swanvara

Etiket

Kondangan ke Pesta Adat Batak: Panduan untuk Teman dan Rekan Kerja yang Bukan Orang Batak

Kondangan ke pesta adat Batak untuk tamu non-Batak: berapa lama acaranya, kapan datang dan pulang, soal tumpak, tempat duduk, makanan, dan ucapan.

Tim Swanvara
Daftar isi(10)

Pesta adat Batak Toba umumnya berjalan berjam-jam setelah pemberkatan di gereja. Tamu biasa cukup memberi tumpak (sumbangan uang dalam amplop), bukan ulos, dan boleh pulang setelah makan dan menyalami keluarga. Itu bekal paling penting untuk kalian yang diundang teman atau rekan kerja Batak dan belum pernah ke acara seperti ini.

Bayangkan kalian duduk di gedung pesta pukul dua siang. Pembawa acara berbicara dalam bahasa Batak, kelompok keluarga maju bergiliran, dan seseorang menyampirkan ulos ke pundak pengantin. Kalian tidak tahu kapan sebaiknya berdiri, kapan boleh mengambil makanan, atau apakah pamit sebelum acara selesai dianggap kurang ajar. Panduan ini menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dari sisi tamu. Urutan lengkap acaranya dari sisi keluarga ada di urutan pernikahan adat Batak Toba.

Penjelasannya mengikuti pesta adat Batak Toba yang digelar setelah pemberkatan di gereja. Kebiasaan berbeda antarkeluarga dan antarkota, dan Karo, Simalungun, Pakpak, Angkola, serta Mandailing punya tata cara sendiri. Kalau kalian bingung di tempat, panitia dan teman yang kenal keluarganya adalah pegangan terbaik.

Apa yang terjadi, dan berapa lama?

Bagi keluarga, rangkaian pernikahan Batak Toba panjang dan sebagian besar tertutup untuk tamu. Yang biasanya dibuka untuk tamu hanya dua: pemberkatan di gereja (pamasu-masuon) dan pesta adat (ulaon unjuk). Pada banyak pernikahan perantau, keduanya digelar di hari yang sama, dengan pemberkatan di pagi hari dan pesta adat menyusul di gedung.

Di pesta adat, dua keluarga besar duduk sesuai kedudukan adatnya, dan juru bicara masing-masing memandu jalannya acara. Di sela rangkaian itu ada mangulosi, sumbangan dari kerabat, nasihat, dan makan bersama. Karena banyak kelompok keluarga maju bergiliran, jam selesainya sering molor dari perkiraan. Itu bukan tanda acaranya kacau, memang begitulah bentuk pesta ini.

Untuk kalian sebagai tamu, artinya sederhana: jangan menjadwalkan janji penting tepat setelah jam di undangan. Kalau undangan menulis "sampai selesai", anggap acaranya bisa berjalan beberapa jam.

Kapan datang, kapan pulang dengan sopan?

Datanglah mendekati jam mulai. Kalau diundang ke pemberkatan, tiba sebelum ibadah dimulai. Kalau hanya ke pesta adat, kalian tidak wajib hadir sejak pembukaan, tapi usahakan tidak terlalu telat karena penerima tamu dan tempat duduk lebih mudah diatur di awal. Soal membaca jam di undangan, jam berapa datang ke undangan pernikahan membahasnya lebih rinci.

Untuk pulang, urutan yang aman:

  1. Ikut makan bersama setelah doa makan. Di banyak pesta Batak Toba, makan berlangsung cukup awal, sebelum pembicaraan adat.
  2. Serahkan tumpak dan catat nama di buku tamu bila ada. Di banyak keluarga, tamu maju menyerahkan tumpak setelah makan sambil menyalami orang tua pengantin.
  3. Salami pengantin bila ada kesempatan, lalu tunggu jeda antara satu bagian acara dengan bagian berikutnya.
  4. Pamit pelan kepada teman yang kalian kenal atau kepada panitia, lalu keluar.

Yang sebaiknya dihindari: berjalan keluar saat ulos sedang disampirkan atau saat seseorang berbicara di depan. Menunggu beberapa menit sampai jeda hampir selalu cukup.

Tidak ada kewajiban bertahan sampai akhir. Teman dan rekan kerja yang bukan bagian dari keluarga besar umumnya pulang lebih awal, dan tuan rumah tahu itu.

Tumpak dan amplop kondangan

Tumpak berupa sumbangan uang dalam amplop dari kerabat dan tamu untuk keluarga yang menggelar pesta. Bagi tamu dari luar komunitas, anggap saja ini amplop kondangan seperti biasa. Kalau tidak ada petunjuk lain di undangan, amplop biasa dengan nama kalian sudah pantas.

Beberapa hal praktis:

  • Tulis nama kalian di amplop, supaya keluarga yang mencatat bisa berterima kasih sesudahnya.
  • Ikuti arahan panitia soal ke mana amplop diserahkan. Di sebagian pesta ada meja atau petugas yang menerima, di sebagian lain amplop diserahkan pada bagian tertentu dalam acara. Siapa yang menyerahkan dan kapan berbeda antarkeluarga.
  • Tanya satu orang yang kenal keluarganya kalau kalian ragu. Satu pertanyaan ke teman sudah cukup.

Soal besarnya isi, tidak ada angka baku yang berlaku di semua keluarga. Kisarannya menurut kedekatan dan kota ada di isi amplop kondangan yang wajar, dan artikel ini sengaja tidak menyebut angka. Urusan antarkeluarga di balik pesta, seperti sinamot, tidak ada hubungannya dengan tamu. Kalau kalian penasaran, arti sinamot dalam pernikahan Batak Toba menjelaskannya.

Kenapa tamu biasa tidak membawa ulos?

Ulos diberikan dalam prosesi mangulosi oleh pihak hula-hula, yaitu keluarga pemberi istri, kepada pihak penerima, dan jenisnya mengikuti hubungan kekerabatan antara pemberi dan penerima. Penjelasan singkatnya ada di FAQ "Apa itu mangulosi?" pada inspirasi undangan pernikahan Batak. Tamu dari luar keluarga cukup memberi tumpak.

Duduk di mana kalau kalian teman atau rekan kerja?

Di pesta adat, tempat duduk keluarga mengikuti kedudukan adatnya, jadi kursi di dekat panggung dan di barisan depan biasanya milik kerabat. Tamu undangan dari luar keluarga lazimnya diarahkan ke bagian lain ruangan oleh petugas atau penerima tamu.

Yang bisa kalian lakukan:

  • Tanya petugas di pintu, bukan menebak sendiri. Kalimat "kami teman kerja pengantin, bisa duduk di mana?" sudah cukup.
  • Duduklah bersama teman sekantor atau teman satu kelompok. Itu yang dilakukan sebagian besar tamu non-keluarga.
  • Jangan menempati barisan depan kecuali dipersilakan.
  • Ikuti gerak ruangan. Kalau hadirin berdiri untuk doa atau saat bagian tertentu, ikut berdiri. Kalau semua duduk, duduklah.

Saat ada bagian yang tidak kalian mengerti, cukup perhatikan ruangan. Tidak ada yang mengharapkan tamu dari luar paham seluruh adatnya.

Soal makanan

Tanya tuan rumah. Menu pesta adat bisa berbeda dari yang biasa kalian temui di resepsi lain, dan bentuk hidangannya tergantung keluarga, gedung, dan katering. Banyak keluarga Batak menyiapkan hidangan terpisah, sering disebut hidangan parsubang, untuk tamu yang tidak makan babi. Kalau ada pantangan makanan karena agama, alergi, atau diet, tetap tanyakan sebelum hari-H kepada teman yang mengundang atau kepada panitia, bukan di depan antrean makan.

Kalau tidak sempat bertanya, ambil dulu yang jelas aman untuk kalian. Di banyak pesta, makan dimulai bersama setelah doa makan, jadi tunggu doa itu selesai sebelum mulai menyantap.

Yang diucapkan saat bersalaman

"Horas" sudah cukup, ditambah ucapan selamat yang tulus dalam bahasa Indonesia. Di pesta Karo, salam yang lazim dipakai "Mejuah-juah", bukan "Horas". Kalau ingin menambah satu kalimat Batak, pilih yang paling lazim dan jangan memakai kalimat adat panjang yang kalian tidak yakin artinya. Daftar ucapan beserta artinya, termasuk apa yang sebaiknya tidak ditulis, sudah ada di ucapan selamat menikah bahasa Batak, jadi tidak diulang di sini.

Ringkasan: apa yang dilakukan dan dihindari

MomenYang dilakukan tamuYang dihindari
Tiba di gedungDatang mendekati jam mulai, tanya petugas soal tempat dudukLangsung duduk di barisan depan
Menyerahkan amplopTulis nama, ikuti arahan panitiaMenyerahkan amplop tanpa nama atau ke sembarang orang
Prosesi mangulosi dan bagian adatPerhatikan, berdiri atau duduk mengikuti ruanganMengobrol keras atau berjalan keluar saat prosesi
MakanTunggu doa makan, tanya tuan rumah kalau ada pantanganMenunda tanya sampai antre dan menahan orang di belakang
Bersalaman"Horas" dan ucapan selamat yang tulusKalimat adat panjang yang tidak kalian pahami
PamitTunggu jeda acara, pamit pelan kepada teman atau panitiaMenyelinap pergi di tengah prosesi

Kalau kalian yang menikah dan tamunya banyak yang bukan orang Batak

Sebagian tamu kalian, terutama teman kantor, akan datang dengan pertanyaan yang sama seperti di atas. Beberapa hal kecil bisa menjawabnya sejak awal.

Di Swanvara, form acara punya dua blok. Untuk pernikahan Batak Toba, blok pertama bisa diisi "Pemberkatan Protestan" atau "Misa Kudus", dan blok kedua memakai jenis "Lainnya" dengan teks sendiri, misalnya "Pesta Adat". Tiap blok punya jam dan tempatnya sendiri. Saat RSVP, tamu memilih acara mana yang mereka hadiri, atau Keduanya. Tamu yang hanya ke pesta adat tinggal memilih blok itu.

Link pribadi mengubah sapaan, bukan isi undangan, dan semua tamu melihat kedua blok acara.

Cara membagi rangkaian yang panjang dan memilih tahap yang masuk undangan ada di urutan pernikahan adat Batak Toba. Untuk gambaran tampilan, baca inspirasi undangan pernikahan Batak. Swanvara belum punya template untuk adat Batak, jadi pilih kerangka netral di galeri template, dan biarkan marga serta nama orang tua yang membawa nuansa adatnya.

Langkah berikutnya

Bagi kalian yang diundang sebagai tamu:

  1. Cek jam di undangan, dan beri ruang untuk acara yang molor.
  2. Siapkan amplop dengan nama kalian, isinya mengikuti kedekatan dengan keluarga.
  3. Tanyakan satu hal ke teman yang kenal keluarganya: kapan amplop diserahkan dan di mana tamu umum duduk.
  4. Beri salam, nikmati makan, dan pulang saat ada jeda acara.

Bagi kalian yang menikah dan menyusun undangan di Swanvara: pilih template di galeri, isi form dengan dua blok acara, lalu cek preview-nya di ponsel. Form bisa diisi dan dilihat preview-nya sebelum membayar, dan pembayaran adalah langkah terakhir sebelum undangan terbit. Harganya ada di halaman harga. Setelah terbit, tambahkan tamu dan kirim link pribadi ke tiap orang.

Pesta adat itu panjang karena banyak keluarga yang dipertemukan, dan hampir semuanya senang ada tamu dari luar yang datang dengan niat baik.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Berapa lama pesta adat Batak Toba berlangsung?
Biasanya berjam-jam, dan sering lebih lama dari jam yang tertulis di undangan. Rangkaiannya melibatkan banyak kelompok keluarga yang maju bergiliran, jadi jam selesainya sulit dipastikan. Undangan yang rapi menulis jam mulai dan "sampai selesai". Kalau kalian ada janji lain, siapkan waktu beberapa jam sejak tiba, lalu sesuaikan dengan suasana di tempat.
Apakah tamu biasa harus membawa ulos ke pesta adat Batak?
Tidak. Ulos diberikan dalam prosesi mangulosi oleh pihak hula-hula, yaitu keluarga pemberi istri, kepada pihak penerima, dan jenisnya mengikuti hubungan kekerabatan. Tamu dari luar keluarga lazimnya memberi tumpak, yaitu sumbangan uang dalam amplop.
Apa itu tumpak di pesta Batak?
Tumpak adalah sumbangan uang dalam amplop dari kerabat dan tamu untuk keluarga yang menggelar pesta (suhut). Bagi tamu dari luar komunitas, tumpak mirip amplop kondangan pada umumnya. Siapa yang menyerahkan dan pada bagian acara mana berbeda antarkeluarga, jadi ikuti arahan panitia atau tanyakan ke teman yang kenal keluarganya.
Boleh pulang duluan dari pesta adat Batak?
Boleh, terutama bagi teman dan rekan kerja yang bukan bagian dari keluarga besar. Pesta adat memang panjang, dan tuan rumah tahu tidak semua tamu bisa menunggu sampai akhir. Yang dianggap sopan: datang, makan bersama, menyerahkan tumpak sambil menyalami keluarga, lalu pamit pelan-pelan, bukan menyelinap pergi saat acara adat sedang berlangsung.
Apa yang diucapkan saat menyalami pengantin Batak?
Cukup "Horas" dan ucapan selamat dalam bahasa Indonesia yang tulus. Di pesta Karo, salam yang lazim dipakai "Mejuah-juah". Kalau ingin menambah satu kalimat Batak, "Horas jala gabe" paling lazim. Daftar ucapan lengkap dengan artinya ada di artikel ucapan selamat menikah bahasa Batak.

Baca juga