swanvara

Panduan

Tips Agar Tidak Gugup saat Ijab Kabul: Persiapan untuk Mempelai Pria dan Wali, dari H-7 sampai Menit Terakhir

Tips agar tidak gugup saat ijab kabul: latihan bersama wali, tidur dan sarapan, ponsel dititipkan, serta tabel kekhawatiran yang paling sering muncul.

Tim Swanvara
Daftar isi(8)

Gugup saat ijab kabul itu wajar, dan rasa itu mengecil kalau mempelai pria sudah berlatih dengan wali memakai susunan kata persis seperti yang diberikan penghulu, serta tidak punya urusan lain yang harus dipegang di pagi hari itu.

Bayangkan ruang akad pukul sembilan kurang sepuluh. Kursi sudah penuh, paman di barisan belakang sibuk mengatur posisi ponsel untuk merekam, dan sepupu dari luar kota sedang menanyakan lokasi parkir ke calon pengantin pria yang seharusnya sedang duduk tenang. Lalu penghulu membuka acara, tangan wali terulur, dan seisi ruangan menunggu satu orang.

Artikel ini tidak memuat lafal apa pun dan tidak membahas soal sah atau tidaknya. Semua yang menyangkut bentuk dan susunan kata mengikuti arahan penghulu, dan bahan untuk itu ditanyakan ke penghulu atau KUA jauh sebelum hari-H. Di sini isinya persiapan: latihan, tidur, siapa yang memegang ponsel, dan apa yang dilakukan di menit-menit terakhir.

Kenapa gugup datang di detik itu

Ijab kabul menjadi inti acara yang tidak bisa dilewati, dan kabulnya hampir selalu diucapkan sendiri oleh mempelai pria. Semua perhatian tertuju pada seseorang yang jarang berbicara di depan puluhan orang sekaligus. Ada tiga hal yang biasanya menumpuk di detik itu.

Penonton. Keluarga dua pihak sering duduk berhadapan, dan sebagian dari mereka belum pernah bertemu. Mempelai pria tahu setiap kata akan didengar.

Tangan wali. Di banyak akad, mempelai pria berjabat tangan dengan wali, yang sering kali ayah calon istri, dan itu membuat momen ini sangat personal. Kalau wali mewakilkan ijabnya kepada penghulu, yang digenggam adalah tangan penghulu. Tangan yang dingin atau gemetar terasa jelas bagi kedua pihak, dan itu sering menambah gugup.

Kamera. Fotografer, videografer, dan separuh tamu memegang ponsel. Kamera membuat orang merasa sedang dinilai, padahal tamu hanya ingin ikut menyaksikan.

Ketiganya tidak bisa dihilangkan. Yang bisa dilakukan: pastikan mempelai pria sudah beberapa kali mengalami detik itu dalam latihan.

Seminggu sebelumnya: berlatih memakai kata yang diberikan penghulu

Mulailah dengan satu pertanyaan ke penghulu atau KUA: susunan kata apa yang akan dipakai, dan dalam bahasa apa (Arab, Indonesia, atau di sebagian keluarga bahasa daerah). Catat dengan tulisan tangan atau minta dikirim tertulis. Jangan mengandalkan versi dari video atau grup chat, karena yang berlaku di hari akad adalah arahan penghulu kalian sendiri.

Setelah itu latihannya sederhana.

  1. Berlatih bersama wali, bukan sendirian di cermin. Ritme bicara orang yang berhadapan dengan wali berbeda dengan orang yang menghafal sendiri. Cukup dua sampai tiga kali di rumah, duduk berhadapan, dengan tangan bertemu seperti di hari akad.
  2. Latih bagian yang paling sering tersandung. Nama lengkap calon istri beserta nama ayahnya, dan susunan kata mahar. Ucapkan keduanya keras-keras sampai lidah terbiasa.
  3. Satu kali di lokasi. Saat gladi resik pernikahan, duduk di kursi yang akan dipakai, dengan wali, saksi, dan mikrofon di tempatnya. Kalau penghulu bisa ikut atau memberi waktu, lebih baik lagi.
  4. Berhenti berlatih di H-1. Latihan sehari sebelumnya cukup sekali dan singkat. Mengulang terus sampai malam justru menambah cemas.

Kalau akad di KUA, masjid, atau rumah, ruangnya berbeda, begitu pula akustiknya. Pilihannya dibahas di akad nikah di KUA, masjid, atau rumah.

Malam sebelum dan pagi harinya: kurangi yang harus dipegang

Pada malam sebelum akad, tujuannya satu: besok pagi kepala mempelai pria tidak boleh penuh urusan.

  • Tidur lebih awal. Matikan layar satu jam sebelumnya. Kalau sulit tidur, berbaring tenang tetap menolong lebih banyak daripada membuka grup chat.
  • Sarapan, walau sedikit. Perut kosong membuat tangan dingin dan suara bergetar. Siapkan roti atau nasi kecil dan air putih di ruang rias.
  • Serahkan ponsel ke kakak atau adik. Satu orang yang memegang ponsel mempelai pria sejak pagi, menjawab pesan, dan menyampaikan hanya yang penting.
  • Tunjuk satu orang untuk menjawab tamu. Pertanyaan soal lokasi, parkir, dan jam datang harus berhenti di orang itu, bukan di mempelai pria.
  • Siapkan busana dan perlengkapan sehari sebelumnya. Lihat juga baju akad nikah supaya pagi harinya tidak ada kancing yang dicari.

Urusan yang paling sering menyita pagi hari adalah pertanyaan lokasi. Kalau tamu sudah punya jam dan tempat di undangan, pertanyaan itu berkurang banyak. Soal itu dibahas di bagian akhir artikel ini.

Menit-menit terakhir: napas, arah pandang, aba-aba

Waktu duduk menunggu penghulu, ada beberapa hal kecil yang bisa dilakukan tanpa terlihat siapa pun.

Napas. Tarik napas lewat hidung dengan pelan, buang lewat mulut lebih pelan lagi. Lakukan tiga kali sambil menunggu. Bahu yang turun biasanya menurunkan suara juga.

Arah pandang. Pandang wali atau penghulu, bukan kamera dan bukan barisan tamu. Dua orang itu yang berbicara kepada kalian pada detik itu, dan keduanya tahu apa yang harus terjadi.

Aba-aba penghulu. Tunggu penghulu memulai dan memberi isyarat. Jangan mendahului. Penghulu terbiasa memimpin akad dan tahu mempelai sering perlu waktu sebentar.

Tangan. Kalau telapak dingin, genggam kain beskap atau jas di bawah meja sebentar sebelum berjabat tangan. Wali pun biasanya sama gugupnya.

Suasana ruangan juga menentukan. Tamu yang diminta menyenyapkan ponsel dan duduk tenang membuat detik itu lebih ringan. Alur MC menjelang akad ada di teks MC resepsi pernikahan, dan cara tamu bersikap di ruang akad dibahas di etika menghadiri akad nikah.

Kekhawatiran yang paling sering muncul

Daftar ini berasal dari hal yang biasanya ditanyakan calon mempelai pria. Kolom terakhir tidak memutuskan apa yang boleh atau tidak. Soal itu selalu kembali ke penghulu.

KekhawatiranYang biasanya terjadiYang bisa dilakukan
Pikiran mendadak kosongKata pertama tersangkut, wajah memanas, dan hening di ruangan terasa lebih lama dari kenyataannyaBerhenti sebentar, tarik napas, lihat penghulu. Tanyakan sebelum hari-H bagaimana penghulu menangani jeda. Penghulu biasanya memandu
Tersandung di nama lengkap calon istri atau kata maharDua bagian ini panjang dan jarang diucapkan dalam hidup sehari-hari, jadi paling sering terpelesetLatih keduanya paling banyak, dengan wali. Minta penghulu menuliskan ejaan nama dan susunan kata mahar. Penghulu biasanya memandu
Suara bergetarGugup dan perut kosong membuat suara tipis dan naik turunSarapan, minum air putih, duduk tegak, dan bicara sedikit lebih pelan dari biasanya
Mikrofon bermasalah atau terlalu jauhSuara tidak sampai ke belakang, dan mempelai pria mulai menaikkan nada tanpa sadarCek posisi mikrofon saat gladi, dan minta petugas menyiapkan satu cadangan
Tangan wali gemetar atau dinginDua tangan yang sama-sama gugup membuat momen lebih beratBicarakan ini dengan wali saat latihan, dan lihat wajah wali, bukan genggaman

Satu catatan untuk seluruh tabel: tidak ada yang perlu dihafal sebagai aturan dari artikel ini. Kalau ada keraguan tentang bagaimana prosesnya berjalan, bawa pertanyaannya ke penghulu atau KUA sebelum hari akad, bukan ke internet pada malam sebelumnya.

Untuk wali

Wali juga manusia. Seorang ayah yang melepas anak perempuannya menyimpan gugup yang sama, sering lebih besar dan jarang dibicarakan.

  • Ikut berlatih dengan mempelai pria. Latihan bersama membuat kedua pihak tahu ritme masing-masing.
  • Tanyakan ke penghulu apa yang diharapkan dari wali, apakah wali akan mengucapkan ijab sendiri atau mewakilkannya kepada penghulu, dan kapan wali menunggu aba-aba.
  • Tenang dulu, baru berjabat tangan. Tarik napas pelan sebelum tangan bertemu, itu biasanya cukup menurunkan getar.
  • Hadir lebih awal di lokasi. Duduk di kursi dan lihat ruangan sebelum tamu penuh.

Kalau wali bukan ayah kandung, misalnya kakek, kakak laki-laki, atau paman, ajak ia ikut gladi dan jangan menunggu hari-H untuk bertemu penghulu.

Satu hal kecil di undangan yang ikut menenangkan pagi hari

Blok Akad Nikah di undangan Swanvara punya waktunya sendiri, kolom Tempat, dan link Google Maps. Ada juga kolom opsional Link live streaming. Satu batasan yang perlu kalian tahu: Swanvara hanya menyimpan link-nya, sedangkan siarannya dijalankan lewat layanan yang kalian pilih sendiri. Cara memasangnya ada di cara menambahkan link live streaming di undangan.

Gunanya bagi mempelai pria sederhana. Kerabat yang tidak bisa masuk ruang akad menonton dari link itu, jam dan lokasi sudah tercantum untuk yang datang, dan ponsel mempelai pria tetap tenang di tangan adiknya.

Di bagian Mempelai wanita, isi kolom Nama lengkap dengan ejaan yang sama dengan yang akan dibacakan penghulu, supaya yang tamu lihat di undangan dan yang terdengar di ruang akad tidak berbeda. Kalau kalian ingin tahu bedanya ijab kabul dengan janji pribadi yang ditulis sendiri, lihat contoh janji pernikahan.

Langkah berikutnya di Swanvara

Kalau undangan belum jadi, buka galeri template dan pilih yang paling cocok dengan suasana acara kalian. Isi form, termasuk blok Akad Nikah dengan waktu dan tempatnya, lalu lihat preview-nya di ponsel. Pembayaran adalah langkah terakhir sebelum terbit: Lite Rp 99rb, Pro Rp 199rb, Max Rp 349rb, sekali bayar per undangan. Detailnya ada di halaman harga.

Setelah terbit, tambahkan tamu dari dashboard dan kirim link personalnya satu per satu. Pagi hari akad, pertanyaan soal jam dan lokasi akan jauh berkurang, karena jawabannya sudah ada di undangan.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Wajar tidak kalau gugup saat ijab kabul?
Sangat wajar. Mempelai pria berbicara di depan keluarga besar, biasanya dengan tangan wali atau penghulu dalam genggamannya, dan kamera mengarah ke wajahnya. Gugup di momen itu hampir selalu ada. Yang bisa dikurangi adalah kejutannya, lewat latihan bersama wali dan hari yang tidak diisi urusan lain.
Bagaimana cara menghilangkan grogi saat akad nikah?
Grogi jarang hilang sepenuhnya, tetapi mengecil kalau mempelai pria sudah berlatih dengan wali memakai susunan kata yang diberikan penghulu, tidur cukup, sarapan, dan tidak memegang ponsel di pagi hari. Menit terakhir, tarik napas pelan dan ikuti aba-aba penghulu.
Kapan sebaiknya mulai latihan ijab kabul?
Sekitar seminggu sebelumnya, setelah bertanya kepada penghulu atau KUA bagaimana susunan kata yang akan dipakai. Latihan bersama wali beberapa kali, lalu sekali lagi di lokasi akad saat gladi resik. Semua soal bentuk dan susunannya mengikuti arahan penghulu.
Apa yang harus dilakukan kalau pikiran kosong saat ijab kabul?
Berhenti sebentar, tarik napas, dan tunggu penghulu. Penghulu biasanya memandu kalau mempelai pria tersendat, dan sudah terbiasa dengan hal itu. Soal apa yang boleh diulang atau bagaimana melanjutkan, tanyakan kepada penghulu sebelum hari akad.
Bisakah keluarga yang tidak hadir menyaksikan akad nikah?
Bisa lewat live streaming yang dijalankan sendiri, misalnya melalui keluarga atau videografer. Di Swanvara, blok Akad Nikah punya kolom opsional Link live streaming. Swanvara hanya menyimpan link-nya di undangan, tidak menjalankan siarannya.

Baca juga

Langkah berikutnyaCara Membuat Undangan Digital untuk Pernikahan (Panduan Lengkap)Panduan membuat undangan pernikahan digital: pilih template, isi data dan foto, pilih alamat, bayar di akhir, lalu kirim link pribadi ke tiap tamu.