Uang Jujuran Adat Banjar: Arti, Bedanya dengan Mahar dan Seserahan
Uang jujuran dalam adat Banjar: artinya, bedanya dengan mahar dan seserahan, untuk apa dipakai, kapan dibicarakan, dan perlukah masuk undangan.

Daftar isi(7)
Jujuran, dalam adat pernikahan Banjar di Kalimantan Selatan, berarti jumlah yang disepakati dua keluarga dan diberikan pihak laki-laki kepada keluarga perempuan, biasanya untuk membantu biaya pernikahan dan melengkapi seisi kamar. Jujuran terpisah dari mahar, yang disebut saat akad.
Bayangkan ruang tamu di Banjarmasin pada sore hari. Para orang tua dan tetua duduk berhadapan, minuman dihidangkan, dan pembicaraan berjalan pelan dengan bahasa yang halus. Calon pengantin biasanya tidak ikut bicara. Di ruangan itulah jujuran dibahas, dan di ruangan itu juga kesepakatannya dicapai. Tamu resepsi umumnya tidak ikut dalam pembicaraan ini.
Bagi pasangan yang salah satu keluarganya bukan Banjar, istilah ini sering membingungkan. Tulisan ini menjelaskan artinya, bedanya dengan mahar dan seserahan, untuk apa dipakai, dan kenapa tidak ada satu angka pun di halaman ini.
Jujuran, mahar, dan seserahan
Tiga hal ini sering dibicarakan dalam satu rangkaian, jadi orang luar mengira ketiganya satu pemberian dengan tiga nama. Padahal kedudukan, penerima, dan waktu penyebutannya berbeda.
| Aspek | Jujuran | Mahar | Seserahan |
|---|---|---|---|
| Siapa yang memberi | Pihak mempelai laki-laki | Mempelai laki-laki | Pihak mempelai laki-laki |
| Kepada siapa | Keluarga mempelai perempuan | Mempelai perempuan sendiri | Mempelai perempuan |
| Adat atau syar'i | Adat, hasil kesepakatan keluarga | Syar'i, ketentuan agama dalam pernikahan Islam | Adat, kebiasaan keluarga |
| Disebut saat akad | Umumnya tidak | Ya | Umumnya tidak |
| Disepakati oleh | Dua keluarga | Calon mempelai dan keluarga | Kebiasaan masing-masing keluarga |
Tabel ini menggambarkan pola yang paling umum, bukan aturan baku. Di banyak keluarga Banjar, barang antaran semacam seserahan disebut patalian dan diantar bersama jujuran. Sebagian keluarga memakai istilah dengan cara sendiri, jadi tanyakan maksudnya kepada keluarga kalian.
Mahar punya penjelasan tersendiri. Kalau kalian ingin tahu cara menuliskannya di bingkai, tulisan seserahan dan bingkai mahar membahasnya. Pembedaan serupa antara kewajiban agama dan adat juga ada pada uang panai' Bugis-Makassar, yang arahnya sama dengan jujuran tetapi berasal dari adat lain, jadi tidak perlu diulang di sini.
Untuk apa jujuran dipakai
Pemahaman yang paling umum menyebut dua kegunaan.
- Membantu biaya pernikahan. Pihak perempuan lazimnya menjadi tuan rumah pesta, jadi jujuran dipahami sebagai sumbangan untuk menyelenggarakannya.
- Melengkapi seisi kamar. Isi kamar pengantin, seperti tempat tidur dan perabot pelengkapnya, biasanya disiapkan dari jujuran.
Selebihnya mengikuti kesepakatan kedua keluarga. Ada keluarga yang merinci peruntukannya dengan jelas, ada yang cukup menyebut garis besarnya. Keduanya wajar.
Satu pertanyaan yang sering muncul: apakah jujuran menjadi milik pengantin perempuan? Jawabannya berbeda antarkeluarga. Karena di banyak keluarga jujuran diterima orang tua pihak perempuan, bukan oleh mempelai sendiri, pengaturannya ikut kebiasaan keluarga itu. Hak pribadi mempelai perempuan atas pemberian dari suaminya ada pada mahar, bukan pada jujuran. Itu sebabnya dua istilah ini perlu dipisahkan sejak awal, terutama oleh pasangan yang baru pertama kali berurusan dengan adat Banjar.
Di luar kegunaan praktis, banyak keluarga memandang jujuran sebagai tanda kesungguhan dan penghargaan kepada keluarga yang membesarkan calon pengantin perempuan. Tafsir ini berbeda antarkeluarga. Kalau orang tua atau tetua kalian menafsirkannya lain, ikuti penjelasan mereka.
Kapan jujuran dibicarakan dan diantar
Urutannya, dalam gambaran umum, begini:
- Lamaran resmi (badatang). Keluarga pihak laki-laki datang meminang secara adat. Di rangkaian inilah pembicaraan tentang jujuran biasanya dimulai.
- Kesepakatan. Kedua keluarga, diwakili orang tua atau tetua, menyepakati jujuran dan hal-hal lain yang menyertainya. Di sebagian keluarga, perundingan ini disebut bapatut jujuran.
- Mengantar jujuran (maantar jujuran). Jujuran yang sudah disepakati diantar ke rumah pihak perempuan, sebelum hari pernikahan.
Nama tahap dan urutannya bisa berbeda antardaerah dan antarkeluarga, termasuk apakah antar jujuran digelar sebagai acara tersendiri yang mengundang kerabat.
Bagi kalian yang sedang menyusun jadwal, ada satu akibat praktis dari urutan ini. Jujuran baru jelas setelah perundingan selesai, sedangkan tanggal resepsi, tempat, dan jumlah tamu sering bergantung padanya. Banyak pasangan baru memastikan tanggal dan membuka draf undangan setelah jujuran disepakati, supaya tidak ada tanggal yang harus diubah lagi. Itu urusan keluarga kalian, bukan keharusan adat, tetapi urutannya masuk akal.
Hal lain yang perlu dipastikan sejak awal: siapa yang mengantar, dan siapa yang menerima di rumah perempuan. Di banyak keluarga, rombongan pengantar terdiri dari orang tua, tetua, dan kerabat dekat pihak laki-laki. Calon pengantin sendiri tidak selalu ikut, jadi tanyakan kebiasaan keluarga sebelum merencanakan siapa saja yang hadir. Kalau kalian ingin melihat bagaimana tahap-tahap ini muncul di halaman undangan, inspirasi undangan pernikahan Banjar membahasnya bersama kain sasirangan dan elemen adat lain. Bedanya lamaran dan tunangan pada umumnya dibahas di perbedaan lamaran dan tunangan.
Kenapa tulisan ini tidak memuat angka
Sengaja. Ada tiga alasannya.
Pertama, tidak ada patokan tunggal. Besarnya jujuran berbeda dari keluarga ke keluarga, dipengaruhi daerah asal, kedudukan, pendidikan, dan kesepakatan kedua pihak. Angka yang disebut satu keluarga hampir tidak pernah berlaku untuk keluarga lain.
Kedua, angka yang beredar di internet atau obrolan hanya potongan cerita. Kalian tidak tahu apa yang ikut dihitung di dalamnya, atau apa yang sudah dikembalikan dalam bentuk lain.
Ketiga, jujuran dirundingkan, bukan dihitung dengan rumus. Memberi angka berarti mengubah perundingan menjadi tawar-menawar di luar ruangan, dan adat tidak dijalankan seperti itu.
Soal hukum agamanya pun tulisan ini tidak memberi putusan. Pandangan tentang kedudukan jujuran dan hubungannya dengan mahar berbeda-beda. Kalau kalian ingin kepastian, tanyakan kepada keluarga dan seorang ustaz yang kalian percaya.
Kalau salah satu keluarga tidak mengenal jujuran
Ini sering terjadi pada pasangan lintas suku. Beberapa langkah kecil berikut bisa membantu:
- Tanyakan dulu kebiasaan keluarga, tanpa menyebut angka lebih dulu.
- Libatkan orang tua atau tetua sejak awal. Mereka yang tahu cara membawakannya dengan santun.
- Pisahkan tiga istilahnya dalam percakapan: jujuran, mahar, dan seserahan. Menyebutnya terpisah menghindarkan salah paham.
- Cari tahu pemberian yang setara di adat pasangan. Adat lain punya pemberian serupa, ada yang searah dan ada yang arahnya berlawanan. Di Batak Toba ada sinamot yang searah dengan jujuran, sedangkan di Pariaman ada uang japuik yang mengalir dari keluarga perempuan ke laki-laki. Gunakan sebagai perbandingan, bukan padanan.
- Tulis hasil kesepakatan untuk dipegang kedua keluarga, supaya tidak ada yang tertukar di hari acara.
Lalu jaga pembicaraannya di lingkaran keluarga. Cukup diketahui yang berkepentingan.
Apakah jujuran masuk undangan
Jumlahnya tidak. Undangan dibaca tamu yang ingin tahu siapa yang mengundang, acara apa, kapan, dan di mana. Angka perundingan keluarga tidak ada gunanya bagi mereka.
Yang boleh muncul hanya acaranya, dan hanya kalau acara mengantar jujuran digelar terbuka untuk kerabat. Di Swanvara ada tiga cara menaruhnya, tergantung kondisi kalian:
- Dua blok acara sudah terpakai akad dan resepsi. Form menyediakan dua blok acara, dan masing-masing bisa diberi label sendiri lewat pilihan Lainnya. Kalau satu blok bisa dikorbankan, pakai untuk acara antar jujuran. Kalau tidak, sebut di kalimat pembuka undangan (maksimal 300 karakter) dengan tanggal dan tempatnya.
- Lingkup tamunya berbeda. Kalau yang diundang ke acara antar jujuran hampir tidak beririsan dengan tamu resepsi, undangan terpisah lebih jujur daripada memaksa semuanya dalam satu halaman. Undangan terpisah dibayar sendiri.
- Acaranya tertutup untuk keluarga. Tidak perlu dicantumkan sama sekali.
Satu hal tentang template: belum ada template Swanvara khusus Banjar. Pilih kerangka yang tenang dari galeri template, lalu biarkan nama keluarga, foto, dan kata-kata kalian yang membawa nuansanya. Cek preview-nya dulu sebelum memilih.
Langkah berikutnya
- Tanyakan kepada orang tua dan tetua bagaimana kebiasaan keluarga: istilah yang dipakai, siapa yang berunding, dan kapan diantar. Selesaikan dulu perundingannya.
- Pilih template dari galeri template, lalu isi form-nya. Kalian bisa mengisi dan melihat preview-nya sebelum membayar. Pembayaran adalah langkah terakhir sebelum undangan terbit, dengan paket mulai dari Rp 99rb. Detailnya ada di halaman harga.
- Kalau acara antar jujuran terbuka, tambahkan sebagai blok acara berlabel sendiri, atau sebut di kalimat pembuka.
- Setelah terbit, tambahkan tamu satu per satu atau tempel daftar nama, lalu kirim link pribadi lewat tombol "Kirim via WhatsApp". Lewat link pribadi itu tamu mengonfirmasi hadir dan menulis ucapan.
Jujuran dirundingkan di ruang tamu dua keluarga. Yang kalian siapkan untuk tamu adalah undangan yang jelas tentang kapan dan di mana.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
- Uang jujuran adalah apa dalam adat Banjar?
- Dalam adat Banjar, jujuran adalah sejumlah pemberian yang disepakati dua keluarga, diberikan pihak mempelai laki-laki kepada keluarga mempelai perempuan. Lazimnya jujuran dikaitkan dengan biaya pernikahan dan perlengkapan seisi kamar. Besarnya berbeda dari satu keluarga ke keluarga lain.
- Apakah jujuran sama dengan mahar?
- Tidak, keduanya dibedakan. Mahar disebutkan saat akad dan diberikan kepada mempelai perempuan sendiri, sedangkan jujuran adalah adat yang dirundingkan antarkeluarga dan diberikan kepada keluarga pihak perempuan. Keduanya sering dibicarakan dalam rangkaian yang sama, jadi mudah tertukar.
- Untuk apa uang jujuran dipakai?
- Lazimnya untuk membantu biaya pesta pernikahan dan melengkapi seisi kamar pengantin. Detailnya mengikuti kesepakatan keluarga, jadi tanyakan langsung kepada orang tua atau tetua yang berunding.
- Apakah jujuran ditulis di undangan pernikahan?
- Tidak. Jumlah jujuran adalah urusan dua keluarga dan tidak dimuat di undangan. Yang boleh tampil hanya acaranya, misalnya baris acara dengan tanggal, jam, dan tempat kalau acara mengantar jujuran digelar terbuka untuk kerabat.
- Bagaimana kalau keluarga pasangan tidak mengenal jujuran?
- Tanyakan dengan santun kebiasaan masing-masing keluarga, libatkan orang tua atau tetua, dan bicarakan dulu istilahnya sebelum membicarakan hal lain. Banyak keluarga di luar Banjar punya pemberian serupa dengan nama yang berbeda, kadang juga arahnya, jadi jangan menyamakan begitu saja.
Baca juga
Etiket
Arti Belis dalam Adat Pernikahan NTT: Makna, Bentuknya di Sumba, Flores, Timor, dan Bedanya dengan Mahar
Arti belis dalam adat NTT: pemberian keluarga pria kepada keluarga wanita, bentuknya di Sumba, Flores, Timor, siapa yang berunding, dan bedanya dengan mahar.
Etiket
Arti Uang Panai' dalam Pernikahan Bugis-Makassar: Bedanya dengan Mahar dan Doi Menre'
Arti uang panai' dalam pernikahan Bugis-Makassar: bedanya dengan mahar dan doi menre', siapa yang membicarakannya, dan kenapa begitu sering dibahas.
Inspirasi
Inspirasi Undangan Pernikahan Banjar: Lembutnya Sasirangan
Sasirangan, badatang, dan maantar jujuran di undangan Banjar. Kenapa motif sasirangan sebaiknya dibiarkan membias lembut, bukan ditrace jadi bingkai tegas.