
Diteguk pelan di siang hari.
Duduklah, Bapak dan Ibu, jangan gelisah,
Kami sambut dengan senang hati.

Lampu teras di sudut rumah,
Cahayanya hangat menyapa tamu.
Silakan sampaikan maksud dan arah,
Kami simak dengan hati yang syahdu.

Pantun jawaban: menerima, atau meminta waktu

Keluarga perempuan punya dua jalan yang sama terhormatnya. Menerima langsung kalau sudah bermufakat, atau meminta waktu kalau belum. Pantun meminta waktu bukan penolakan, melainkan cara halus untuk mengatakan "kami perlu berunding dulu".

Pantun menerima lamaran

Mekar melati di ujung kampung,
Wanginya sampai ke tepi jalan.
Niat baik Bapak kami junjung,
Pinangan diterima dengan kesungguhan.

Burung dara terbang ke timur,
Hinggap di dahan sambil bernyanyi.
Keluarga kami sepakat dan bersyukur,
Menerima putra Bapak dengan sepenuh hati.

Pantun meminta waktu

Padi muda belum menguning,
Dipetik nanti kalau sudah masak.
Kami mohon waktu untuk berunding,
Bermusyawarah dengan keluarga yang banyak.

Bunga di taman belum merekah,
Menunggu hujan dan cahaya pagi.
Beri kami waktu bermusyawarah,
Jawaban kami antar sesuai janji.

Kalau memakai pantun meminta waktu, sebut kapan jawabannya akan diantar, misalnya "dalam minggu ini" di kalimat lanjutannya. Jawaban yang menggantung tanpa batas waktu membuat keluarga laki-laki bingung.

Pantun penyerahan seserahan

Di banyak keluarga seserahan dibawa saat lamaran, sementara di keluarga lain baru menjelang akad, jadi pakai bagian ini sesuai acaranya. Dua bait pertama diucapkan pihak laki-laki saat baki-baki maju. Bait terakhir untuk pihak perempuan yang menerima.

Kain bersulam di atas nampan,
Ditata rapi dengan teliti.
Seserahan ini tanda kesungguhan,
Semoga diterima dengan hati.

Bunga segar di dalam keranjang,
Harumnya sampai ke pintu depan.
Isinya sederhana, niatnya terang,
Semoga berkenan menerima bawaan.

Baki tiba di muka pintu,
Disambut senyum seisi rumah.
Terima kasih atas bawaan itu,
Kami terima dengan doa dan berkah.

Pantun jenis ini tidak menyebut harga atau isi baki satu per satu. Alasannya dibahas di kata-kata penyerahan seserahan, termasuk kata penerimaan dalam prosa.

Pantun penutup dan terima kasih

Penutup dibacakan setelah doa, ketika rombongan bersiap pulang. Pihak laki-laki berterima kasih atas sambutan dan jamuan, lalu kedua pihak bisa saling memohon maaf kalau ada tutur yang kurang pantas.

Hari beranjak menuju petang,
Tamu pulang membawa selamat.
Terima kasih atas sambutan yang lapang,
Semoga silaturahmi kian erat.

Lampu jalan menyala satu-satu,
Rombongan bersiap untuk pulang.
Terima kasih atas jamuan dan waktu,
Semoga hari baik segera datang.

Pasir putih diterpa ombak,
Camar terbang di tepi samudra.
Bila tutur kami kurang layak,
Maafkan kami dengan lapang dada.

Catatan daerah

Pantun berbalas dalam lamaran paling hidup di tradisi Melayu, dan pola di atas sengaja dibuat umum supaya bisa diterima di banyak keluarga. Dua catatan daerah di bawah ini hanya gambaran. Urutan dan istilah berbeda dari satu keluarga ke keluarga lain.

Melayu Riau

Di banyak keluarga Melayu Riau, pantun dipakai terutama saat meminang dan antar tanda, di sebagian keluarga sudah sejak merisik, sering dengan tepak sirih sebagai pembuka. Pihak yang berbalas biasanya wakil yang fasih, bukan orang tua langsung. Kalau keluarga kalian memakai bentuk ini, bait di atas cocok sebagai bahan latihan, tapi pantun yang diwariskan keluarga hampir selalu lebih pantas dibacakan.

Banjar dan baantaran

Dalam adat Banjar, acara mengantar jujuran dan barang bawaan dari pihak laki-laki dikenal dengan baantaran atau maantar jujuran, dan di sebagian keluarga penyerahannya diiringi pantun berbalas. Istilah, jumlah bait, dan siapa yang membaca berbeda-beda menurut kampung dan keluarga.

Tanya tetua atau pemantun keluarga

Sebelum hari acara, tunjukkan pantun pilihan kalian ke tetua atau pemantun keluarga. Tanyakan tiga hal: siapa yang biasa membuka, apakah ada pantun wajib yang harus dibacakan lebih dulu, dan apakah urutan segmen di atas sama dengan kebiasaan keluarga. Artikel inspirasi undangan pernikahan Melayu dan inspirasi undangan pernikahan Banjar menjelaskan latar budayanya.

Menaruh satu bait di undangan lamaran

Dari semua bait di atas, hanya satu yang cocok dipasang di undangan: yang membuka dengan salam hangat, misalnya bait pertama dari pantun pembuka. Bait tentang maksud atau jawaban lebih baik disimpan untuk hari acara.

Kolom Kalimat pembuka undangan di Swanvara menerima sampai 300 karakter, dan satu pantun empat baris di halaman ini sekitar 110-145 karakter. Satu bait masih menyisakan ruang untuk satu kalimat sapaan. Template menampilkan teks bawaan berbasis pernikahan, jadi cek preview-nya dulu sebelum membayar. Langkah membuat undangan khusus lamaran ada di cara membuat undangan lamaran digital.

Yang dilakukan setelah memilih pantun

  1. Pilih satu atau dua bait per segmen, lalu ganti nama dan sampiran supaya terdengar seperti suara keluarga kalian.
  2. Latih sekali dengan suara keras bersama wakil tiap pihak, dan sepakati urutan dengan keluarga perempuan.
  3. Buka galeri template, pilih template yang tenang, lalu isi form. Untuk blok acara, pilih "Lainnya" dan ketik "Lamaran".
  4. Taruh satu bait pembuka di kolom Kalimat pembuka undangan, lalu lihat hasilnya di preview.
  5. Bayar hanya saat siap menerbitkan. Pembayaran adalah langkah terakhir, dengan paket mulai Rp 99rb. Detailnya ada di halaman harga.
  6. Kirim link personal ke tiap anggota rombongan lewat WhatsApp, dan biarkan wakil kalian fokus pada pantun di hari acara.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Siapa yang berbalas pantun saat lamaran?
Biasanya satu wakil dari tiap pihak, bukan calon mempelai. Pihak laki-laki membuka dan menyampaikan maksud, pihak perempuan menyambut dan menjawab. Di keluarga yang masih memegang tradisi, wakilnya adalah pemantun atau orang yang dituakan, jadi tanyakan dulu siapa yang biasa bertugas.
Berapa bait pantun yang cukup untuk satu lamaran?
Satu atau dua bait untuk tiap segmen sudah memadai, jadi totalnya sekitar 6-12 bait. Di halaman ini ada 19 bait yang bisa dipilih. Pilih satu atau dua bait per segmen supaya acara tidak berlarut.
Bagaimana pantun menerima lamaran dari pihak perempuan?
Isinya terima kasih atas niat baik, lalu pernyataan bahwa pinangan diterima, dengan sampiran yang tenang. Contoh di bagian pantun jawaban bisa dipakai apa adanya. Kalau keluarga belum siap menjawab, ada pantun yang meminta waktu untuk bermusyawarah.
Apa bedanya pantun lamaran dengan pantun undangan pernikahan?
Pantun lamaran dipakai sebagai percakapan dua pihak yang saling berbalas pada hari acara. Pantun undangan dipakai satu arah, untuk mengundang tamu. Aturan rimanya sama, jadi kalau perlu mengingat lagi aturan rima a-b-a-b, baca artikel pantun undangan pernikahan.
Bisakah pantun lamaran dipasang di undangan digital?
Bisa, satu bait. Kolom Kalimat pembuka undangan menerima sampai 300 karakter, dan satu pantun empat baris di halaman ini sekitar 110-145 karakter. Teks bawaan template tetap berbasis pernikahan, jadi cek preview sebelum membayar.

Baca juga