swanvara

Panduan

Cara Membuat Undangan Resepsi Setelah Akad yang Sudah Berlangsung

Akad sudah selesai, resepsi menyusul beberapa pekan atau bulan lagi. Cara menyebut akad dalam satu kalimat, memilih tuan rumah, dan menyusun undangannya di Swanvara.

Tim Swanvara

Undangan resepsi setelah akad adalah undangan untuk perayaan pernikahan yang digelar sesudah akad atau pemberkatan berlangsung, entah di KUA, tertutup di rumah, atau di kota dan negara lain. Isinya mengajak tamu bergembira bersama kalian, bukan menyaksikan pernikahannya.

Perbedaan itu kelihatan sepele, tapi mengubah hampir semua keputusan menulisnya: akad disebut sebagai kabar, resepsi dibuka sebagai acara, dan satu kalimat pembuka harus bisa membawa dua hal sekaligus. Kalau yang kamu cari adalah kasus tanpa pesta sama sekali, ada undangan pernikahan tanpa resepsi. Untuk resepsi di rumah keluarga mempelai pria, contoh kalimat yang lebih lengkap ada di kata-kata undangan ngunduh mantu, jadi tidak diulang di sini.

Situasi kalian, dan cara menuliskannya

Akad yang sudah selesai bisa punya banyak cerita. Tabel ini memetakan situasi yang paling sering ke cara menuliskannya di undangan.

SituasiCara menuliskannya
Akad di KUA, hanya keluarga intiSatu kalimat di awal: akad sudah berlangsung pada tanggal sekian di kota sekian. Setelahnya langsung ajakan ke resepsi.
Akad tertutup di rumah, beberapa pekan laluSama, ditambah satu ucapan syukur. Jam dan alamat akad tidak perlu disebut.
Akad di luar negeri atau di kota lainSebut kota atau negaranya, lalu tulis lokasi resepsi selengkap mungkin, karena tamu perlu tahu cara menuju ke sana.
Akad sudah lama, resepsi baru bisa digelar sekarangCukup tanggal akadnya. Alasan menunda tidak wajib dijelaskan, dan penjelasan panjang justru memancing pertanyaan.
Keluarga yang menggelar resepsiNama orang tua sebagai pengundang ditulis di Kalimat pembuka atau di Keterangan singkat. Kalimat pembukanya tetap menyebut akad.
Kalian berdua yang menggelarPakai "kami" dan biarkan nadanya personal.

Kalau waktu menuju resepsi tinggal beberapa pekan dan semuanya belum siap, urutan kerja yang lebih padat ada di cara menyiapkan undangan pernikahan mendadak.

Siapa tuan rumahnya

Pertanyaan ini menentukan nada seluruh undangan, jadi putuskan sebelum menulis satu kalimat pun.

  • Orang tua sebagai tuan rumah. Biasanya karena resepsinya digelar di pihak keluarga mereka. Nama orang tua tampil sebagai pengundang, dan bahasanya cenderung lebih formal.
  • Kalian berdua sebagai tuan rumah. Pakai "kami". Pilihan ini umum untuk acara yang kecil dan hangat, atau kalau kalian sendiri yang menanggung acaranya.
  • Dua keluarga bersama. Cantumkan nama orang tua kedua pihak, urutannya mengikuti kebiasaan keluarga kalian.

Di form Swanvara, tiap nama mempelai punya satu baris opsional bernama Keterangan singkat. Di sana nama orang tua bisa ditulis, misalnya "Putra kedua dari Bapak ... dan Ibu ...". Keterangan itu tampil di bawah nama masing-masing di bagian mempelai. Jadi putuskan dulu siapa tuan rumahnya, lalu tuliskan di Keterangan singkat dan di Kalimat pembuka undangan.

Kalau kamu masih ragu bedanya posisi akad dan resepsi dalam rangkaian pernikahan, perbedaan akad dan resepsi membahasnya dari awal.

Menyebut akad dalam satu kalimat

Satu kalimat, letaknya di awal, sebelum jadwal. Itu semua yang dibutuhkan tamu. Kalau akad ditulis dengan jam dan alamat, tamu wajar mengira mereka masih diharapkan datang ke akad.

Tulis tanggal lengkap dan sebut kotanya saja. Berikut tiga contoh yang bisa kamu sesuaikan, masing-masing di bawah batas 300 karakter yang berlaku untuk Kalimat pembuka undangan di Swanvara.

Formal, dari keluarga:

Alhamdulillah, akad nikah kami telah dilangsungkan pada [hari, tanggal] di [kota]. Sebagai wujud syukur, kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk hadir dan mendoakan kami pada tasyakuran pernikahan berikut.

Hangat, untuk teman dan kolega:

Kami sudah menikah pada [tanggal], dalam akad sederhana bersama keluarga. Sekarang kami ingin merayakannya bersama kamu, orang-orang yang menemani cerita kami sejak lama.

Akad di luar kota atau luar negeri:

Kami menikah di [kota atau negara] pada [tanggal], hanya bersama keluarga terdekat. Sepulangnya, kami ingin berbagi kebahagiaan itu denganmu dalam acara syukuran yang hangat.

Untuk pasangan non-Muslim, ganti "akad nikah" dengan "pemberkatan pernikahan" atau sebutan yang dipakai keluargamu. Ejaan dan istilahnya mengikuti kebiasaan kalian.

Apa yang harus dibawa undangannya

Setelah akad disebut sekali, seluruh halaman berbicara tentang resepsi. Tamu perlu menemukan hal-hal ini tanpa menebak:

  1. Hari, tanggal, dan jam resepsi, dengan jam selesai atau keterangan "sampai selesai".
  2. Tempat selengkap mungkin, plus tautan Google Maps. Tamu dari luar kota sangat terbantu.
  3. Siapa yang mengundang, lewat kalimat pembuka dan keterangan di bawah nama.
  4. Foto kalian. Form Swanvara mewajibkan satu foto sampul dan satu foto untuk tiap nama, jadi siapkan tiga foto sebelum mulai. Foto dari hari akad cocok untuk sampul, dan sesi foto terpisah juga boleh.
  5. Cara menjawab. RSVP selalu menyala di setiap undangan Swanvara, dan tamu menjawabnya lewat link personalnya.

Hal yang tidak perlu: jam akad, alamat akad, dan daftar prosesi yang sudah lewat. Semua itu justru membuat tamu salah mengira acaranya.

Memberi nama acara: Resepsi atau Tasyakuran

Dua nama ini sering dipakai bergantian, dan sebenarnya memang boleh. Resepsi terdengar lebih resmi dan umum. Tasyakuran Pernikahan terasa lebih hangat dan lebih dekat ke nuansa keluarga. Pilih yang paling mirip dengan cara keluargamu menyebutnya sehari-hari.

Di Swanvara, nama acara kedua bisa kamu atur. Pilihannya Resepsi atau Lainnya, dan kalau memilih Lainnya, kamu mengetik sendiri namanya, misalnya "Tasyakuran Pernikahan". Nama itu tampil sebagai judul acara di halaman undangan.

Satu catatan jujur: template memakai kata-kata bawaan yang tidak bisa diubah. Banyak yang menyebut "Undangan Pernikahan" di halaman depan dan memakai istilah seperti "Mempelai". Itu cocok untuk acara ini karena memang pernikahan kalian. Meski begitu, buka pratinjaunya dan baca sampai bawah sebelum membayar, supaya tidak ada kata yang janggal untuk situasimu.

Langkah membuatnya di Swanvara

Alurnya satu form, dan kamu bisa mengisinya sampai selesai lalu melihat pratinjau sebelum membayar.

  1. Pilih template. Buka galeri template dan lihat beberapa pratinjau. Isi form sama untuk semua tampilan, jadi kamu bisa membandingkan tanpa mengetik ulang. Rekomendasinya ada di bagian berikutnya.
  2. Isi nama kedua mempelai. Ada dua layar terpisah, Mempelai pria dan Mempelai wanita, masing-masing dengan foto yang wajib diisi. Nama orang tua masuk ke Keterangan singkat, yang dibuka lewat tautan "Tambah Instagram dan keterangan singkat".
  3. Siapkan foto sampul. Wajib, selain foto kedua nama tadi. Galeri sendiri opsional: 10 foto di Lite, 20 di Pro, 40 di Max.
  4. Tulis Kalimat pembuka undangan. Maksimal 300 karakter. Kolom ini sudah terisi kalimat contoh, jadi ganti dengan satu kalimat tentang akad, memakai salah satu contoh di atas. Kalau dibiarkan, kalimat contoh itulah yang dibaca tamu.
  5. Pilih tanggal dan acara. Di layar "Kapan hari bahagianya?", isi tanggal resepsi. Lalu di pertanyaan "Acara apa saja yang diadakan?", nyalakan hanya Resepsi dan matikan Akad / Pemberkatan. Minimal satu harus menyala, jadi kamu tidak bisa mematikan keduanya.
  6. Isi blok resepsi. Pilih nama acara (Resepsi atau Lainnya), isi jam mulai dan selesai (atau Sampai selesai), tempat, dan tautan Google Maps kalau ada.
  7. Periksa pratinjau di ponsel, karena sebagian besar tamu akan membukanya dari WhatsApp.
  8. Pilih paket dan bayar. Lite Rp 99rb, Pro Rp 199rb, atau Max Rp 349rb, sekali untuk tiap undangan. Pembayaran ada di akhir, sebelum undangan terbit.

Satu keputusan yang perlu dipikirkan sebelum membayar adalah alamat undangan, misalnya nama-kalian.swanvara.com. Di Lite dan Pro alamat itu permanen. Max memberi lima kali penggantian, tapi alamat lama langsung mati tanpa pengalihan.

Template yang pas

Belum ada template khusus untuk resepsi setelah akad, dan tidak perlu. Yang penting bingkainya tenang supaya kalimat pembukamu terbaca.

  • Imprint: program letterpress di atas kertas krem, tinta sepia hangat, dan satu aksen oxblood dengan segel lilin di bagian penutup. Resmi tapi hangat, cocok kalau orang tua menjadi tuan rumah.
  • Aurora: serif editorial bergaya majalah dengan satu aksen merah anggur. Nama dan kalimat pembukanya punya ruang untuk dibaca pelan-pelan.

Kalau ingin membandingkan lebih banyak, galeri template memuat semuanya, dan kamu bisa membayangkan nama kalian di tiap halaman. Sebagian efek khas template hanya muncul di layar lebar, jadi nilai dari pratinjau ponsel, bukan hanya dari laptop.

Setelah undangan terbit, tiap tamu bisa mendapat link sendiri. Kamu menambahkan tamu satu per satu di dashboard, atau lewat Tempel daftar: satu nama per baris, dan tambahkan ", 4" atau "(4)" di belakangnya kalau satu undangan untuk empat orang.

Link personal hanya mengubah sapaan di halaman. Isinya sama untuk semua tamu, termasuk keluarga yang sudah hadir di akad. Karena itu kalimat tentang akad perlu ditulis dengan nada yang enak dibaca siapa pun, baik yang ada di sana maupun yang baru tahu.

Beberapa hal praktis soal pengiriman:

  • Tiap baris tamu punya tombol Kirim via WhatsApp. WhatsApp terbuka dengan pesan yang sudah terisi, kamu tinggal menekan kirim. Swanvara tidak mengirim apa pun sendiri.
  • Isi pesan diatur sekali di Atur pesan WhatsApp. Teks bawaannya menyebut "acara pernikahan kami", jadi ubah dengan kalimatmu sendiri, misalnya yang menyebut tasyakuran.
  • RSVP dan ucapan buku tamu hanya bisa dikirim dari link personal. Link umum, yang bisa disalin dari header acara, hanya untuk dilihat. Kalau ingin tahu siapa yang hadir, kirim link personal.

Halaman undangan tidak muncul di mesin pencari, tapi tidak dikunci kata sandi. Siapa pun yang memegang link-nya bisa membukanya. Isi undangan tetap bisa diubah kapan saja setelah terbit, jadi kalau jam resepsi bergeser, perbarui di dashboard dan tamu akan melihat versi terbarunya di link yang sama.

Langkah berikutnya

Urutannya sederhana. Pastikan tanggal, jam, dan tempat resepsi sudah pasti, lalu putuskan siapa tuan rumahnya. Pilih template di galeri template, isi form dari nama sampai blok resepsi, tulis satu kalimat tentang akad di Kalimat pembuka undangan, dan lihat pratinjau di ponsel. Bayar hanya saat kamu siap menerbitkan, lalu susun daftar tamu dan kirim link personalnya lewat WhatsApp.

Kalau ini pertama kalinya kamu membuat undangan digital, cara membuat undangan digital memandu dari nol sampai terkirim.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Bagaimana cara menulis undangan resepsi kalau akad sudah dilaksanakan?
Sebut akadnya dalam satu kalimat di bagian awal, lengkap dengan tanggal dan kotanya, lalu pindah ke ajakan datang ke resepsi. Jangan menulis akad sebagai acara dengan jam dan alamat, karena tamu akan mengira masih ada akad yang harus mereka hadiri. Seluruh detail acara, yaitu tanggal, jam, tempat, dan tautan peta, hanya untuk resepsinya.
Perlukah mencantumkan tanggal akad di undangan resepsi?
Perlu, cukup satu kali dan dalam satu kalimat. Tanggal itu menjelaskan kepada tamu bahwa kalian sudah resmi menikah dan yang mereka hadiri adalah perayaannya. Alamat akad dan jamnya tidak perlu ditulis.
Siapa yang menjadi tuan rumah di undangan resepsi setelah akad?
Tergantung siapa yang menggelar acaranya. Kalau resepsi diadakan keluarga salah satu pihak, nama orang tua pihak itu yang tampil sebagai pengundang. Kalau kalian berdua yang menggelar, cukup gunakan kata kami. Di form Swanvara, nama orang tua bisa ditulis di Keterangan singkat di bawah tiap nama.
Bagaimana menamai acaranya di Swanvara, Resepsi atau Tasyakuran?
Di form, blok acara kedua punya pilihan Resepsi dan Lainnya. Pilih Lainnya, lalu tulis sendiri namanya, misalnya Tasyakuran Pernikahan. Nama itu muncul sebagai judul acara di undangan. Untuk memakai satu blok saja, matikan Akad / Pemberkatan dan biarkan Resepsi menyala. Minimal satu blok harus tetap menyala.
Apakah undangan resepsi digital tetap perlu foto kalau akadnya tertutup?
Perlu. Form Swanvara mewajibkan satu foto sampul dan satu foto untuk tiap nama mempelai. Foto-foto itu bisa diambil dari hari akad atau sesi foto terpisah. Galeri sifatnya opsional.

Baca juga

Siap membuat undangan kalian sendiri?

Pilih template, isi detail acara, dan bagikan tautannya ke tamu. Semuanya bisa selesai dalam satu sore.