Kata-Kata Undangan Tedak Siten: Contoh dari Orang Tua, Eyang, dan untuk Grup WhatsApp
Contoh kata-kata undangan tedak siten siap pakai: formal dari orang tua, hangat untuk keluarga, atas nama eyang, grup WhatsApp, pesan sesepuh, dan hari pasaran.

Kata-kata undangan tedak siten adalah teks ajakan untuk menghadiri upacara turun tanah si kecil, berisi nama bayi, nama pengundang, hari dan tanggal (sering beserta hari pasarannya), jam, alamat, dan permohonan doa. Tamunya orang-orang dekat, jadi teksnya boleh pendek dan hangat, asal tetap sopan kepada yang sepuh.
Di bawah ada contoh untuk enam keadaan: undangan formal dari orang tua, versi hangat untuk keluarga sendiri, undangan yang ikut atas nama eyang, pesan singkat untuk grup WhatsApp, pesan pribadi untuk sesepuh, dan undangan yang mencantumkan hari pasaran. Ganti isi kurung sikunya, lalu baca ulang sekali sebelum dikirim.
Yang perlu ada di undangan tedak siten
Susunannya hampir selalu sama, apa pun nadanya.
- Nama si kecil. Nama lengkap, boleh ditambah nama panggilan. Dialah tokoh utamanya, jadi namanya yang paling menonjol.
- Nama acara. "Tedak Siten" atau "Turun Tanah". Tanpa ini, tamu bisa mengira acaranya syukuran biasa.
- Pengundang. Umumnya ayah dan ibu. Eyang bisa ikut disebut, caranya ada di bagian tersendiri di bawah.
- Hari, tanggal, jam. Tulis jam dalam angka. Hari pasaran boleh menempel di nama hari, misalnya Sabtu Legi.
- Alamat dan patokan. Tedak siten paling sering digelar di rumah, dan rumah lebih susah dicari daripada gedung. Nomor rumah, nama gang, warna pagar, apa saja yang menolong.
- Satu kalimat acara. Cukup satu, misalnya "si kecil akan menapaki jadah untuk pertama kalinya".
- Permohonan doa dan terima kasih. Nadanya syukur, bukan pesta.
Rincian prosesi dan maknanya tidak perlu masuk undangan. Tamu yang datang akan melihatnya sendiri, dan justru itu bagian yang menyenangkan.
Istilah Jawa yang biasa muncul di undangan
Undangan tedak siten hampir selalu memakai beberapa istilah Jawa. Tulis dengan benar, karena yang membacanya termasuk eyang dan sesepuh.
- Tedak siten atau tedhak siten. Keduanya dipakai. Tedhak berarti turun atau menapak, siti berarti tanah. Pilih satu ejaan dan pakai sampai penutup.
- Pitung lapan. Tujuh kali 35 hari, yaitu 245 hari, kira-kira delapan bulan.
- Jadah. Ketan yang ditumbuk, biasanya dibuat tujuh warna dan dipijak si kecil.
- Kurungan. Kurungan ayam yang dihias. Si kecil masuk ke dalamnya lalu memilih salah satu benda.
- Udhik-udhik. Uang logam yang dicampur beras kuning dan bunga, disebar untuk diperebutkan tamu.
Satu hal penting soal bahasa. Contoh di halaman ini sengaja ditulis dalam bahasa Indonesia yang santun. Bahasa Jawa punya tingkat tutur, dan kalimat krama yang salah tingkat lebih terasa janggal daripada bahasa Indonesia yang rapi. Kalau keluargamu ingin versi Jawa, minta eyang atau sesepuh yang fasih menyusunnya. Contoh kalimat bahasa Jawa untuk pernikahan ada di kata-kata undangan pernikahan bahasa Jawa, tapi tetap tanyakan ke sesepuh sebelum memakainya untuk tedak siten.
Nada menurut siapa yang mengundang
Siapa yang mengundang dan kepada siapa undangan itu dikirim menentukan nadanya. Pakai tabel ini untuk memilih contoh.
| Pengundang | Nada | Contoh pembuka |
|---|---|---|
| Orang tua, untuk semua tamu | Formal dan khidmat | "Dengan memohon rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara..." |
| Orang tua, untuk keluarga sendiri | Hangat dan akrab | "[Nama Si Kecil] sudah pitung lapan, dan sebentar lagi dia belajar menapak tanah." |
| Orang tua bersama eyang | Formal, menghormati yang sepuh | "Kami sekeluarga, bersama Eyang [Nama] dan Eyang [Nama], mengundang..." |
| Eyang sebagai tuan rumah | Khidmat dan penuh syukur | "Dengan penuh syukur, kami mengundang Bapak/Ibu hadir pada tedak siten cucu kami..." |
| Grup WhatsApp keluarga | Singkat, langsung ke inti | "Bapak, Ibu, Pakde, Bude, semuanya, [hari] ini [Nama Si Kecil] tedak siten." |
| Pesan pribadi untuk sesepuh | Sangat sopan, memohon | "[Sebutan] [Nama], kami mohon izin menyampaikan kabar dan memohon kehadiran..." |
Contoh undangan tedak siten formal dari orang tua
Versi ini pas untuk tamu yang lebih luas: tetangga, rekan kerja orang tua, dan keluarga jauh.
Dengan memohon rahmat Tuhan Yang Maha Esa,
kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara untuk hadir
dan memberikan doa restu pada acara
Tedak Siten putra/putri kami, [Nama Lengkap Si Kecil]
[Hari], [tanggal] [bulan] [tahun]
Pukul [jam] WIB
Bertempat di [alamat lengkap]
Kami merasa terhormat apabila Bapak/Ibu/Saudara berkenan hadir.
Kami yang berbahagia,
[Nama Ayah] dan [Nama Ibu]
Kalau ingin menyebut rangkaian acaranya dalam satu kalimat:
Dengan penuh syukur, kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara
untuk menyaksikan langkah pertama [Nama Si Kecil] menapak tanah
pada acara Tedak Siten, [hari], [tanggal], pukul [jam] WIB,
di kediaman kami, [alamat].
Si kecil akan menapaki jadah tujuh warna, menaiki tangga tebu,
dan memilih benda di dalam kurungan.
Doa Bapak/Ibu/Saudara menjadi bekal bagi langkah-langkahnya kelak.
[Nama Ayah] dan [Nama Ibu]
Sesuaikan kalimat rangkaiannya dengan yang benar-benar akan dijalankan. Kalau keluargamu tidak memakai tangga tebu, hapus saja bagian itu.
Contoh yang hangat untuk keluarga sendiri
Untuk pakde, bude, om, tante, dan sepupu, bahasa resmi malah terasa berjarak.
Pakde, Bude, Om, Tante, dan saudara semua,
[Nama Panggilan] sudah pitung lapan, dan [hari] nanti
dia mau belajar menapak tanah untuk pertama kalinya.
Kami ingin semua keluarga ikut menyaksikan dan mendoakan.
[Hari], [tanggal], mulai pukul [jam]
Di rumah kami, [alamat singkat]
Siapkan tangan untuk rebutan udhik-udhik, ya.
Salam sayang, [Nama Ayah], [Nama Ibu], dan [Nama Panggilan]
Kalimat soal udhik-udhik bisa diganti dengan apa pun yang khas di keluargamu. Intinya satu baris ringan yang membuat undangannya terasa ditulis oleh orang, bukan dicomot dari contoh.
Kalau eyang ikut mengundang
Di banyak keluarga Jawa, tedak siten cucu pertama sering jadi hajat eyang juga. Ada dua cara menuliskannya.
Eyang disebut di penutup. Orang tua tetap pengundang utama, eyang ikut tercantum sebagai bentuk hormat.
Dengan penuh syukur, kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara
untuk hadir pada acara Tedak Siten putra kami, [Nama Si Kecil],
[hari], [tanggal], pukul [jam] WIB, di [alamat].
Kehadiran dan doa restu Bapak/Ibu/Saudara menjadi kebahagiaan bagi kami sekeluarga.
Kami yang berbahagia,
[Nama Ayah] dan [Nama Ibu]
beserta Eyang [Nama] dan Eyang [Nama]
Eyang sebagai tuan rumah. Cocok kalau acaranya digelar di rumah eyang dan tamunya sebagian besar kenalan eyang.
Dengan penuh syukur atas kelahiran dan tumbuh kembang cucu kami,
kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara untuk hadir
pada acara Tedak Siten [Nama Si Kecil],
putra/putri dari [Nama Ayah] dan [Nama Ibu].
[Hari], [tanggal], pukul [jam] WIB
Di kediaman kami, [alamat]
Kami yang berbahagia,
[Sebutan Eyang Kakung] dan [Sebutan Eyang Putri]
Kalau eyang dari kedua pihak sama-sama ingin tercantum, sebut keduanya dengan urutan yang sudah disepakati di keluarga. Urutan nama lebih baik dibicarakan sebelum undangan disebar.
Versi singkat untuk grup WhatsApp
Pesan di grup dibaca sambil lalu, jadi taruh hari, jam, dan alamat di baris sendiri-sendiri.
Assalamu'alaikum, Bapak, Ibu, Pakde, Bude, semuanya.
Insya Allah [Nama Si Kecil] tedak siten hari [hari], [tanggal].
Mulai pukul [jam], di rumah kami, [alamat singkat].
Undangan dan petanya: [link]
Mohon doanya, semoga kami bisa bertemu di sana.
Versi yang lebih netral, tanpa salam keagamaan:
Halo keluarga semua,
[Nama Si Kecil] sudah pitung lapan dan akan tedak siten
[hari], [tanggal], pukul [jam], di [alamat singkat].
Detailnya ada di sini: [link]
Kabari kami lewat pesan pribadi, ya, kalau berhalangan.
Pesan grup cukup untuk mengabarkan. Kalau kamu perlu tahu berapa orang yang datang untuk menakar besek, tanyakan lewat pesan pribadi ke tiap keluarga, jangan berharap semua orang membalas di grup.
Pesan pribadi untuk sesepuh
Sesepuh yang memimpin doa atau yang paling dihormati di keluarga sebaiknya tidak cukup diundang lewat grup. Telepon atau datangi lebih dulu, lalu kirim pesan ini sebagai pengingat, atau kirim ke anak atau cucu yang biasa mengantar beliau.
[Sebutan] [Nama] yang kami hormati,
kami mohon izin menyampaikan kabar bahwa putra kami, [Nama Si Kecil],
akan menjalani tedak siten pada [hari], [tanggal], pukul [jam],
di kediaman kami, [alamat].
Kami sangat berharap [Sebutan] berkenan hadir dan memberikan doa restu.
Kalau [Sebutan] berkenan, kami akan menjemput.
Matur nuwun.
Hormat kami, [Nama Ayah] dan [Nama Ibu]
Kalimat soal menjemput hanya ditulis kalau kamu memang bisa melakukannya. Untuk sesepuh yang tinggal jauh atau sudah sepuh sekali, tawaran itu sering lebih berarti daripada kalimat undangannya sendiri.
Menulis hari pasaran di undangan
Tanggal tedak siten biasanya dihitung dengan weton. Satu lapan sama dengan 35 hari, yaitu tujuh hari sepekan dikali lima hari pasaran (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon). Jadi kalau acaranya tepat di pitung lapan, hari dan pasarannya sama dengan hari lahir si kecil. Lahir Sabtu Legi, tedak siten juga Sabtu Legi.
Dengan pasaran tertulis, tamu tahu tanggalnya dipilih dengan cermat. Letakkan langsung di sebelah nama hari:
Dengan penuh syukur, kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara
untuk hadir dan mendoakan pada acara
Tedak Siten [Nama Si Kecil]
Sabtu Legi, [tanggal] [bulan] [tahun]
Pukul [jam] WIB
Di kediaman kami, [alamat]
Tepat pitung lapan, di weton kelahirannya.
[Nama Ayah] dan [Nama Ibu]
Dua catatan. Cocokkan hari pasarannya dengan kalender Jawa sebelum undangan disebar, karena pasaran yang keliru biasanya langsung dikenali eyang. Kalau tanggalnya digeser dari pitung lapan karena alasan lain, hapus kalimat "tepat pitung lapan", dan tulis pasarannya hanya kalau memang hari itu yang dipilih sesepuh.
Hal kecil yang sering terlewat
- Ejaan nama si kecil. Pada nama Jawa, dh dan th paling sering tertukar dengan d dan t. Semua tamu membaca nama itu, dan salah satu huruf saja langsung kelihatan.
- Jam yang terlalu longgar. "Pagi" saja membuat tamu menebak. Tedak siten memang sering digelar pagi, tapi tetap tulis angkanya.
- Pakaian. Kalau keluarga ingin tamu memakai batik atau kebaya, tulis satu baris di undangan, jangan diumumkan di grup sehari sebelumnya.
- Terlalu mirip undangan aqiqah atau syukuran. Tedak siten punya nama sendiri. Pakai namanya di baris judul. Kalau yang kamu siapkan sebenarnya aqiqah, contohnya ada di kata-kata undangan aqiqah, dan variasi pembuka yang lebih umum ada di kata-kata undangan syukuran.
Membuatnya di Swanvara
Teks di atas bisa langsung dikirim sebagai pesan. Kalau kamu ingin tamu membuka satu halaman berisi peta, foto si kecil, dan tempat mengonfirmasi kehadiran, langkah lengkapnya ada di cara membuat undangan tedak siten digital.
Form di Swanvara dirancang untuk pernikahan, dan form yang sama dipakai untuk semua jenis acara. Tidak ada mode khusus tedak siten. Bagian nama punya dua kolom wajib berlabel Mempelai Pria dan Mempelai Wanita, masing-masing dengan satu foto wajib. Untuk tedak siten, isi dengan nama ayah dan ibu sebagai pengundang. Fotonya tidak harus potret: kaki mungil si kecil, kain jarik, atau jadah tujuh warna juga bisa. Form juga mewajibkan satu foto sampul. Nama si kecil bisa kamu tulis di label acara dan di bagian kutipan, misalnya kalimat pembuka dari contoh formal di atas.
Bagian acara punya tepat dua blok. Blok pertama bisa diganti ke "Lainnya" dengan label sendiri, misalnya "Tedak Siten [Nama Si Kecil]", dan label itu yang tampil sebagai judul blok dan di pilihan RSVP. Blok kedua bisa dipakai untuk kenduri kalau jamnya terpisah, atau dimatikan.
Soal cara menyebar, ini yang paling penting. Setiap tamu bisa mendapat tautan pribadi dari kode pendek yang dibuatkan sistem, dan halamannya menyapa tamu itu dengan nama. Konfirmasi kehadiran dan ucapan di buku tamu hanya bisa dikirim dari tautan pribadi ini. Tautan umum yang kamu tempel di grup keluarga hanya untuk dibaca. Jadi kalau ingin menghitung besek dari RSVP, kirim tautan pribadi ke tiap keluarga. Di tiap baris tamu di dasbor ada ikon kecil untuk menyalin pesan undangan tamu itu, lengkap dengan nama dan tautannya. Daftar tamu dan jumlah orang yang datang hanya bisa kamu baca di dasbor.
Isinya tetap bisa diubah setelah terbit, jadi kalau sesepuh menggeser jamnya, tamu yang membuka tautan lama langsung melihat jam yang baru. Alamat halamannya kamu pilih sendiri, misalnya tedak-siten-raka.swanvara.com, dan alamat itu permanen di Lite dan Pro. Halamannya tidak muncul di mesin pencari, tapi tidak memakai kata sandi, jadi siapa pun yang memegang tautannya bisa membukanya. Ucapan di buku tamu langsung tampil tanpa antrean persetujuan.
Untuk bingkainya, Pesona dibangun di atas motif batik kawung dan parang, jadi nuansa Jawanya terasa sejak halaman pertama. Lebih dari 30 template lain bisa kamu lihat di galeri template. Swanvara berbayar, sekali bayar per undangan: Lite Rp 99rb, Pro Rp 199rb, Max Rp 349rb (rinciannya di bagian harga). Undangan cetak dan undangan video tidak termasuk layanan kami.
Undangan tedak siten yang paling diingat biasanya yang paling sederhana: nama si kecil, hari pasarannya, alamat rumah, dan satu kalimat doa. Selebihnya biar langkah pertamanya sendiri yang bercerita.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
- Apa saja isi kata-kata undangan tedak siten?
- Nama si kecil, nama pengundang (biasanya ayah dan ibu), nama acaranya yaitu tedak siten atau turun tanah, hari dan tanggal, jam mulai, alamat dengan patokan, lalu permohonan doa dan ucapan terima kasih. Hari pasaran seperti Legi atau Kliwon boleh ditambahkan di sebelah nama hari. Satu kalimat tentang rangkaian acaranya sudah cukup, tidak perlu menjelaskan makna tiap prosesi.
- Perlukah menulis hari pasaran di undangan tedak siten?
- Tidak wajib, tapi banyak keluarga menuliskannya karena tanggal tedak siten sering dihitung dengan weton. Kalau acaranya tepat di pitung lapan (245 hari), hari dan pasarannya sama dengan hari lahir si kecil, misalnya lahir Sabtu Legi, tedak siten juga Sabtu Legi. Cocokkan dulu dengan kalender Jawa sebelum undangan disebar, karena pasaran yang keliru biasanya langsung dikenali sesepuh.
- Bagaimana menulis undangan tedak siten kalau eyang ikut mengundang?
- Ada dua cara yang lazim. Pertama, eyang disebut di penutup sesudah nama orang tua, misalnya "Kami yang berbahagia, [Nama Ayah] dan [Nama Ibu], beserta Eyang [Nama] dan Eyang [Nama]". Kedua, kalau acaranya digelar di rumah eyang dan eyang yang menjadi tuan rumah, nama eyang boleh ditulis sebagai pengundang utama dan si kecil disebut sebagai cucu. Pakai sebutan yang biasa dipakai keluargamu, misalnya Eyang Kakung dan Eyang Putri.
- Bolehkah undangan tedak siten ditulis dalam bahasa Jawa?
- Boleh, dan untuk keluarga yang masih kental adatnya justru terasa lebih pas. Masalahnya, bahasa Jawa punya tingkat tutur, dan kalimat krama yang keliru lebih mengganggu daripada bahasa Indonesia yang santun. Kalau ingin versi Jawa, susun dulu dalam bahasa Indonesia, lalu minta eyang atau sesepuh yang fasih menerjemahkan dan memeriksanya.
Baca juga
Kata-kata
Ucapan Selamat Lamaran untuk Sahabat, Rekan Kerja, dan Keluarga
Contoh ucapan selamat lamaran dan tunangan untuk sahabat, teman kantor, keluarga, dan calon besan, lengkap dengan versi islami, kristiani, dan komentar Instagram.
Kata-kata
Kata-Kata Undangan Pensiun: Contoh untuk Kantor, Keluarga, dan WhatsApp
Contoh kata-kata undangan pensiun siap pakai: pelepasan instansi, perpisahan kantor, syukuran keluarga, versi Islami, versi WhatsApp, dan pesan untuk mentor.
Kata-kata
Ucapan Selamat Pensiun: Contoh untuk Atasan, Rekan, Guru, dan Orang Tua
Contoh ucapan selamat pensiun untuk atasan, rekan kerja, guru, dan orang tua, plus versi doa Islami, singkat untuk kartu, dan formal untuk buku kenangan instansi.
Siap membuat undangan kalian sendiri?
Pilih template, isi detail acara, dan bagikan tautannya ke tamu — semua bisa selesai dalam satu sore.
