Lamaran Adat Jawa: Urutan dari Nontoni sampai Menentukan Tanggal, dan Mana yang Perlu Undangan
Urutan lamaran adat Jawa: nontoni, nakokake atau nembung, lamaran resmi, paningsetan, lalu menentukan tanggal. Siapa yang hadir dan mana yang perlu undangan.

Daftar isi(12)
- Tahapan lamaran adat Jawa dalam satu tabel
- Apa saja tahapannya, satu per satu
- Nontoni: keluarga pria berkunjung
- Nakokake atau nembung: bertanya dulu
- Lamaran resmi: pinangan dan jawabannya
- Paningsetan: pengikat yang diserahkan
- Menentukan tanggal: hitungan dan musyawarah
- Solo dan Yogyakarta tidak selalu sama
- Lamaran yang diringkas
- Undangan lamaran yang kecil
- Template untuk keluarga Jawa
- Langkah berikutnya di Swanvara
Lamaran adat Jawa, dalam praktiknya, berjalan dari nontoni dan nakokake atau nembung ke lamaran resmi dengan penyerahan paningset, lalu ditutup dengan memilih tanggal pernikahan. Setelah itu baru dimulai rangkaian hajatan, yang biasanya dibuka dengan pasang tarub.
Bayangkan seorang ibu menelepon adiknya di Klaten: "Kapan kita nembung ke keluarga Mbak Rini?" Si adik menjawab, "Nontoni sudah, tinggal nakokake." Keduanya paham persis sudah sampai tahap mana. Orang di luar keluarga sering tidak, dan di situlah daftar tahapan ini berguna. Tulisan ini menyusunnya dari awal, mencatat siapa yang hadir di tiap tahap, dan memisahkan mana yang cukup disampaikan lewat telepon, mana yang pantas diberi undangan.
Tulisan ini berhenti tepat sebelum pasang tarub. Kelanjutannya ada di urutan prosesi pernikahan adat Jawa.
Tahapan lamaran adat Jawa dalam satu tabel
Tabel ini memakai urutan yang paling lazim. Kolom terakhir adalah usul kami, bukan aturan adat.
| Tahap | Yang terjadi | Siapa yang datang | Perlu undangan? |
|---|---|---|---|
| Nontoni | Keluarga pria berkunjung untuk mengenal calon mempelai wanita dan keluarganya | Calon mempelai pria, orang tua, satu dua kerabat | Tidak, cukup janjian lewat telepon |
| Nakokake atau nembung | Menanyakan apakah sang gadis sudah terikat dan apakah lamaran boleh datang | Orang tua atau wakil keluarga pria | Tidak |
| Lamaran resmi | Pinangan disampaikan, dijawab, lalu acara ditutup dengan makan bersama | Keluarga inti dua pihak, sesepuh, kerabat dekat | Ya, undangan kecil |
| Paningsetan | Penyerahan paningset sebagai pengikat, di banyak keluarga menjadi bagian dari acara lamaran | Sama dengan lamaran resmi | Ikut undangan lamaran |
| Menentukan tanggal | Kedua keluarga dan sesepuh menyepakati hari pernikahan | Orang tua dan sesepuh | Tidak, cukup dikabarkan langsung |
Satu catatan soal istilah: sebagian keluarga memakai nama lain untuk tahap yang sama, dan sebagian menggabungkan dua baris sekaligus. Ikuti sebutan di keluarga kalian.
Apa saja tahapannya, satu per satu
Nontoni: keluarga pria berkunjung
Kata nontoni berasal dari tonton, yang artinya melihat. Dulu, kunjungan ini memang cara keluarga pria mengenal calon menantu dan rumah tempat ia dibesarkan. Calon mempelai wanita biasanya ikut menyajikan minuman, dan obrolan berjalan ringan.
Sekarang banyak pasangan sudah lama saling kenal, jadi nontoni sering berubah menjadi kunjungan perkenalan antar orang tua. Sebagian keluarga bahkan melewatinya, dan itu tidak keliru.
Tahap ini tidak perlu undangan. Cukup telepon orang tua pihak wanita, tanyakan hari yang cocok, lalu datang.
Nakokake atau nembung: bertanya dulu
Nakokake berarti menanyakan, nembung berarti meminta dengan hormat. Di banyak keluarga, dua kata ini dipakai untuk tahap yang sama: orang tua atau wakil keluarga pria bertanya apakah sang gadis masih bebas dan apakah keluarga bersedia menerima lamaran. Di keluarga lain, nembung atau nglamar justru menjadi sebutan untuk lamaran resminya.
Gunanya sederhana. Pertanyaan itu menjaga supaya acara resmi tidak digelar sebelum pintunya benar-benar terbuka, dan kalau jawabannya belum, tidak ada keluarga yang malu di depan banyak orang. Di sebagian keluarga nakokake dilakukan bersamaan dengan nontoni atau langsung di hari lamaran.
Seperti nontoni, tahap ini cukup disampaikan lewat telepon atau kunjungan.
Lamaran resmi: pinangan dan jawabannya
Inilah acara yang biasanya dimaksud orang ketika menyebut "lamaran". Keluarga pria datang dalam rombongan kecil, wakil keluarga menyampaikan maksud kedatangan, wakil keluarga wanita menjawab, lalu acara ditutup dengan doa dan makan bersama. Di banyak keluarga Jawa, penyampaian dan jawabannya memakai bahasa Jawa halus yang dibawakan satu orang untuk tiap pihak.
Yang hadir keluarga inti kedua pihak, sesepuh, dan kerabat dekat. Jumlahnya biasanya belasan sampai beberapa puluh orang. Rundown, tugas juru bicara, dan hal teknis harinya dibahas di persiapan acara lamaran. Perbedaan istilah lamaran dan tunangan ada di perbedaan lamaran dan tunangan.
Karena tamunya dipilih satu per satu dan jamnya harus tepat, tahap inilah yang paling pantas diberi undangan.
Paningsetan: pengikat yang diserahkan
Paningset adalah pengikat yang diserahkan pihak pria. Isi dan maknanya berbeda antar keluarga. Isi yang paling lazim, maknanya, dan bedanya dengan seserahan serta mahar diuraikan di arti peningset dalam adat Jawa. Di banyak keluarga sekarang paningset diserahkan di dalam acara lamaran resmi, sementara sebagian keluarga masih menggelarnya sebagai acara tersendiri atau menyatukannya dengan srah-srahan menjelang hari pernikahan.
Menentukan tanggal: hitungan dan musyawarah
Setelah lamaran diterima, kedua keluarga menentukan hari pernikahan. Di banyak keluarga Jawa, sesepuh ikut menimbang hari dan pasaran berdasarkan weton kedua calon. Sebagian keluarga memakai petungan yang berbeda, dan ada pula yang tidak memakai hitungan sama sekali. Hasilnya bisa saja beberapa pilihan tanggal, lalu keluarga yang memutuskan.
Soal jeda waktu antara lamaran dan hari-H, jarak lamaran ke pernikahan memuat gambaran yang lebih lengkap. Begitu tanggal pasti, rangkaian hajatan mulai dari pasang tarub bisa direncanakan mundur dari hari itu.
Solo dan Yogyakarta tidak selalu sama
Tata cara Solo dan Yogyakarta tumbuh dari keraton yang berbeda, dan keluarga di luar kedua kota itu punya kebiasaan sendiri. Istilah, urutan, bahkan siapa yang menjadi juru bicara bisa berbeda. Karena itu tabel di atas lebih tepat dibaca sebagai peta umum, bukan aturan.
Yang aman dilakukan:
- Tanyakan urutan keluarga kepada sesepuh yang akan memandu, lalu ikuti versi mereka.
- Sepakati sebutan acaranya di antara kedua keluarga sebelum menulis apa pun di undangan.
- Kalau kalian ragu dengan istilah Jawa di undangan, kata-kata undangan pernikahan bahasa Jawa memuat contoh kalimatnya.
Lamaran yang diringkas
Tidak semua keluarga menjalani lima tahap itu satu per satu, dan itu wajar. Beberapa bentuk yang sering dipakai:
- Nontoni dan nakokake digabung dalam satu kunjungan, kadang lewat telepon.
- Nakokake dan lamaran resmi digabung, jadi pinangan dan jawabannya terjadi di hari yang sama.
- Tanggal ditentukan di hari lamaran, dengan sesepuh yang sudah menghitung sebelumnya.
- Lamaran dan akad dalam satu hari, yang bentuknya dibahas di undangan lamaran sekaligus akad.
Yang biasanya dipertahankan adalah pinangan, jawabannya, dan kesepakatan dua keluarga. Sisanya boleh disesuaikan dengan keadaan.
Undangan lamaran yang kecil
Undangan lamaran tidak perlu menyebut nontoni atau nakokake. Tamu hanya butuh tahu hari, jam, tempat, dan seberapa formal acaranya. Susunan isi undangan lamaran dan cara menulis jamnya dengan jelas dibahas di cara membuat undangan lamaran digital.
Di Swanvara, acara lamaran ditulis di blok acara bertipe Lainnya. Namanya kalian ketik sendiri, jadi tulis saja "Lamaran". Satu undangan memuat dua blok acara, dan keduanya boleh dipakai, misalnya Lamaran dan satu acara makan bersama. Tamu keluarga bisa diberi link pribadi masing-masing lewat daftar tamu, sehingga sapaannya memakai nama mereka. Link umum hanya untuk dilihat, sedangkan RSVP dan buku tamu hanya bisa diisi dari link pribadi.
Satu hal yang perlu dicek sebelum membayar: kata-kata bawaan template ditulis untuk pernikahan, misalnya "Undangan Pernikahan" atau "Mempelai". Buka preview-nya dulu dan pastikan kalian nyaman dengan kata-kata itu untuk acara lamaran.
Template untuk keluarga Jawa
Dua template ini bernuansa Jawa. Pakai hanya kalau keluarga kalian memang Jawa, karena motifnya berasal dari sana.
- Jati: panel ukir jati Jepara yang diterangi pelita kuningan, dengan cahaya yang berpindah dari malam sampai pagi saat di-scroll. Tenang dan hangat.
- Pesona: motif batik kawung, parang, ceplok, mega mendung, dan semen dalam warna gading, cokelat tanah, dan emas. Beberapa motif tampil besar di antara bagian undangan, lengkap dengan artinya.
Keduanya tersedia di semua paket: Lite Rp 99.000, Pro Rp 199.000, atau Max Rp 349.000, dibayar sekali per undangan. Detail paket ada di halaman harga, dan template lain bisa dibandingkan di galeri template.
Langkah berikutnya di Swanvara
- Pilih template, misalnya Jati atau Pesona.
- Isi form: nama kedua calon, satu blok acara bertipe Lainnya dengan nama "Lamaran", tanggal, jam, tempat, dan link maps.
- Lihat preview-nya di ponsel dan cek kata-kata bawaan template. Form bisa diisi dan dilihat dulu sebelum membayar; pembayaran adalah langkah terakhir sebelum undangan terbit.
- Setelah terbit, tambahkan keluarga ke daftar tamu dan kirim link pribadi masing-masing lewat tombol "Kirim via WhatsApp".
Nontoni, nakokake, dan lamaran sudah dijalani keluarga Jawa jauh sebelum ada undangan di ponsel. Undangan cukup memastikan keluarga datang ke tempat dan jam yang tepat, sisanya biar adat yang berjalan.
Template
Template yang dibahas di artikel ini
Buka halamannya untuk melihat contoh lengkap dan detail desainnya.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
- Bagaimana urutan lamaran adat Jawa?
- Garis besarnya: nontoni (keluarga pria melihat dan berkenalan), nakokake atau nembung (menanyakan apakah sang gadis sudah terikat dan apakah lamaran akan diterima), lamaran resmi dengan penyerahan paningset, lalu menentukan tanggal pernikahan. Sesudah itu baru masuk rangkaian hajatan, yang di banyak keluarga dimulai dari pasang tarub. Urutan dan namanya berbeda antar keluarga, jadi ikuti versi sesepuh kalian.
- Apa itu nontoni dalam adat Jawa?
- Nontoni, dari kata tonton, adalah kunjungan keluarga pihak pria untuk melihat dan mengenal calon mempelai wanita beserta keluarganya. Di banyak keluarga sekarang kedua calon sudah saling kenal, jadi nontoni berubah menjadi kunjungan perkenalan dua keluarga atau dilewati sama sekali.
- Apa bedanya nakokake dan lamaran resmi?
- Nakokake, yang di banyak keluarga juga disebut nembung, adalah tahap bertanya, biasanya oleh orang tua atau wakil keluarga, untuk memastikan pintu terbuka sebelum acara resmi digelar. Lamaran resmi adalah acaranya: pinangan disampaikan, dijawab, dan paningset diserahkan. Di sebagian keluarga keduanya digabung dalam satu pertemuan.
- Apakah lamaran adat Jawa perlu undangan?
- Nontoni dan nakokake biasanya cukup disampaikan lewat telepon atau kunjungan. Lamaran resmi layak diberi undangan kecil supaya jam, tempat, dan jumlah tamu pasti. Penentuan tanggal cukup dikabarkan langsung ke keluarga.
- Bisakah lamaran adat Jawa dibuat singkat?
- Bisa. Banyak keluarga menggabungkan nakokake dan lamaran resmi, atau menyelesaikan tahap-tahap awal lewat telepon. Yang dijaga biasanya pinangan dan jawabannya, serta kesepakatan kedua keluarga tentang tanggal.
Baca juga
Etiket
Urutan Prosesi Pernikahan Adat Jawa: dari Pasang Tarub sampai Sungkeman, dan Mana yang Masuk Undangan
Urutan prosesi pernikahan adat Jawa dari pasang tarub sampai sungkeman, siapa yang hadir di tiap prosesi, dan mana yang ditulis di undangan digital.
Etiket
Adik Menikah Duluan Melangkahi Kakak: Restu, Pelangkah, dan Cara Membicarakannya
Adik menikah duluan melangkahi kakak: cara meminta restu, isi pelangkah dalam adat Jawa dan Betawi, kalimat yang tidak melukai, dan nama kakak di undangan.
Etiket
Arti Bubak Kawah dan Tumplek Punjen: Ritual Anak Pertama dan Anak Terakhir yang Menikah
Arti bubak kawah dan tumplek punjen: ritual Jawa saat anak pertama dan anak terakhir menikah, siapa yang terlibat, dan perlukah ditulis di undangan.

