swanvara

Panduan

Test Food Katering Pernikahan: Kapan Dilakukan, Siapa yang Diajak, dan Apa yang Dinilai

Test food katering pernikahan: kapan dilakukan, siapa yang diajak, dan lembar penilaian untuk rasa, suhu, porsi, tampilan, dan ketahanan di prasmanan.

Tim Swanvara
Daftar isi(8)

Test food katering pernikahan berupa sesi mencicipi menu sebelum kalian memesan, dan yang sebenarnya dinilai adalah apakah hidangan itu masih baik saat sampai ke piring tamu, bukan hanya enak di meja tasting. Karena itu, rasa dicicipi pada suhu saat disajikan, dan hidangan diuji ketahanannya seperti saat menunggu di meja prasmanan.

Bayangkan sore itu di dapur katering. Piring-piring datang satu per satu, masih mengepul, dan semua orang mengangguk: rendangnya empuk, sambal matahnya segar. Empat bulan kemudian, di resepsi, rendang yang sama sudah sejam di chafing dish dan mulai kering di pinggir, sedangkan es buah di ujung meja sudah hangat. Rasanya tidak berubah. Kondisinya yang berubah.

Tulisan ini membahas langkah sesudah memilih vendor: kapan sesi dilakukan, siapa yang diajak, apa yang dinilai, cara mencocokkan menu dengan tamu, dan apa yang diminta tertulis setelahnya. Soal kontrak, kalian bisa membacanya di tips memilih katering pernikahan, yang menjelaskan mengapa pasal-pasalnya lebih menentukan daripada rasa.

Kapan test food dilakukan

Waktunya sesudah kalian menyaring vendor lewat kontrak, bukan sebelum. Urutan ini menghemat tenaga: tidak ada gunanya jatuh hati pada masakan katering yang minimum porsinya tidak cocok dengan daftar tamu kalian.

Susunan yang masuk akal:

  1. Saring katering lewat isi kontraknya, sampai tersisa satu atau dua vendor.
  2. Jadwalkan test food dengan vendor yang tersisa itu, sebelum tanda tangan.
  3. Kalau menu perlu diubah, adakan ronde kedua kecil.
  4. Tanda tangan kontrak dengan menu final terlampir.

Beri jarak beberapa bulan dari hari-H. Pada jarak itu vendor masih leluasa mengganti hidangan, dan kalian tidak terburu-buru. Pilih hari dan jam yang mirip dengan acara: kalau resepsi makan siang, jadwalkan sesi di jam makan siang, karena nafsu makan dan suhu ruangan ikut memengaruhi penilaian.

Sebelum datang, tanyakan dua hal: apakah sesi ini berbayar, dan apakah menu yang dicicipi sama dengan menu paket yang akan kalian pesan. Sesi yang menyajikan hidangan "spesial" lebih mewah daripada paketnya tidak menjawab apa-apa.

Siapa yang diajak

Dua atau tiga orang sudah cukup. Lebih dari itu, penilaian saling memengaruhi: begitu satu orang berkata "enak sekali", yang lain jarang berani berbeda pendapat.

  • Kalian berdua, atau salah satu bila jadwal sulit. Kalian yang membayar dan yang paling tahu selera sendiri.
  • Salah satu orang tua. Pilih yang paham selera tamu undangan, terutama tamu sepuh. Orang tua juga sering paling cepat menangkap hidangan yang kurang cocok untuk tamu seusianya.
  • Satu pencicip yang jujur. Teman atau saudara yang akan bilang "ini terlalu asin" tanpa sungkan. Orang yang tidak enak hati pada kalian tidak berguna di meja ini.

Siapkan juga satu pencatat. Kalau tidak ada yang menulis, dua minggu kemudian kalian hanya ingat bahwa "semuanya lumayan".

Lembar penilaian: lima hal yang diperiksa tiap hidangan

Cetak atau salin tabel ini, satu lembar per hidangan. Isi langsung di tempat, jangan menunggu sampai di rumah.

Yang dinilaiSeperti apa yang baikYang ditanyakan ke vendor
RasaBumbu seimbang, tidak terlalu asin atau manis, dan tetap enak di suapan kelima, bukan hanya yang pertamaApakah rasa ini sama untuk 300 porsi, atau hanya porsi tasting? Siapa yang memasak di hari acara?
Suhu saat disajikanHidangan panas masih hangat, hidangan dingin masih dingin, setelah menunggu beberapa menit di mejaPakai apa untuk menjaga suhu (chafing dish, bak es)? Berapa lama hidangan boleh menunggu?
PorsiSatu sendok prasmanan cukup mengenyangkan tanpa menumpuk, dan lauk seimbang dengan nasiBerapa gram lauk utama per porsi? Siapa yang menyendok, tamu atau petugas?
TampilanWarna dan bentuk tetap menarik di piring biasa, bukan hanya di piring tasting yang ditata hati-hatiApakah piring dan alat yang dipakai di tasting sama dengan di acara?
Ketahanan di prasmanan atau gubukanTidak menyatu jadi bubur, tidak mengeras, tidak berminyak setelah dibiarkan 30-60 menitHidangan mana yang paling cepat turun mutunya? Apakah ada pengganti yang lebih tahan?

Baris terakhir adalah yang paling sering terlewat. Cara mengujinya sederhana: sisihkan satu piring dari tiap hidangan, tutup, dan makan lagi 30 menit kemudian di akhir sesi. Hidangan yang masih bagus setelah menunggu itulah yang layak masuk menu. Soal bagaimana tamu sebenarnya antre dan mengambil, etika makan prasmanan di kondangan memberi gambaran, termasuk perbedaan cara kerja gubukan dan prasmanan.

Apa yang tidak perlu dinilai di sesi ini

Hindari membahas harga per porsi, minimum pemesanan, dan angka pesanan di meja tasting. Semua itu sudah ada di tahap kontrak. Kalau di sesi ini kalian mulai menawar, perhatian pindah dari makanan ke angka, dan hidangan tidak lagi dinilai dengan teliti.

Mencocokkan menu dengan tamu

Menu yang enak untuk kalian belum tentu cocok untuk semua yang datang. Setelah lembar penilaian di atas terisi, baca ulang hasilnya sambil membayangkan tamu-tamu kalian.

Tamu sepuh. Perhatikan tekstur dan kadar garam. Daging yang alot, makanan yang terlalu pedas, dan lauk yang keras sulit dinikmati orang yang giginya sudah tidak kuat. Minta satu lauk lembut dan satu sayur yang mudah dikunyah di antara pilihan.

Anak-anak. Mereka biasanya makan lebih sedikit dan memilih yang polos. Tanyakan apakah ada hidangan tanpa pedas yang tidak perlu dipesan khusus, supaya orang tua tidak berebut mencarikan makanan di tengah acara.

Tamu vegetarian. Satu hidangan utama tanpa daging, dan bukan hanya sayur pendamping, sudah sangat berarti bagi mereka. Tanyakan apakah masakan sayurnya dimasak dengan kaldu atau minyak yang sama dengan lauk berdaging.

Alergi dan pantangan. Kacang, udang, dan susu paling sering ditanyakan. Minta vendor menyebutkan bahan utama tiap hidangan secara tertulis, termasuk saus dan sambalnya. Untuk pantangan agama dan keyakinan, tanyakan juga soal bahan dan cara pengolahan, bukan hanya daftar menu.

Jumlah tamu yang datang tidak perlu ditebak. Dari RSVP di Swanvara, kalian membaca di dashboard siapa yang Hadir, acara mana yang mereka hadiri, dan Jumlah Tamu per undangan. Dari daftar nama itu, kalian bisa memperkirakan keluarga mana yang membawa anak atau orang tua sepuh. Satu hal perlu diketahui: RSVP tidak punya kolom untuk alergi atau pantangan, jadi tamu yang kalian ketahui punya pantangan perlu ditanya langsung. Cara menyiapkan RSVP-nya ada di cara membuat RSVP online.

Ronde kedua dan perubahan menu

Jarang ada menu yang langsung diterima semua. Wajar kalau dua atau tiga hidangan perlu diganti, dan wajar pula kalau kalian minta sesi kedua yang lebih kecil.

Beberapa aturan agar ronde kedua efisien:

  • Bawa catatan sesi pertama dan tunjukkan baris yang bermasalah. Vendor lebih mudah memperbaiki "kuah terlalu encer di menit ke-30" daripada "kurang cocok".
  • Ubah sedikit saja. Ganti hidangan yang gagal, bukan seluruh menu. Mengganti banyak sekaligus membuat kalian menguji ulang semuanya.
  • Cicipi pengganti pada kondisi yang sama. Kalau hidangan lama dinilai setelah menunggu 30 menit, pengganti juga harus diuji begitu.
  • Tanyakan apakah penggantian punya biaya. Beberapa vendor mengizinkan satu kali tukar hidangan tanpa biaya, sisanya dikenakan selisih.

Kalau sesudah dua ronde masih ada hidangan yang meragukan, jangan memaksakan diri. Hapus saja dari menu dan ganti dengan hidangan yang sudah terbukti.

Yang diminta tertulis setelahnya

Kesan yang bagus di meja tasting tidak mengikat siapa pun. Yang mengikat adalah tulisan. Sebelum pulang atau paling lambat 1-2 hari sesudahnya, minta dokumen berikut:

  1. Menu final, hidangan demi hidangan, dengan nama dan bahan utama.
  2. Catatan perubahan dari sesi pertama dan kedua, supaya "kuahnya dibuat lebih kental" tidak sekadar janji lisan.
  3. Cara menjaga suhu dan penyajian: peralatan yang dipakai dan batas waktu hidangan boleh dibiarkan.
  4. Hidangan pengganti bila bahan tertentu tidak tersedia pada hari acara, dan siapa yang memutuskan.
  5. Daftar bahan untuk alergen utama dari tiap hidangan.
  6. Jadwal pengiriman dan penataan, supaya sesuai dengan yang akan disepakati di technical meeting pernikahan.

Lampirkan dokumen ini pada kontrak. Cara menghitung porsi dari konfirmasi tamu dibahas terpisah di cara menghitung porsi katering dari RSVP.

Langkah berikutnya di Swanvara

Kalau kalian pasangan yang menikmati urusan makanan sampai ke detailnya, atau resepsi kalian berupa jamuan duduk, coba lihat template Degustasi. Template ini dirancang untuk resepsi dengan jamuan duduk atau di restoran. Setiap bagian disajikan sebagai satu sajian bernomor, seperti Rangkaian Acara dan Tanda Kasih, dengan kartu menu kecil di bawah layar. Di ponsel, tamu mengetuk tombol MENU untuk melompat ke bagian yang dicari. Ada pula pilihan lain di galeri template.

Urutannya: pilih template, isi form, lihat preview-nya, dan bayar saat siap menerbitkan. Harganya Lite Rp 99rb, Pro Rp 199rb, atau Max Rp 349rb, sekali bayar per undangan, dengan perbandingannya di halaman harga. Setelah terbit, tambahkan tamu di dashboard dan kirim link personal ke tiap orang, karena RSVP hanya bisa dikirim dari link personal. Saat hasil konfirmasi masuk, buka dashboard untuk melihat siapa yang Hadir, acara yang dipilih, dan Jumlah Tamu, lalu bawa angkanya ke katering bersama menu final tadi.

Template

Template yang dibahas di artikel ini

Buka halamannya untuk melihat contoh lengkap dan detail desainnya.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Kapan test food katering pernikahan sebaiknya dilakukan?
Sesudah kalian menyaring katering lewat isi kontraknya, dan sebelum tanda tangan. Dengan begitu, test food hanya diadakan untuk vendor yang syaratnya sudah masuk akal, dan menunya masih bisa diubah. Banyak pasangan mengaturnya beberapa bulan sebelum hari-H, ketika perubahan menu belum mengganggu pesanan bahan.
Siapa saja yang sebaiknya diajak ke test food?
Dua atau tiga orang saja: salah satu orang tua yang paham selera tamu, dan satu teman atau saudara yang berani berkata jujur soal rasa. Terlalu banyak peserta membuat penilaian saling memengaruhi dan sesi molor.
Apa yang dinilai saat test food katering?
Lima hal: rasa, suhu saat disajikan, porsi per piring, tampilan, dan ketahanan hidangan di prasmanan atau gubukan. Tabel penilaian di artikel ini memuat ciri hasil yang baik dan pertanyaan untuk vendor di tiap baris.
Apakah test food perlu dibayar?
Itu urusan kesepakatan dengan vendor. Sebagian katering menyertakan satu sesi dalam paket, sebagian menagih per porsi, dan ada yang memotongnya dari tagihan kalau kalian jadi memesan. Tanyakan sebelum menjadwalkan, dan minta jawabannya tertulis.
Bagaimana mengetahui tamu yang vegetarian atau alergi?
Dari konfirmasi tamu. Di Swanvara, RSVP memuat Hadir, acara yang dihadiri, dan Jumlah Tamu per undangan, dan semuanya dibaca di dashboard. Informasi alergi tidak ada kolomnya, jadi tanyakan langsung ke tamu yang kalian ketahui punya pantangan, lalu sampaikan ke katering.

Baca juga

Langkah berikutnyaCara Membuat Undangan Digital untuk Pernikahan (Panduan Lengkap)Panduan membuat undangan pernikahan digital: pilih template, isi data dan foto, pilih alamat, bayar di akhir, lalu kirim link pribadi ke tiap tamu.