swanvara

Kata-kata

Tulisan untuk Seserahan dan Mahar: Contoh Kartu Label, Bingkai Mahar, Nominal, dan Tanggal yang Benar

Contoh tulisan untuk seserahan dan mahar: kartu label per barang (formal, hangat, islami), teks bingkai mahar, cara menulis nominal dan tanggal dengan benar.

Tim Swanvara
Daftar isi(8)

Tulisan untuk seserahan dan mahar berupa dua hal kecil: kartu label yang diselipkan di tiap baki, dan teks yang dicetak pada bingkai mahar. Isinya singkat, tetapi keduanya hampir selalu difoto dan diunggah, jadi salah ketik atau salah angka ikut terpajang lama.

Bayangkan meja ruang tamu pagi hari menjelang akad. Tujuh baki berjajar, kebaya terlipat di satu baki, sepatu di baki lain, dan di tengah ada bingkai mahar yang baru datang dari percetakan. Lalu seseorang berkata pelan, "Eh, ini nominalnya kurang satu nol." Artikel ini untuk mencegah momen itu. Untuk perbedaan seserahan dan hantaran sendiri, bacaannya ada di perbedaan seserahan dan hantaran. Di sini kita fokus ke tulisannya.

Dua jenis tulisan, dua tugas berbeda

Kartu seserahan dan bingkai mahar sering disiapkan bersamaan, padahal tugasnya berlainan.

Kartu label seserahanBingkai mahar
TugasMenyebut isi baki dan menyampaikan pesanMenjadi catatan resmi mahar yang rapi
NadaBoleh hangat, boleh formalTegas dan ringkas
PanjangSatu sampai tiga baris per kartuLima sampai tujuh baris
Yang harus tepatNama penerima, nama barangNama, nominal, tanggal
Ruang untuk kreasiBesarKecil

Pegangan sederhananya: kartu boleh bercerita, bingkai tidak. Bingkai adalah catatan, dan catatan yang baik tidak berbunga-bunga.

Kartu label seserahan per barang

Sepakati dulu satu nada untuk seluruh baki. Kartu formal di satu baki dan kartu jenaka di baki sebelahnya akan terlihat tidak sepadan di foto. Tabel berikut memberi tiga pilihan nada untuk barang yang paling umum.

BarangFormalHangatIslami
Perlengkapan salat"Perlengkapan ibadah untuk [Nama Calon Istri].""Semoga kita rajin salat berjamaah, ya.""Semoga menjadi pengingat untuk selalu bersujud bersama."
Kain atau kebaya"Busana sebagai tanda hormat dari keluarga [Nama].""Dipilih sambil membayangkan kamu memakainya.""Semoga menutup dan menjaga, dipakai dengan rida."
Sepatu dan tas"Perlengkapan bepergian untuk calon mempelai.""Semoga langkahmu selalu ringan menuju rumah kita.""Semoga setiap langkah menuju kebaikan."
Perhiasan"Perhiasan sebagai tanda ikatan.""Kecil, tetapi dipilih dengan sungguh-sungguh.""Semoga menjadi penghias yang diberkahi."
Perawatan wajah"Perlengkapan perawatan diri.""Supaya kamu tetap berseri di hari besar.""Semoga selalu terjaga dalam kebaikan."
Makanan atau kue"Hidangan dari keluarga [Nama] untuk dinikmati bersama.""Untuk dimakan ramai-ramai, jangan disimpan sendiri.""Semoga menjadi rezeki yang penuh berkah."
Al-Qur'an"Kitab suci sebagai bekal rumah tangga.""Untuk dibaca bersama, pelan-pelan.""Semoga menjadi penerang dalam rumah tangga kita."

Beberapa kebiasaan yang membuat kartu rapi:

  • Sebut penerima. Cantumkan "untuk [Nama Calon Istri]" di salah satu kartu, biasanya di baki pembuka.
  • Tanda tangan sekali saja. Cukup satu kartu bertuliskan "dari keluarga [Nama Pihak Pria]", jangan diulang di tiap baki.
  • Hindari janji besar. Kalimat seperti "kami pasti membahagiakanmu seumur hidup" terlalu berat untuk kertas kecil. Doa lebih pas daripada janji.
  • Tulis tangan atau cetak, jangan campur. Satu gaya saja.

Contoh kartu hangat yang utuh, siap diganti isinya:

Untuk [Nama Calon Istri], perlengkapan salat ini kami titipkan dengan doa. Semoga menemani hari-hari kita. [Nama Calon Suami]

Teks standar untuk bingkai mahar

Dalam ajaran Islam, mahar wajib diberikan mempelai pria kepada mempelai wanita, dan lazimnya disebutkan saat akad. Tulisan di bingkainya mengikuti urutan yang hampir selalu sama.

Susunan lima baris yang paling umum:

MAHAR [Nama Mempelai Pria] dan [Nama Mempelai Wanita] [Bentuk mahar] [nominal angka] ([nominal huruf]) [Hari], [tanggal] [bulan] [tahun]

Dua contoh yang sudah terisi bentuknya, silakan ganti nama dan angkanya:

MAHAR Rizky Ananda Putra dan Dinda Maharani Seperangkat alat salat dan uang tunai sebesar [nominal angka] Akad nikah, Sabtu, 12 Desember 2026

MAS KAWIN Bismillahirrahmanirrahim, atas pernikahan [Nama Mempelai Pria] dan [Nama Mempelai Wanita] kami persembahkan emas 10 gram Minggu, [tanggal Masehi] / [tanggal Hijriah]

Kalimat pembuka seperti "Bismillah" atau "Alhamdulillah" opsional. Kalau dipakai, taruh satu saja di baris pertama, jangan di tiap baris.

Pilih antara "Mahar" dan "Mas Kawin" berdasarkan kebiasaan keluarga, keduanya sama-sama dipahami. Yang membedakan hanya nuansa: "Mahar" terdengar lebih baku, "Mas Kawin" lebih akrab di telinga banyak keluarga.

Di sinilah kesalahan paling sering terjadi, padahal salah letak satu titik atau kurang satu nol saja sudah membuat jumlahnya jauh berbeda.

Pola yang aman:

  1. Awali dengan "Rp", beri spasi, lalu angka dengan titik sebagai pemisah ribuan.
  2. Akhiri dengan ",-" kalau kalian mengikuti gaya penulisan resmi lama. Boleh juga tidak, asal konsisten.
  3. Tulis terbilang dalam huruf di dalam kurung, tanpa singkatan.

Contoh pola yang benar:

Rp 2.500.000,- (dua juta lima ratus ribu rupiah)

Beberapa pasangan memakai angka yang bermakna, misalnya tanggal akad atau tahun menikah, sebagai nominal. Kalau kalian memilih cara ini, terbilangnya lebih rawan salah tulis, jadi bacakan hurufnya keras-keras sebelum dicetak.

Kalau maharnya berupa barang, jangan paksakan nominal. Tulis bendanya dan ukurannya: "emas 10 gram", "seperangkat alat salat", atau "kitab suci Al-Qur'an dan uang tunai". Kalau maharnya gabungan, sebutkan semuanya dengan urutan yang sama seperti yang diucapkan saat akad.

Pemeriksaan terakhir yang paling mudah: minta dua orang dari dua keluarga berbeda membaca teksnya, satu orang dari pihak pria dan satu dari pihak wanita. Kesalahan ketik sering lolos karena penulisnya membaca apa yang ia kira sudah ia tulis.

Untuk bingkai mahar, format tanggal yang paling aman memakai nama hari, tanggal, nama bulan lengkap, lalu tahun.

GayaContohCatatan
Masehi lengkapSabtu, 12 Desember 2026Paling jelas, cukup untuk dokumentasi
Masehi dan HijriahSabtu, 12 Desember 2026 / [tanggal Hijriah] HPilihan untuk nuansa islami
Angka saja12-12-2026Boleh, tetapi kurang enak dipandang di bingkai

Dua catatan kecil. Pertama, tulis nama bulan, bukan angka, karena tanggal yang ditulis angka bisa terbaca dengan urutan berbeda di keluarga yang lain. Kedua, kalau memakai tanggal Hijriah, cocokkan dulu dengan kalender resmi, sebab tanggalnya bisa bergeser satu hari. Tahun Hijriah biasanya diberi huruf H di belakangnya.

Contoh tanggal di atas hanya ilustrasi format. Ganti dengan tanggal akad kalian sendiri dan jangan salin angkanya.

Foto seserahan dan mahar sering berakhir di galeri

Kartu label dan bingkai mahar hampir pasti difoto. Fotografer biasanya memotret deretan baki dari atas dan bingkai mahar dari dekat, dan hasilnya kadang jadi bahan galeri undangan. Beberapa pasangan menaruhnya di sana setelah acara selesai.

Karena akan terlihat orang banyak, tulisannya perlu terbaca jelas dari layar ponsel:

  • Cetak dengan huruf yang cukup besar. Kartu kecil bertulisan tipis tidak terbaca di foto.
  • Latar polos. Teks di atas kertas bermotif ramai sulit dibaca.
  • Foto sebelum bingkai dibungkus plastik pelindung, dan atur posisinya supaya kacanya tidak memantulkan cahaya.
  • Cek ejaan dan nominal sekali lagi sebelum difoto, karena foto yang sudah tayang tidak bisa dikoreksi tanpa mengunggah ulang.

Satu hal yang perlu diketahui sebelum menyusun galeri: jumlah foto di Swanvara dibatasi per paket, dan pemilih fotonya sendiri berhenti di batas itu. Jadi pilih beberapa saja, misalnya satu foto deretan baki dan satu foto bingkai mahar, daripada belasan foto barang. Kalau jatahnya kurang, ada tambahan lima slot foto seharga Rp 5rb yang bisa dibeli, dan detail paket ada di halaman harga. Cara memilih dan mengurutkan foto yang enak dilihat dibahas di cara membuat galeri foto undangan.

Menyelaraskan dengan undangan lamaran

Sebagian keluarga menyatukan seserahan dengan lamaran. Kalau keluarga kalian begitu, tulisan di undangan lamarannya sebaiknya selaras dengan kartu di baki. Kalau kartu memakai nada hangat, kalimat undangan formal yang terlalu kaku akan bertabrakan. Contoh naskah undangan lamaran per nada ada di kata-kata undangan lamaran, dan susunan form-nya ada di cara membuat undangan lamaran digital. Kalau keluarga kalian menginginkan salam dan doa yang lebih islami, rujukan kalimatnya ada di kata-kata undangan pernikahan islami.

Langkah berikutnya di Swanvara

  1. Tulis dulu kartu seserahan dan teks bingkai mahar, lalu minta dua keluarga membacanya.
  2. Setelah foto jadi, pilih tiga atau empat yang paling jelas tulisannya.
  3. Buka galeri template, pilih satu yang nadanya cocok dengan tulisan kalian, lalu isi form-nya: nama, tanggal, tempat, dan foto.
  4. Lihat preview-nya dulu. Form bisa diisi dan dicek sebelum membayar, dan pembayaran adalah langkah terakhir sebelum undangan terbit.
  5. Setelah terbit, kirim link personal ke tiap tamu lewat tombol "Kirim via WhatsApp" di daftar tamu, supaya mereka bisa mengisi konfirmasi kehadiran dari link masing-masing.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apa saja yang biasanya ditulis di bingkai mahar?
Lima hal: kata "Mahar" atau "Mas Kawin" sebagai judul, nama kedua mempelai, bentuk mahar, nominal dengan angka dan huruf, serta tanggal akad. Sebagian keluarga menambah tanggal Hijriah dan satu kalimat doa. Semua itu cukup untuk satu bingkai. Teks yang lebih panjang biasanya sulit dibaca dari jarak foto dan membuat bingkainya penuh.
Bagaimana cara menulis nominal mahar yang benar?
Tulis angka dan huruf berdampingan, misalnya "Rp 2.500.000,-" lalu "(dua juta lima ratus ribu rupiah)" di bawahnya. Angka mudah dibaca sekilas, huruf mencegah salah tafsir. Kalau mahar berupa barang seperti emas, tulis beratnya (misalnya 10 gram) dan sebutkan bendanya, bukan nominal uang.
Apakah kartu label seserahan harus ditulis untuk setiap barang?
Tidak harus. Sebagian keluarga memberi kartu pada setiap baki, sebagian hanya pada barang yang punya makna khusus, dan sebagian satu kartu besar di baki pembuka. Yang penting satu gaya bahasa dipakai konsisten, supaya foto deretan baki terlihat rapi. Sepakati dulu dengan keluarga pihak wanita siapa yang menyiapkan kartunya.
Perlukah menuliskan tanggal Hijriah di bingkai mahar?
Tidak wajib. Tanggal Masehi sudah cukup untuk dokumentasi. Tanggal Hijriah biasanya ditambahkan keluarga yang ingin nuansa islaminya lebih kental. Kalau kalian memakainya, cocokkan tanggalnya dengan kalender resmi sebelum dicetak, karena tanggalnya bisa bergeser satu hari.
Foto seserahan dan mahar bisa ditaruh di galeri undangan digital?
Bisa. Di Swanvara galeri tersedia di setiap paket, dengan batas foto sesuai paket yang dipilih. Pilih beberapa foto saja, misalnya satu deretan baki dan satu bingkai mahar, supaya jatah galeri tidak habis untuk dokumentasi barang.

Baca juga