swanvara

Etiket

Etika Makan Prasmanan di Kondangan: Kapan Makan, Berapa Banyak, dan Boleh Bungkus atau Tidak

Etika prasmanan di kondangan: makan sebelum atau sesudah salaman, antre, porsi secukupnya, gubukan, makan sambil berdiri, anak kecil, dan soal bawa pulang.

Tim Swanvara
Daftar isi(9)

Etika prasmanan di kondangan bisa diringkas jadi empat hal: makan setelah menyalami pengantin kalau alurnya memungkinkan, antre dengan tertib, ambil porsi yang bisa kalian habiskan, dan jangan membawa pulang makanan kecuali ditawarkan. Sisanya soal membaca suasana ruangan.

Bayangkan resepsi siang di gedung yang cukup besar. Meja hidangan memanjang di sisi kanan, antrean sudah mengular sampai dekat pintu, dan di depan kalian seorang tamu mengisi piringnya sampai tidak ada ruang untuk sambal. Dua puluh orang di belakangnya melihat tumpukan itu dan diam-diam menghitung apakah rendangnya masih akan sampai ke mereka.

Tidak ada yang berniat jahat di situ. Hanya saja, di prasmanan kebiasaan satu orang langsung berpengaruh ke piring orang lain. Karena itu aturannya sebagian besar soal membayangkan orang di belakang kalian.

Makan dulu atau salaman dulu?

Urutan yang paling umum dan paling aman: isi buku tamu, masukkan amplop, antre salaman ke pelaminan, baru ke meja hidangan. Setelah menyalami pengantin, kewajiban kalian sebagai tamu sudah selesai, dan makan menjadi bagian yang bisa kalian nikmati tanpa memikirkan hal lain.

Tapi alur acara berbeda-beda, jadi perhatikan situasinya dulu sebelum memutuskan:

  • Hidangan sudah dibuka dan antrean salaman panjang. Di banyak resepsi besar, tamu memang makan dulu sambil menunggu antrean pelaminan mengurai. Kalau kalian melihat sebagian besar tamu sudah membawa piring, ikuti saja.
  • Resepsi duduk dengan hidangan per meja. Tunggu sampai makanan diantar atau kalian dipersilakan. Tidak ada meja hidangan yang perlu dikejar.
  • Pengantin belum duduk di pelaminan. Kalau kalian datang lebih awal dari jadwal pengantin, makan dulu tidak masalah. Soal pilihan jamnya, jam berapa datang ke undangan pernikahan menjelaskan kenapa 30 menit sampai satu jam setelah pintu dibuka biasanya paling nyaman.
  • Bingung. Tanyakan ke penerima tamu, "Boleh makan dulu atau salaman dulu?" Pertanyaan itu mereka dengar puluhan kali sehari, dan jawabannya biasanya satu kalimat.

Satu hal yang hampir selalu berlaku: jangan menyalami pengantin sambil memegang piring penuh. Letakkan dulu, atau salami dulu.

Antre dengan tertib

Antrean prasmanan punya aturan tak tertulis yang sebenarnya sederhana, dan hampir semuanya soal tidak menahan orang lain.

  1. Ambil piring, lalu langsung maju. Jangan berhenti di depan piring untuk menunggu teman yang masih di belakang.
  2. Putuskan sebelum sampai. Lihat deretan hidangan dari ujung antrean, dan tentukan dua atau tiga lauk yang kalian mau. Berdiri lama di depan satu baki sambil berpikir menahan seluruh barisan.
  3. Pakai sendok saji untuk satu hidangan saja. Sendok nasi tidak dipakai untuk lauk, dan sendok lauk dikembalikan ke wadahnya, bukan diletakkan di meja.
  4. Jangan menyerobot ke tengah barisan untuk mengambil sesuatu yang tertinggal. Kalau ingin tambah, kembali ke ujung antrean.
  5. Beri jalan untuk orang tua dan ibu hamil. Di banyak resepsi mereka dipersilakan lebih dulu, dan tamu lain biasanya senang mengalah.

Kalau ada lebih dari satu jalur antrean, pilih jalur yang paling pendek, bukan yang paling dekat dengan tempat duduk kalian.

Seberapa banyak yang diambil

Patokannya satu kalimat: ambil sedikit dulu, tambah kemudian. Piring pertama yang tidak penuh jauh lebih sopan daripada piring penuh yang separuhnya kembali ke dapur.

Alasannya ada di cara katering menghitung. Porsi dihitung dari jumlah tamu yang dikonfirmasi ditambah sedikit buffer, bukan dari jumlah piring yang mungkin diisi dua kali. Kalau beberapa tamu di depan mengambil dua kali porsi, tamu di ujung antrean yang menanggungnya. Hitungan buffer dari sisi pengantin dibahas di cara menghitung porsi katering dari RSVP, dan intinya: buffer itu tipis.

Beberapa kebiasaan kecil yang menolong:

  • Lauk mahal dalam jumlah kecil. Daging, udang, atau hidangan yang hanya ada satu baki: satu atau dua potong sudah cukup. Kalau masih ada setelah antrean selesai, kalian bisa kembali.
  • Nasi secukupnya. Nasi hampir tidak pernah habis, jadi bukan itu yang perlu dihemat. Yang sering terbuang justru nasi yang diambil terlalu banyak lalu ditinggal.
  • Cicipi dulu yang tidak dikenal. Kalau kalian belum pernah makan hidangan tertentu, ambil sedikit. Mengambil banyak lalu tidak suka adalah sumber sisa makanan yang paling sering.
  • Boleh tambah. Kembali untuk putaran kedua itu wajar, asal antrean sudah mereda dan kalian tidak mengambil porsi yang sama banyaknya dengan putaran pertama.

Gubukan dan stan: aturannya sedikit berbeda

Di resepsi dengan gubukan atau pondokan, hidangan tersebar di stan-stan terpisah: soto, sate, bakso, es krim, dan seterusnya. Tamu tidak mengantre satu baris panjang, melainkan berpindah dari stan ke stan.

Ada tiga hal yang perlu diingat di sini:

  • Satu porsi per putaran. Stan yang laris biasanya punya antrean sendiri. Ambil satu mangkuk atau satu porsi, makan, lalu kembali kalau mau tambah. Memesan dua porsi sekaligus untuk "jaga-jaga" membuat antrean di belakang kalian menunggu lebih lama.
  • Jangan menumpuk di satu stan. Kalau stan di depan kalian penuh, coba stan lain dulu. Antrean biasanya bergeser dengan sendirinya.
  • Bawa piring kalian kembali. Di gubukan, tempat duduk sering terbatas dan meja kecil, jadi piring kotor yang ditinggal di meja langsung terlihat dan menghalangi tamu berikutnya. Letakkan di tempat piring kotor yang disediakan.

Jenis penyajian juga menentukan cara kalian mengambil makanan. Perbedaan prasmanan, gubukan, hidangan per meja, dan nasi kotak dari sisi tamu ada di tabel berikut.

PenyajianCara tamu mengambilYang sebaiknya kalian lakukan
PrasmananAntre satu jalur, ambil sendiriAmbil sedikit dulu, tambah kemudian
Gubukan atau pondokanBerpindah antar stanSatu porsi per putaran, jangan menumpuk di satu stan
Hidangan per mejaDiantar ke tempat dudukTunggu dipersilakan, makan bersama orang semeja
Nasi kotakSatu kotak per orangAmbil satu, kecuali ditawarkan lebih

Makan sambil berdiri

Di resepsi standing party atau gubukan, tidak semua tamu kebagian kursi, dan itu disengaja. Makan sambil berdiri sama sekali bukan pelanggaran. Yang perlu kalian perhatikan hanya tempatnya.

Cari sudut yang tidak berada di jalur antrean atau jalur pelayan. Pegang piring dengan satu tangan dan sendok dengan tangan lainnya, jadi kalian tidak harus meletakkan piring tiap kali ada yang menyapa. Hindari piring yang terlalu penuh, karena kuah dan sambal yang tumpah mengenai baju orang lain jauh lebih memalukan daripada satu lauk yang tidak jadi diambil.

Kalau kalian membawa orang tua yang sulit berdiri lama, cari kursi dulu sebelum mengambil makanan, lalu antre. Banyak resepsi menyediakan kursi di sisi ruangan untuk tamu seperti itu, dan penerima tamu bisa menunjukkan letaknya. Perbandingan format duduk dan berdiri ada di resepsi standing party atau duduk.

Membawa anak ke meja hidangan

Anak kecil di prasmanan itu manis, tapi juga sumber sisa makanan terbanyak. Anak yang mengambil sendiri biasanya mengambil terlalu banyak karena semuanya tampak menarik.

Cara paling sederhana: dampingi anak sepanjang antrean, tanyakan dia mau apa, lalu ambilkan dalam porsi kecil. Satu sendok nasi, satu lauk, satu buah. Kalau masih mau, kembali lagi bersamanya. Ajari anak antre di belakang orang dewasa, dan jangan biarkan dia berlari di sekitar meja hidangan.

Satu pengingat sebelum berangkat: porsi katering dihitung per nama yang diundang. Kalau undangan hanya menyebut nama orang dewasa, tanyakan dulu apakah anak boleh ikut. Cara membacanya ada di bolehkah membawa anak ke pernikahan.

Boleh bawa pulang? Hanya kalau ditawarkan

Pertanyaan ini sering muncul setelah acara hampir selesai dan hidangan masih banyak. Jawabannya: bawa pulang hanya kalau ditawarkan.

Ada tiga situasi, dan ketiganya jelas:

  • Panitia menawarkan kotak atau bingkisan. Terima, ucapkan terima kasih. Itu memang disiapkan untuk kalian.
  • Tuan rumah menawarkan langsung, misalnya keluarga pengantin yang berkata "Bawa saja, Bu, masih banyak." Terima dengan senang hati. Menolak berkali-kali justru membuat mereka merasa tidak enak.
  • Tidak ada yang menawarkan. Jangan membungkus dari meja hidangan, dan jangan membawa wadah sendiri untuk diisi. Porsi di meja dihitung untuk tamu yang makan di tempat, dan sisa yang terlihat banyak belum tentu berlebih: sebagian masih disiapkan untuk tamu yang datang belakangan atau untuk keluarga yang masih bertugas sampai acara selesai.

Kalau kalian memang ingin membawa sesuatu untuk anggota keluarga yang tidak bisa hadir, tanyakan dengan sopan ke orang di dekat meja katering: "Boleh saya minta dibungkuskan untuk ibu saya di rumah?" Biasanya dijawab ya kalau memang ada sisa. Kalau dijawab tidak, terima saja tanpa mengulang.

Setelah makan

Beberapa hal kecil di akhir yang membuat tamu yang datang sesudah kalian lebih nyaman:

  • Letakkan piring dan gelas kotor di tempat yang disediakan, bukan di kursi atau pot dekorasi.
  • Jangan mengambil dessert untuk dibungkus ke tas, termasuk kue-kue kecil di meja minuman.
  • Kalau kalian duduk di meja bersama orang lain, tunggu sampai semua orang di meja kalian selesai sebelum berdiri, atau pamit dengan singkat. Kalian tidak harus menunggu acara berakhir. Tamu resepsi memang pulang bergantian, seperti dibahas di datang ke kondangan sendirian.

Untuk kalian yang menikah: makanan yang cukup mulai dari konfirmasi

Kalau tamu kehabisan lauk di antrean belakang, penyebabnya jarang soal etiket mereka. Biasanya hitungan awalnya yang meleset: katering memesan untuk angka yang terlalu rendah, atau tamu yang tadinya bilang datang berdua ternyata datang berlima.

Itu sebabnya konfirmasi hadir dengan jumlah yang tepat membantu semua orang. Di Swanvara, konfirmasi hadir hanya bisa dikirim dari link pribadi tiap tamu, dan formulirnya menanyakan acara mana yang dihadiri dan berapa orang yang datang. Angkanya kalian baca di dashboard, dan itulah dasar yang bisa kalian berikan ke katering. Link umum yang dibagikan di grup hanya untuk dilihat: tamu bisa membuka undangan, tapi tidak bisa mengisi konfirmasi dari sana. Kalau ada tamu yang belum menjawab, kirim ulang link pribadinya atau hubungi langsung. Cara membaca angka-angka itu untuk pesanan katering ada di cara menghitung porsi katering dari RSVP, dan cara tamu menjawabnya ada di cara membalas undangan pernikahan.

Kalau kalian belum memilih desain undangannya, lihat galeri template dan isi form-nya dulu. Form bisa diisi dan di-preview sebelum kalian membayar. Pembayaran adalah langkah terakhir sebelum undangan terbit, dan modelnya sekali bayar per undangan: Lite Rp 99rb, Pro Rp 199rb, Max Rp 349rb. Detailnya ada di halaman harga. Setelah terbit, kirim link pribadi ke tiap tamu lewat tombol "Kirim via WhatsApp" di daftar tamu, lalu pantau jawabannya di dashboard sampai angkanya cukup pasti untuk dipesankan ke katering.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Makan dulu atau salaman dulu di kondangan?
Urutan yang paling aman adalah salaman dulu, lalu makan. Setelah menyalami pengantin, tugas utama kalian sebagai tamu sudah selesai dan kalian bisa makan dengan tenang. Pengecualiannya ada dua: antrean salaman yang sangat panjang sementara hidangan sudah dibuka untuk umum, dan resepsi duduk yang menyajikan makanan per meja. Di dua kondisi itu, lihat apa yang dilakukan tamu lain atau tanya penerima tamu.
Seberapa banyak sebaiknya mengambil makanan di prasmanan?
Ambil sedikit dulu, kira-kira satu piring yang bisa kalian habiskan, lalu tambah kalau masih lapar. Katering menghitung porsi per orang, dan antrean di belakang kalian bisa sampai ratusan orang. Piring yang menggunung membuat lauk di ujung deretan lebih cepat habis, dan sisa di piring menjadi makanan yang terbuang.
Bolehkah membungkus makanan dari kondangan untuk dibawa pulang?
Hanya kalau ditawarkan. Kalau tuan rumah atau panitia menyediakan bingkisan, kotak, atau menawarkan untuk dibungkus, terima dengan senang hati. Kalau tidak ditawarkan, jangan membungkus sendiri dari meja hidangan, karena porsinya dihitung untuk tamu yang makan di tempat dan masih ada tamu yang belum sempat datang.
Bolehkah makan sambil berdiri di kondangan?
Boleh, terutama di resepsi gubukan atau standing party yang memang tidak menyediakan kursi untuk semua tamu. Cari sudut yang tidak menghalangi jalur antrean, pegang piring dengan satu tangan supaya tangan lainnya bebas menyalami, dan kembalikan piring ke meja yang disediakan setelah selesai.
Apa kaitan konfirmasi hadir dengan makanan yang cukup?
Angka konfirmasi menjadi dasar katering menghitung porsi. Kalau kalian mengonfirmasi hadir dengan jumlah orang yang tepat dan benar-benar datang sesuai angka itu, pengantin bisa memesan makanan yang pas. Konfirmasi yang meleset ke atas membuat makanan terbuang, dan yang meleset ke bawah membuat tamu di antrean belakang kehabisan.

Baca juga