Urutan Adat Pernikahan Palembang: dari Madik sampai Munggah, dan Mana yang Masuk Undangan
Urutan adat pernikahan Palembang dari madik, berasan, mutuske kato, dan nganterke belanjo sampai akad dan munggah, serta mana yang masuk undangan digital.

Daftar isi(15)
- Urutan dalam satu tabel
- Sebelum akad
- Madik dan menyenggung: bertanya sebelum melamar
- Meminang dan berasan
- Mutuske kato: dua tanggal yang menentukan undangan
- Nganterke belanjo: hantaran menjelang akad
- Berpacar dan persiapan menjelang akad
- Akad dan munggah
- Akad: blok pertama undangan
- Munggah: suap-suapan, cacap-cacapan, dan tari pagar pengantin
- Kunjungan sesudahnya
- Yang dipersingkat keluarga sekarang
- Dua tanggal dari mutuske kato, dua blok di undangan
- Template untuk keluarga Palembang
- Langkah berikutnya di Swanvara
Urutan adat pernikahan Palembang, dalam praktiknya, bergerak dari madik dan berasan, lewat mutuske kato dan nganterke belanjo, sampai akad dan munggah, dan banyak keluarga kini meringkasnya menjadi beberapa pertemuan saja.
Bayangkan seorang tante membuka link undangan kalian, lalu menulis di grup keluarga: "Nganterke belanjo itu kita diundang juga, atau cuma keluarga inti?" Pertanyaan itu wajar. Rangkaian adat Palembang punya banyak nama, sebagian tidak pernah ditulis di kartu undangan, dan tamu sering tidak tahu mana yang mengajak mereka datang.
Tulisan ini menyusun tahapannya dari awal, mencatat siapa yang hadir di tiap tahap, lalu membantu memilah mana yang masuk undangan dan mana yang cukup dikabarkan lewat pesan pribadi. Satu catatan di muka: sumber tentang adat Palembang tidak selalu sepakat soal urutan dan ejaan. Anggap urutan di sini sebagai kerangka, dan tanyakan versi keluarga kalian kepada sesepuh.
Urutan dalam satu tabel
Kolom terakhir adalah usul kami untuk undangan digital, bukan aturan adat.
| Tahap | Yang terjadi | Siapa yang hadir | Di undangan? |
|---|---|---|---|
| Madik dan menyenggung | Keluarga pria mencari tahu tentang calon, lalu menyampaikan maksud dengan halus | Utusan atau kerabat dekat | Tidak |
| Meminang | Pinangan resmi kepada keluarga calon pengantin wanita | Keluarga inti kedua pihak | Tidak |
| Berasan | Kedua keluarga bermusyawarah tentang rencana pernikahan | Keluarga besar dan sesepuh | Tidak |
| Mutuske kato | Memutuskan kata: hal-hal yang disepakati, termasuk hari akad dan hari munggah | Keluarga besar dan sesepuh | Tidak, tetapi tanggalnya menentukan isi undangan |
| Nganterke belanjo | Keluarga pria mengantar uang belanja dan hantaran | Rombongan keluarga pria, keluarga wanita yang menerima | Tidak |
| Berpacar dan persiapan | Pasang inai dan gotong royong menjelang akad | Perempuan keluarga, tetangga dekat | Tidak |
| Akad | Ijab kabul | Keluarga inti, saksi, penghulu | Ya, blok pertama |
| Munggah | Rangkaian adat di hari resepsi | Keluarga besar dan tamu | Ya, blok kedua |
| Kunjungan sesudahnya | Kedua pengantin berkunjung ke keluarga | Keluarga | Tidak, atau undangan terpisah |
Sebelum akad
Madik dan menyenggung: bertanya sebelum melamar
Madik berarti mencari tahu. Keluarga pria, lewat seseorang yang dipercaya, bertanya tentang calon pengantin wanita dan keluarganya: latar belakang, tabiat, dan apakah ia sudah terikat. Menyenggung datang sesudahnya, ketika keluarga pria menyampaikan maksud secara halus, tanpa pinangan resmi.
Di banyak keluarga sekarang, dua langkah ini sudah terjadi sendiri karena kedua calon pengantin saling kenal. Yang tersisa biasanya berupa kabar sopan dari orang tua ke orang tua. Tidak ada alasan menuliskannya di undangan.
Meminang dan berasan
Saat meminang, keluarga pria datang menyampaikan pinangan resmi dengan maksud yang sudah jelas, lalu keluarga wanita memberi jawaban. Berasan lalu mempertemukan kedua keluarga besar untuk bermusyawarah tentang rencana pernikahan.
Sumber berbeda dalam menata keduanya. Ada yang menyebut berasan sebagai pertemuan yang sama dengan pinangan, ada yang memisahkannya menjadi dua kunjungan. Pakai versi yang dipegang keluarga kalian.
Mutuske kato: dua tanggal yang menentukan undangan
Mutuske kato berarti memutuskan kata. Di pertemuan inilah hal-hal yang dibicarakan sebelumnya dikunci: apa yang akan dibawa, bagaimana rangkaian dijalani, dan kapan akad serta munggah digelar. Karena itulah mutuske kato menjadi titik yang paling penting bagi urusan undangan. Selesai pertemuan ini, kalian biasanya sudah punya dua tanggal, dan kadang dua tempat.
Yang hadir keluarga besar dan sesepuh. Ini bukan acara tamu.
Nganterke belanjo: hantaran menjelang akad
Nganterke belanjo berarti mengantar belanja. Rombongan keluarga pria datang ke rumah keluarga wanita membawa uang belanja dan hantaran, dan keluarga wanita menyambut serta menerimanya. Waktunya menjelang akad, dan banyak keluarga menjadikannya hari yang ramai, penuh bawaan dan sapaan antarkeluarga.
Soal jumlah dan isi hantaran, tiap keluarga punya kesepakatannya sendiri, dan biasanya sudah ditetapkan di mutuske kato. Kalau kalian ingin membedakannya dari istilah yang mirip, ada perbedaan seserahan dan hantaran.
Berpacar dan persiapan menjelang akad
Di hari-hari terakhir, kerabat perempuan biasanya berkumpul di rumah calon pengantin wanita. Di banyak keluarga, calon pengantin wanita menjalani betangas (mandi uap rempah) dan bebedak (memakai bedak tradisional), lalu berpacar, yaitu memakai inai di kuku dan jari, sementara yang lain bergotong royong menyiapkan hidangan. Di sebagian keluarga, kegiatan menyiapkan bumbu bersama ini disebut ngocek bawang. Nama dan rangkaiannya berbeda antarkeluarga.
Suasananya akrab dan dihadiri lingkaran kecil. Kalau lingkaran tamu kalian berbeda jauh dari tamu akad, jangan dimasukkan ke undangan yang sama. Alasannya ada di bagian berikutnya.
Akad dan munggah
Akad: blok pertama undangan
Akad nikah adalah inti hari itu, dan hampir selalu masuk undangan. Tamu perlu tahu tanggal, jam, dan tempatnya, termasuk bila akad digelar di rumah atau masjid dan munggah di lokasi lain. Keluarga yang beragama lain menjalani upacara menurut agamanya, pada posisi yang sama dalam urutan. Perbedaan akad dan resepsi dijelaskan di perbedaan akad dan resepsi.
Munggah: suap-suapan, cacap-cacapan, dan tari pagar pengantin
Munggah, menurut sebagian besar penutur, merujuk pada rangkaian adat di hari resepsi, ketika pengantin pria dan rombongan datang ke tempat keluarga wanita lalu bersanding di pelaminan. Ada keluarga yang memakai kata munggah untuk satu prosesi tertentu, ada yang untuk seluruh hari. Karena itu, kalau kalian memakai kata ini sebagai label blok kedua undangan, pastikan tamu dari keluarga memahaminya.
Beberapa bagian yang paling sering disebut:
- Tari pagar pengantin. Pengantin wanita menari di atas dulang, diapit penari lain, sementara pengantin pria duduk di pelaminan. Tarian ini sering dimaknai sebagai perpisahan dengan masa lajang.
- Suap-suapan. Kedua pengantin saling menyuapi sebagai tanda berbagi mulai hari itu.
- Cacap-cacapan. Orang tua, sering kali ibu, memercikkan atau mengusapkan air kembang ke ubun-ubun pengantin sebagai doa restu. Siapa yang melakukannya dan caranya berbeda antarkeluarga.
Semuanya berlangsung di dalam acara yang memang sudah didatangi tamu, jadi tidak perlu ditulis satu per satu.
Kunjungan sesudahnya
Sesudah munggah, pengantin biasanya saling berkunjung ke rumah keluarga. Sebagian keluarga menyebutnya dengan istilah tersendiri, dan sebagian menggelar mandi simburan, yaitu mandi bersama yang disiram air oleh keluarga. Nama, urutan, dan pelaksanaannya sangat beragam. Kalau kunjungan itu menjadi pesta di rumah keluarga pria dengan tamu berbeda, perlakukan sebagai acara tersendiri, seperti dibahas di perbedaan ngunduh mantu dan resepsi.
Yang dipersingkat keluarga sekarang
Tidak ada kewajiban menjalani semua tahap, dan banyak keluarga memadatkannya:
- Madik dan menyenggung sering sudah selesai sebelum keluarga bertemu.
- Meminang, berasan, dan mutuske kato digabung menjadi satu atau dua pertemuan.
- Nganterke belanjo dipindah ke hari yang sama dengan lamaran, atau dibuat lebih sederhana.
- Persiapan menjelang akad dipendekkan menjadi satu malam.
- Munggah dipadatkan menjadi satu sesi di gedung, dengan tarian dan suap-suapan di awal acara.
Memadatkan tidak membuat adat kalian kurang sah. Yang berlaku adalah kesepakatan kedua keluarga dan sesepuh yang memandu. Untuk panitia keluarga, susunan acara hari-H sebaiknya ditulis terpisah dari undangan, seperti di susunan acara pernikahan.
Dua tanggal dari mutuske kato, dua blok di undangan
Hasil mutuske kato paling mudah dipindahkan ke undangan digital, karena Swanvara menyediakan tepat dua blok acara. Blok pertama berjenis Akad Nikah. Blok kedua memakai jenis Resepsi, atau label sendiri, misalnya "Munggah", bila itu istilah yang dipakai keluarga kalian.
Tiap blok punya tempat dan jam sendiri, serta pilihan lewat "Tambah link Google Maps, live streaming, atau tanggal berbeda": link maps, link live streaming, dan tanggal yang tidak sama dengan blok lain. Jadi kalau akad dan munggah jatuh di dua hari, tulis dua tanggal itu, masing-masing dengan link maps lokasinya.
Ada satu batas yang perlu kalian ketahui: semua tamu satu undangan melihat kedua blok, dan link pribadi hanya mengubah sapaan, bukan isi. Kalau madik sampai nganterke belanjo mengundang lingkaran yang berbeda dari tamu akad, buat undangan terpisah (dibayar tersendiri) dengan daftar tamunya sendiri. Pembagian rangkaian yang lebih panjang dibahas di undangan untuk rangkaian acara pernikahan.
Template untuk keluarga Palembang
Tanjung berangkat dari tenong lakuer Palembang, wadah kayu bundar bersusun yang dipakai keluarga membawa hantaran untuk orang yang mereka hormati. Itu sebabnya template ini dekat dengan tahap-tahap ketika hantaran dibawa, seperti meminang, mutuske kato, dan nganterke belanjo.
Di layar, tamu melihat tenong hitam di depan dinding kapur yang remang, dengan label bertuliskan nama mereka tergantung dari kenop tutup. Setelah menekan Buka Undangan, tutupnya diangkat dan undangan dibaca tingkat demi tingkat, dengan barisan bunga tanjung keemasan di bibir tiap tingkat. Bila kalian mengisi kutipan, Tingkat Satu diberi nama Sekapur Sirih dan memuat tepak sirih yang terbuka untuk kutipan itu. Tingkat Dua menyimpan tanggal, hitung mundur bila kalian menyalakannya, dan rangkaian acara. Di tingkat terakhir tamu mengonfirmasi kehadiran dan menulis ucapan.
Tanjung paling pas untuk keluarga Palembang, termasuk keluarga Palembang yang kini tinggal di kota lain. Warna dan nuansa visual adat Palembang dibahas di inspirasi undangan pernikahan Palembang, jadi tidak diulang di sini.
Tanjung tersedia di semua paket: Lite Rp 99rb, Pro Rp 199rb, atau Max Rp 349rb, dibayar sekali per undangan. Perbandingan paketnya ada di halaman harga, dan template lain bisa dibandingkan di galeri template.
Langkah berikutnya di Swanvara
- Setelah mutuske kato, catat dua tanggal dan dua tempat yang disepakati.
- Pilih template, misalnya Tanjung, lalu isi form: nama kedua mempelai, blok Akad Nikah, dan blok Resepsi atau Munggah.
- Untuk tiap blok, buka "Tambah link Google Maps, live streaming, atau tanggal berbeda" bila tanggalnya tidak sama.
- Cek preview-nya di ponsel. Form bisa diisi dan dilihat dulu sebelum membayar, dan pembayaran adalah langkah terakhir sebelum undangan terbit.
- Setelah terbit, tambahkan tamu dan kirim link pribadi masing-masing lewat tombol "Kirim via WhatsApp". RSVP dan buku tamu hanya bisa diisi dari link pribadi itu.
Madik, berasan, dan nganterke belanjo sudah dijalani keluarga Palembang jauh sebelum ada undangan di ponsel. Undangan cukup memastikan tamu datang ke tempat dan hari yang tepat, sisanya biar adat yang berjalan.
Template
Template yang dibahas di artikel ini
Buka halamannya untuk melihat contoh lengkap dan detail desainnya.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
- Apa urutan adat pernikahan Palembang?
- Garis besarnya: madik dan menyenggung, meminang, berasan, mutuske kato, nganterke belanjo, berpacar dan persiapan menjelang akad, akad nikah, lalu munggah dengan suap-suapan, cacap-cacapan, dan tari pagar pengantin. Sumber dan keluarga berbeda dalam urutan serta ejaan beberapa istilah, jadi pakai urutan ini sebagai kerangka, lalu cocokkan dengan versi keluarga dan sesepuh kalian.
- Apa itu mutuske kato dalam pernikahan Palembang?
- Mutuske kato berarti memutuskan kata. Di pertemuan ini kedua keluarga menyepakati hal-hal yang akan dijalani, termasuk hari akad dan hari munggah. Dua tanggal hasil kesepakatan itu yang kemudian menentukan isi undangan.
- Apa bedanya nganterke belanjo dengan seserahan?
- Nganterke belanjo adalah saat keluarga pihak pria mengantar uang belanja dan hantaran ke keluarga pihak wanita, menjelang akad. Istilah seserahan lebih umum dipakai di banyak daerah, dan cakupannya berbeda-beda. Pembedaannya dibahas di artikel perbedaan seserahan dan hantaran.
- Prosesi Palembang mana yang perlu ditulis di undangan?
- Biasanya dua saja: akad nikah dan munggah (atau resepsi). Madik, berasan, mutuske kato, nganterke belanjo, dan persiapan menjelang akad adalah urusan keluarga, jadi lebih pas dikabarkan langsung.
- Bisakah akad dan munggah di tanggal berbeda dalam satu undangan digital?
- Bisa. Satu undangan Swanvara memuat dua blok acara, dan tiap blok punya tanggal, tempat, dan link maps sendiri. Acara ketiga, atau acara dengan lingkaran tamu yang berbeda, lebih rapi dibuat sebagai undangan terpisah.
Baca juga
Etiket
Urutan Adat Pernikahan Bugis: dari Mammanu'-manu' sampai Mapparola, dan Mana yang Masuk Undangan
Urutan adat pernikahan Bugis dari mammanu'-manu' sampai mapparola, siapa yang hadir di tiap tahap, bedanya antardaerah, dan mana yang masuk undangan digital.
Etiket
Urutan Upacara Pernikahan Adat Bali: dari Memadik sampai Mejauman, dan Siapa yang Hadir di Tiap Tahap
Urutan upacara pernikahan adat Bali dari memadik, ngekeb, mekala-kalaan, mewidhi widana sampai mejauman, siapa memimpin, dan siapa yang hadir di tiap tahap.
Etiket
Urutan Adat Pernikahan Betawi: dari Ngedelengin sampai Pulang Tige Ari, dan Jam yang Ditentukan Palang Pintu
Urutan adat pernikahan Betawi dari ngedelengin, tande putus, malam pacar, palang pintu, sampai pulang tige ari, dan cara menulis jamnya di undangan digital.
