Cara Membuat Undangan Tujuh Bulanan Digital: dari Mitoni sampai Pengajian
Panduan membuat undangan tujuh bulanan digital: isi yang wajib ada, cara menulis rangkaian siraman atau pengajian, pilihan template, dan langkahnya di Swanvara.

Undangan tujuh bulanan digital adalah undangan berbentuk link untuk syukuran di usia kandungan tujuh bulan, yang di Jawa dikenal sebagai mitoni atau tingkeban. Isinya nama calon orang tua, nama acara, hari dan jam, lokasi, dan konfirmasi kehadiran dalam satu halaman yang dibuka di ponsel.
Bentuk acaranya berbeda-beda. Ada yang berupa selamatan adat dengan siraman, ada yang berupa pengajian dan doa bersama, ada juga gabungan keduanya. Karena itu undangan yang baik menyebut dengan jelas acara apa yang akan berlangsung, supaya tamu datang dengan pakaian dan harapan yang tepat.
Sekilas tentang tujuh bulanan
Tujuh bulanan adalah syukuran atas kehamilan yang memasuki bulan ketujuh, sekaligus doa agar ibu dan bayi sehat sampai hari persalinan. Di Jawa disebut mitoni (dari kata pitu, tujuh) atau tingkeban, di Sunda disebut nujuh bulan. Umumnya digelar untuk kehamilan pertama, meski sebagian keluarga melakukannya di setiap kehamilan.
Rangkaian adat Jawa yang paling sering ditemui antara lain:
- Siraman: calon ibu disiram air kembang oleh sesepuh atau beberapa ibu yang dituakan, sering berjumlah tujuh orang.
- Brojolan: sebutir kelapa gading dilepaskan lewat kain yang membalut perut calon ibu, sebagai doa agar persalinan lancar.
- Ganti busana: calon ibu berganti kain beberapa kali sampai tamu menganggap yang terakhir sudah pas.
- Jualan dawet dan rujak: tamu "membeli" dengan kepingan tanah liat, lalu menikmatinya bersama.
Keluarga muslim sering mengisinya dengan pengajian: pembacaan ayat suci, doa selamat, ceramah singkat, lalu makan bersama. Sebagian membaca surat-surat tertentu, dan pilihannya berbeda dari satu keluarga ke keluarga lain.
Yang perlu diingat: tata caranya sangat bergantung pada daerah dan kebiasaan keluarga. Tidak ada versi yang paling benar. Kalau ragu soal urutan atau perlengkapan, tanyakan ke orang tua atau sesepuh, dan tulis di undangan hanya apa yang memang akan kamu jalankan.
Siapa yang biasanya diundang
Lingkarannya keluarga dan tetangga: kakek dan nenek dari kedua pihak, pakde, bude, om, tante, sepupu, tetangga kiri-kanan, dan ibu-ibu pengajian atau arisan yang sudah akrab dengan keluarga. Jumlahnya jauh lebih kecil daripada tamu pernikahan, dan hampir semuanya sudah tahu kabar kehamilannya.
Itu memengaruhi nada undangan. Kamu tidak perlu menjelaskan panjang lebar. Undangannya cukup sopan, hangat, dan jelas soal waktu serta tempat.
Satu catatan praktis: orang yang memegang peran dalam siraman, entah sesepuh atau ibu yang dituakan, sebaiknya dikabari langsung lewat telepon atau kunjungan, jauh sebelum link disebar. Merekalah yang paling menentukan jalannya acara, dan kabar lewat link saja bisa terasa kurang hormat.
Isi yang perlu ada di undangan
Pakai tabel ini sebagai daftar periksa sebelum membuka form.
| Bagian | Yang ditulis | Catatan |
|---|---|---|
| Pengundang | Nama calon ayah dan ibu | Kalau orang tua kalian ikut mengundang, sebut di kalimat pembuka undangan |
| Nama acara | "Tujuh Bulanan", "Mitoni", "Tingkeban", atau "Pengajian Syukuran Kehamilan" | Pakai sebutan yang dipakai keluargamu, jangan dicampur |
| Hari, tanggal, jam | Tanggal Masehi, jam mulai, perkiraan selesai | Hari pasaran bisa kamu tulis di kalimat pembuka kalau keluargamu memakainya |
| Lokasi | Alamat lengkap dan tautan peta | Acara di rumah: patokan gang atau warna pagar membantu tamu yang jarang datang |
| Rangkaian | Pengajian, siraman, brojolan, ramah tamah, sesuai yang dijalankan | Cukup nama dan jamnya, tidak perlu menjelaskan makna tiap prosesi |
| Busana | Imbauan busana dan warna tema untuk tamu | Misalnya busana muslim, atau kebaya dan batik dengan warna tertentu |
| Konfirmasi kehadiran | Tombol RSVP dan jumlah orang | Membantu memperkirakan jumlah konsumsi dan besek |
| Kalimat pembuka | Permohonan doa dan ucapan terima kasih | Nadanya syukur, bukan pesta |
Yang lebih baik ditinggalkan: foto USG, tebakan jenis kelamin, dan hitung mundur yang dramatis. Kalau kamu memang ingin suasana pesta kecil dengan tema dan kado, itu wilayah baby shower, dan ada panduannya di cara membuat undangan baby shower digital.
Rangkaian acara dan cara menulisnya
Rangkaian acara paling sering membuat bingung saat ditulis, karena satu acara bisa berisi lima prosesi sementara tamu hanya perlu tahu dua hal: kapan harus datang dan kira-kira berapa lama.
| Bentuk acaramu | Yang dituliskan di undangan | Yang tidak perlu |
|---|---|---|
| Mitoni Jawa | "Siraman dan Brojolan" dengan jam mulai, lalu "Ramah Tamah" | Urutan lengkap ganti kain, jualan dawet, dan makna tiap perlengkapan |
| Pengajian syukuran | "Pengajian" dengan jam mulai, lalu "Ramah Tamah" atau makan bersama | Daftar surat yang akan dibaca |
| Gabungan | "Pengajian" di blok pertama, "Siraman" di blok kedua dengan jam masing-masing | Penjelasan kenapa digabung |
| Hanya doa bersama | Satu blok "Doa Bersama" atau "Pengajian", blok kedua dimatikan | Bagian ramah tamah yang tidak ada |
Kalau rangkaiannya lebih panjang dari dua bagian, gabungkan dalam satu label dan jelaskan urutannya di pesan pengantar yang kamu kirim bersama link. Tamu yang ingin tahu detailnya akan melihatnya sendiri di hari itu.
Langkah membuatnya di Swanvara
1. Pilih template yang tenang
Tujuh bulanan adalah acara yang khidmat, jadi pilih bingkai yang kalem dan tidak ramai. Untuk keluarga Jawa, Pesona dibangun di atas motif batik kawung dan parang, sehingga adat Jawanya terbaca sejak halaman pertama. Untuk keluarga Sunda atau yang ingin tampilan netral, Imprint punya serif tipis di atas kertas krem, dan Verdant bernuansa hijau sage dan merah muda lembut. Kami memang punya template bernuansa Sunda, Embun, tapi bagian namanya memuat kalimat tetap tentang melangsungkan pernikahan, jadi kurang pas untuk nujuh bulan. Buka galeri template, pratinjau beberapa, lalu pilih yang paling mirip suasana rumahmu.
2. Isi dua kolom nama dengan calon ayah dan ibu
Formnya punya dua kolom nama berlabel Mempelai Pria dan Mempelai Wanita, dan masing-masing wajib diberi foto. Isi dengan nama dan foto calon ayah dan ibu, karena merekalah pengundangnya. Foto sampul juga wajib, jadi siapkan satu foto kalian berdua yang enak dilihat. Ada pilihan nama mana yang tampil duluan, jadi urutannya bisa kamu atur. Periksa ejaan dua kali, terutama pada nama Jawa atau nama berbahasa Arab yang mudah tertukar hurufnya.
Di bagian yang sama ada kolom kalimat pembuka undangan yang sudah terisi contoh. Ganti dengan kalimat yang menyebut syukuran tujuh bulanan dan permohonan doa, karena itulah sapaan pertama yang dibaca tamu.
3. Isi blok acara pertama lewat "Lainnya"
Form acara punya dua blok, dan setidaknya satu harus menyala. Pilihan jenis upacara di blok pertama berisi upacara pernikahan seperti Akad Nikah atau Pemberkatan. Untuk tujuh bulanan, pilih Lainnya, lalu tulis labelnya sendiri, misalnya "Pengajian" atau "Siraman dan Brojolan". Teks itulah yang dibaca tamu sebagai judul bagian acara, jadi tulis yang jelas dan hindari singkatan. Isi jam mulai dan selesai (atau pilih "Sampai selesai"), lokasi, dan tautan peta. Tanggal acaranya cukup dipilih sekali di awal bagian acara.
4. Isi blok kedua dengan label sendiri
Blok kedua adalah blok resepsi. Di pilihan nama acaranya, pilih Lainnya, lalu beri label sendiri seperti "Ramah Tamah" atau "Siraman", lengkap dengan jam dan lokasinya. Kalau seluruh acara berlangsung dalam satu rangkaian di satu tempat, blok kedua boleh dimatikan.
5. Nyalakan busana tamu kalau perlu
Bagian busana tamu bersifat opsional. Kalau kamu menyalakannya, form meminta satu imbauan busana dan setidaknya satu warna tema untuk semua tamu, dan kamu bisa membedakannya untuk pria dan wanita kalau perlu. Imbauannya bisa "Busana muslim" untuk pengajian atau "Kebaya dan batik" untuk siraman, lalu pilih warna temanya, misalnya putih dan hijau. Tulis yang spesifik, karena tamu yang diberi tahu lebih awal tidak perlu bertanya di grup.
6. Tambahkan foto dan musik secukupnya
Galeri bersifat opsional dan memuat sampai 10 foto di paket Lite, 20 di Pro, dan 40 di Max. Form unggahnya sendiri membatasi jumlah foto sesuai kuota paketmu, jadi kamu tidak bisa memilih lebih dari itu. Kalau butuh lebih, ada tambahan 5 foto seharga Rp 5rb, bisa dibeli berulang. Untuk tujuh bulanan, lima sampai delapan foto sudah cukup: foto kehamilan, foto kalian berdua, satu foto keluarga. Musik latar bisa dipilih dari katalog sejak Lite, dan mengunggah lagu sendiri tersedia mulai Pro.
7. Sebar link personal, lalu pantau RSVP
RSVP selalu ada di undangan. Tamu mengonfirmasi kehadiran dan jumlah orang lewat link personal masing-masing, yang juga menyapa mereka dengan nama. Daftar tamu, status RSVP, dan jumlah yang hadir hanya terlihat olehmu di dashboard, jadi kamu tidak perlu menghitung balasan dari chat. Alamat undangannya kamu tentukan sendiri, misalnya tujuh-bulanan-sekar.swanvara.com. Pilih dengan teliti, karena di paket Lite dan Pro alamat itu tidak bisa diganti setelah terbit.
Cara membagikannya ke tamu
Kirim link personal ke tiap keluarga yang kamu perlu tahu jumlah hadirnya. RSVP dan ucapan buku tamu hanya bisa dikirim dari link personal. Link umum yang diposting di grup cukup untuk melihat undangannya. Jadi untuk grup ibu-ibu pengajian atau arisan, link umum sudah cukup sebagai kabar, tapi kalau kamu ingin jumlah yang pasti, kirim link personal ke masing-masing.
Dua sampai tiga minggu sebelum acara biasanya cukup. Urutan kirim dan contoh pesannya ada di cara menyebar undangan via WhatsApp. Contohnya ditulis untuk pernikahan, jadi tinggal kamu sesuaikan. Untuk eyang dan sesepuh yang jarang membuka link, telepon dulu, lalu kirim link-nya ke anak atau cucu yang biasa mengantar mereka.
Contoh teks siap pakai untuk kalimat pembuka dan pesan WhatsApp-nya ada di kata-kata undangan tujuh bulanan.
Kalau acaramu lebih dekat ke pengajian biasa, baca juga cara membuat undangan pengajian digital. Setelah bayinya lahir, syukuran berikutnya mungkin aqiqah, dan di keluarga Jawa ada tedak siten saat si kecil mulai menapak tanah.
Yang perlu kamu tahu soal formnya
Formnya sama dengan yang dipakai untuk undangan pernikahan, dan lebih baik kami katakan terus terang daripada berpura-pura ada mode khusus tujuh bulanan. Kolomnya berlabel Mempelai Pria dan Mempelai Wanita, dan Pesona, Imprint, serta Verdant punya teks tetap bertema pernikahan, misalnya "Undangan Pernikahan" di halaman pembuka serta "Mempelai" atau "Pengantin" di bagian nama. Teks itu tidak bisa diubah. Yang bisa kamu atur adalah kalimat pembuka undangan (maksimal 300 karakter), jadi tulis di sana bahwa ini syukuran tujuh bulanan. Setelah hari acara lewat, kalimat itu berganti menjadi ucapan terima kasih bawaan yang masih menyebut pernikahan. Pratinjaunya bisa kamu lihat sebelum membayar, jadi cek dulu hasilnya dan putuskan setelah kamu nyaman.
Isi undangan tetap bisa diubah setelah terbit. Kalau jam siraman bergeser, perbarui saja, dan tamu yang membuka ulang link yang sama akan melihat versi terbaru. Halaman undangan tidak muncul di mesin pencari, tapi tidak dikunci kata sandi, jadi siapa pun yang memegang link-nya bisa membukanya.
Yang tidak ada di Swanvara: undangan cetak, undangan video, siaran langsung, dan desain yang dibuat dari nol. Pengiriman link juga tidak otomatis lewat WhatsApp, kamu membagikannya sendiri. Yang kami sediakan adalah satu halaman web yang cepat dibuka di HP dan bisa kamu ubah kapan saja. Paketnya Lite Rp 99rb, Pro Rp 199rb, dan Max Rp 349rb, dibayar sekali untuk tiap undangan.
Langkah berikutnya
Mulai dari urutan yang paling ringan. Tanyakan dulu ke orang tua atau sesepuh soal tanggal dan rangkaian, lalu pilih template di galeri template. Isi form sampai pratinjaunya sesuai, tanpa perlu membayar dulu. Pembayaran baru dilakukan di akhir, sebelum undangan terbit. Setelah terbit, kirim link personal ke tiap keluarga dan link umum ke grup, lalu pantau konfirmasi hadir di dashboard.
Undangan tujuh bulanan yang paling enak dibaca biasanya yang paling jernih: nama calon ayah dan ibu, nama acara yang dipakai keluarga, jam, alamat, dan satu kalimat permohonan doa. Selebihnya biar acaranya sendiri yang bercerita.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
- Kapan tujuh bulanan diadakan?
- Namanya sudah menunjuk waktunya: saat usia kandungan tujuh bulan, dan umumnya untuk kehamilan pertama. Tanggal pastinya tiap keluarga berbeda. Ada yang memilih hari baik menurut hitungan sesepuh, ada yang menyesuaikan kondisi calon ibu dan jadwal keluarga besar. Karena itu tanyakan dulu ke orang tua atau sesepuh, lalu baru kunci tanggal sebelum undangan dibuat.
- Apa bedanya tujuh bulanan, mitoni, dan tingkeban?
- Ketiganya merujuk pada syukuran di usia kandungan tujuh bulan. Mitoni dan tingkeban adalah sebutan di Jawa, nujuh bulan sebutan di Sunda, dan tujuh bulanan istilah umum yang paling sering dicari. Bentuk acaranya bisa selamatan adat dengan siraman, bisa pengajian dan doa bersama, jadi pakai nama yang memang dipakai keluargamu di undangan.
- Siapa saja yang diundang ke acara tujuh bulanan?
- Biasanya keluarga besar dari kedua pihak, tetangga sekitar rumah, dan ibu-ibu pengajian atau arisan yang akrab dengan keluarga. Untuk siraman adat, sesepuh dan beberapa ibu yang dituakan punya peran, jadi mereka sebaiknya dikabari langsung lebih dulu. Jumlahnya jauh lebih kecil daripada tamu pernikahan.
- Apa yang wajib ditulis di undangan tujuh bulanan?
- Nama calon ayah dan ibu sebagai pengundang, nama acara, hari dan tanggal, jam mulai, serta alamat dengan tautan peta. Kalau ada dua rangkaian terpisah seperti pengajian lalu ramah tamah, tulis jam masing-masing. Busana yang diharapkan sangat membantu tapi tidak wajib, sedangkan konfirmasi kehadiran di Swanvara sudah otomatis ada.
- Apakah undangan tujuh bulanan boleh digital?
- Boleh. Undangan hanya cara mengabarkan acara, bukan bagian dari prosesi adat atau ibadahnya. Untuk tetangga dan ibu-ibu yang sudah satu grup WhatsApp, link lebih mudah dibuka. Untuk eyang dan sesepuh, telepon atau datangi langsung lebih dulu, lalu kirim link-nya ke anggota keluarga yang mendampingi.
Baca juga
Panduan
Cara Menulis Love Story di Undangan Pernikahan (dengan Contoh)
Cara menulis love story di undangan pernikahan: pilih 3-6 momen, beri judul singkat, tulis 2-4 kalimat, pilih nada, dan tahu apa yang sebaiknya dilewatkan.
Panduan
Cara Menghitung Porsi Katering Pernikahan dari Data RSVP
Cara menghitung porsi katering pernikahan dari RSVP: dari diundang sampai yang datang, buffer prasmanan, gubukan, nasi kotak, dan kapan angkanya dikunci.
Panduan
Cara Membuat Undangan Pensiun Digital untuk Kantor dan Keluarga
Panduan membuat undangan pensiun digital: beda pelepasan kantor dan syukuran keluarga, isi wajib, cara menulis gelar dan jabatan, kapan disebar, dan langkahnya.
Siap membuat undangan kalian sendiri?
Pilih template, isi detail acara, dan bagikan tautannya ke tamu. Semuanya bisa selesai dalam satu sore.
