Urutan Pernikahan Adat Tionghoa: dari Sangjit sampai Teapai, dan Mana yang Masuk Undangan
Urutan pernikahan adat Tionghoa dari lamaran, sangjit, teapai sampai kunjungan keluarga, siapa yang hadir, dan mana yang masuk undangan digital.

Daftar isi(13)
Urutan pernikahan adat Tionghoa di Indonesia biasanya berjalan dari lamaran dan sangjit, lewat hari H (jemput pengantin, teapai, upacara keagamaan, resepsi), sampai kunjungan keluarga sesudahnya. Tiap keluarga mempertahankan sebagian langkah itu dan meninggalkan sebagian lain, jadi tidak ada satu daftar yang berlaku untuk semua.
Bayangkan seorang teman kantor membuka link undangan kalian, membaca "Pemberkatan, pukul 10.00" dan "Resepsi, pukul 18.00", lalu bertanya di grup: "Kalau ada teapai, aku ikut juga?" Pertanyaan itu wajar. Pernikahan Tionghoa-Indonesia punya banyak langkah, dan hanya dua di antaranya yang biasanya dibuka untuk tamu.
Tulisan ini menyusun tahapannya dari awal, mencatat siapa yang hadir di tiap tahap, lalu menutup dengan pembagian praktis untuk undangan. Penjelasannya umum. Praktik keluarga Hokkien, Hakka, Tiochiu, Peranakan, dan Benteng berbeda-beda, dan di sebagian keluarga satu langkah bisa digeser, digabung, atau tidak dijalankan sama sekali. Kalau ada yang berbeda dari kebiasaan keluarga kalian, ikuti keluarga dan tanyakan kepada sesepuh yang memegang adatnya.
Urutan dalam satu tabel
Kolom terakhir adalah usul kami untuk undangan, bukan aturan adat.
| Tahap | Apa yang terjadi | Siapa yang hadir | Di undangan utama? |
|---|---|---|---|
| Sebelum hari H | |||
| Lamaran | Keluarga pria menyampaikan niat dan meminta restu | Orang tua dan perwakilan kedua pihak | Tidak |
| Sangjit | Keluarga pria mengantar hantaran ke keluarga wanita, sebagian dikembalikan (dibahas terpisah) | Keluarga kedua pihak | Tidak |
| Pasang ranjang | Kamar pengantin disiapkan oleh keluarga | Keluarga dekat | Tidak |
| Hari H | |||
| Sisir rambut (cio tao) | Di sebagian keluarga, terutama Peranakan dan Benteng, mempelai disisir dan didoakan pada malam sebelumnya atau dini hari | Orang tua dan keluarga inti | Tidak |
| Jemput pengantin | Mempelai pria menjemput mempelai wanita | Rombongan keluarga | Tidak |
| Teapai | Mempelai menyuguhkan teh kepada sesepuh, dijelaskan di sini | Sesepuh dan keluarga dekat | Tidak, kabar lewat keluarga |
| Angpao | Berpindah tangan di teapai dan di resepsi, aturan lazimnya di sini | Pemberi dan penerima | Hanya kalau ada jalur transfer |
| Upacara keagamaan | Pemberkatan gereja, upacara vihara, upacara Khonghucu, atau akad nikah | Keluarga dan tamu yang diminta | Ya, blok pertama |
| Resepsi | Perjamuan untuk tamu | Keluarga besar dan tamu | Ya, blok kedua |
| Sesudahnya | |||
| Kunjungan keluarga | Pengantin baru mengunjungi rumah orang tua mempelai wanita | Keluarga dekat | Tidak |
Baris yang tertulis "Tidak" tetap dijalani. Artinya, orang yang memang ikut sudah tahu lewat keluarga, dan tamu lain tidak perlu menebak apakah mereka termasuk.
Sebelum hari H
Lamaran dan sangjit
Di lamaran, keluarga pria menyampaikan niat dan keluarga wanita menjawab. Sangjit biasanya menyusul: keluarga pria mengantar hantaran ke rumah keluarga wanita, dan sebagian hantaran dikembalikan. Di sebagian keluarga keduanya digelar sebagai dua acara, di keluarga lain digabung menjadi satu. Perbedaan dan urutannya sudah dibahas di perbedaan sangjit dan lamaran, jadi di sini cukup dicatat soal siapa yang hadir: keluarga kedua pihak, bukan tamu resepsi.
Pasang ranjang
Pasang ranjang berarti menyiapkan kamar pengantin, biasanya oleh keluarga dekat dan pada hari yang dipilih keluarga. Di sebagian keluarga langkah ini dijalankan dengan beberapa kebiasaan kecil, dan di sebagian lain sudah tidak dilakukan. Karena yang hadir hanya segelintir kerabat, tidak ada alasan menuliskannya di undangan.
Soal memilih hari untuk langkah-langkah ini, banyak keluarga punya pegangan sendiri. Pertimbangan umumnya ada di cara memilih tanggal pernikahan.
Hari H
Sisir rambut dan jemput pengantin
Di sebagian keluarga, terutama keluarga Peranakan dan Benteng, rangkaian hari H diawali sisir rambut (cio tao), sering pada malam sebelumnya atau dini hari. Orang tua atau kerabat yang dituakan menyisir rambut mempelai sambil mengucapkan doa, di rumah masing-masing. Tidak semua keluarga menjalankannya, dan caranya berbeda antardaerah, jadi anggap ini satu langkah yang bisa ada, bisa juga tidak.
Sesudahnya mempelai pria bersama rombongan keluarga menjemput mempelai wanita. Di banyak keluarga ada permainan kecil di pintu sebelum rombongan boleh masuk. Suasananya akrab dan ramai, tetapi yang hadir tetap lingkaran keluarga dan teman dekat.
Teapai
Di banyak keluarga teapai digelar di rumah sebelum acara besar, tetapi ada juga yang menggelarnya di gedung sesudah pemberkatan atau menjelang resepsi. Mempelai menyuguhkan teh kepada sesepuh, lalu menerima doa dan angpao. Siapa melayani siapa dan urutannya berbeda antarkeluarga, dan itu sudah dijelaskan di arti teapai di pernikahan Tionghoa. Yang perlu diingat untuk undangan hanya satu: lingkarannya kecil, jadi kabarnya lazim sampai lewat orang tua atau grup keluarga.
Upacara keagamaan
Di banyak keluarga, sesudah teapai mempelai menjalani upacara keagamaan sesuai keyakinan keluarga, misalnya pemberkatan di gereja, upacara di vihara, upacara Khonghucu, atau akad nikah bagi keluarga Muslim. Di keluarga besar yang keyakinannya beragam, sebagian pasangan menjalani lebih dari satu upacara, sesuai kesepakatan kedua keluarga. Yang hadir keluarga inti dan tamu yang memang diminta datang, jadi ini salah satu dari dua acara yang hampir pasti ditulis lengkap dengan jam dan tempatnya.
Resepsi
Resepsi berupa perjamuan untuk tamu, dan ke acara inilah sebagian besar tamu diundang. Di sebagian keluarga mempelai berganti busana beberapa kali, dan acara dilanjutkan dengan penghormatan kepada tamu dari meja ke meja. Urutan dan lamanya ditentukan keluarga dan gedung, bukan adat.
Sesudahnya
Setelah hari H, banyak keluarga menjalankan kunjungan balik. Pengantin baru datang ke rumah orang tua mempelai wanita, di banyak keluarga pada hari ketiga, di keluarga lain beberapa hari sesudahnya. Di sebagian keluarga kunjungan ini punya nama sendiri, misalnya huimen dalam istilah Mandarin. Ada juga keluarga yang menambahkan makan bersama kerabat dekat. Pelaksanaannya berbeda-beda, dan yang hadir biasanya hanya keluarga dekat. Tidak perlu masuk undangan.
Mana yang masuk undangan
Pegangannya satu: tulis di undangan hanya acara yang memang kalian minta tamu datangi. Orang membaca jam di undangan sebagai ajakan datang, jadi kalau teapai atau sangjit ikut tertulis, tamu akan bertanya apakah mereka termasuk.
Pembagian yang paling sering pas:
- Blok pertama: upacara keagamaan, dengan tanggal, jam, tempat, dan link maps. Pilih label yang sesuai, misalnya Pemberkatan Protestan, Misa Kudus, Pemberkatan Buddhis, atau Akad Nikah. Untuk upacara Khonghucu, pilih "Lainnya" dan tulis nama yang dipakai keluarga kalian.
- Blok kedua: Resepsi, dengan tempat dan jam sendiri.
- Disampaikan lewat jalur keluarga: lamaran, sangjit, pasang ranjang, sisir rambut, jemput pengantin, teapai, dan kunjungan keluarga.
- Undangan terpisah: acara keluarga yang ingin kalian kabarkan secara tertulis, dengan daftar tamunya sendiri.
Soal cara menyebut rangkaiannya dan menata tampilannya, inspirasi undangan pernikahan Tionghoa membahasnya dari sisi desain.
Satu batas perlu kalian tahu: satu undangan di Swanvara memuat tepat dua blok acara, dan link pribadi hanya mengubah sapaan, bukan isi halaman. Semua tamu satu undangan melihat kedua blok itu. Jadi acara yang hanya untuk keluarga tidak bisa disembunyikan dari sebagian tamu di undangan yang sama.
Template yang bisa dipakai
Belum ada template Swanvara yang dibangun khusus dari bahasa rupa Tionghoa. Dua template ini paling dekat dengan kebutuhan undangan formal yang rapi.
Imprint memakai gaya undangan cetak letterpress di atas kertas krem. Undangan dibuka sebagai amplop bertulisan "Undangan Pernikahan" lengkap dengan nama kalian, lalu muncul baris "Kepada Yth." dengan nama tamu. Acara ditulis seperti susunan acara di undangan kertas: nama acara bersambung titik-titik ke jamnya, lalu hari dan tanggal, tempat, dan alamat. Penutupnya segel lilin berinisial kalian. Susunan ini cocok untuk dua blok yang sudah jelas, upacara dan resepsi.
Lentera bercerita tentang lampion di langit malam: latar tosca gelap, teks krem, dan satu aksen koral. Satu catatan penting: lampion di sini suasana, bukan penanda Tionghoa, dan warnanya bukan palet yang biasa dikaitkan dengan pernikahan Tionghoa. Sebagian pasangan memilihnya justru karena hangat tanpa membawa lambang yang bobotnya belum tentu mereka inginkan. Kalau resepsi kalian malam hari, template ini pas. Kalau tidak, cek dulu preview-nya.
Keduanya tersedia di semua paket: Lite Rp 99.000, Pro Rp 199.000, atau Max Rp 349.000, dibayar sekali per undangan. Detailnya ada di halaman harga, dan template lain bisa dibandingkan di galeri template.
Langkah berikutnya di Swanvara
- Sepakati dulu dengan kedua keluarga acara mana yang dibuka untuk tamu, dan mana yang disampaikan lewat keluarga.
- Pilih template, misalnya Imprint atau Lentera.
- Isi form: nama kedua mempelai, blok upacara keagamaan, blok Resepsi, foto, dan kalimat pembuka.
- Lihat preview-nya di ponsel. Form bisa diisi dan dilihat dulu sebelum membayar; pembayaran adalah langkah terakhir sebelum undangan terbit.
- Setelah terbit, tambahkan tamu dan kirim link pribadi masing-masing lewat tombol "Kirim via WhatsApp". RSVP dan buku tamu hanya bisa diisi dari link pribadi itu.
Teapai, sangjit, dan jemput pengantin sudah dijalani keluarga jauh sebelum ada undangan di ponsel. Undangan cukup memastikan tamu datang ke tempat dan jam yang tepat, sisanya biarkan keluarga yang memandu.
Template
Template yang dibahas di artikel ini
Buka halamannya untuk melihat contoh lengkap dan detail desainnya.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
- Apa urutan pernikahan adat Tionghoa?
- Garis besarnya: lamaran dan sangjit, pasang ranjang menjelang hari H, lalu di hari H jemput pengantin, teapai, dan upacara keagamaan sebelum resepsi, dan sesudahnya kunjungan keluarga. Di sebagian keluarga ada pula sisir rambut (cio tao) pada malam sebelumnya atau dini hari. Urutannya berbeda antara keluarga Hokkien, Hakka, Tiochiu, Peranakan, dan Benteng, jadi pegangan yang paling aman adalah versi yang dipakai orang tua kalian.
- Apakah semua tahapan itu wajib dijalani?
- Tidak ada satu daftar yang berlaku untuk semua keluarga. Banyak keluarga memadatkan sebagian tahapan atau melewatkannya, misalnya menggabungkan lamaran dan sangjit, atau tidak menggelar sisir rambut. Yang menentukan adalah kesepakatan kedua keluarga bersama sesepuh yang memegang adatnya.
- Mana yang ditulis di undangan pernikahan Tionghoa?
- Biasanya dua saja: upacara keagamaan (pemberkatan gereja, upacara vihara, upacara Khonghucu, atau akad nikah, sesuai keluarga) dan resepsi. Lamaran, sangjit, pasang ranjang, teapai, dan kunjungan keluarga dihadiri lingkaran kecil, jadi kabarnya lazim disampaikan lewat jalur keluarga atau undangan terpisah.
- Apakah teapai dan sangjit masuk undangan utama?
- Umumnya tidak. Keduanya acara antarkeluarga dengan daftar hadir terbatas. Kalau kalian ingin mengabarkannya secara tertulis, buat undangan terpisah yang hanya dikirim ke lingkaran yang memang diminta hadir.
- Bisakah satu undangan digital memuat semua acara pernikahan Tionghoa?
- Satu undangan di Swanvara memuat tepat dua blok acara, jadi yang muat adalah upacara keagamaan dan resepsi. Semua tamu satu undangan melihat kedua blok itu, karena link pribadi hanya mengubah sapaan. Acara keluarga paling rapi disampaikan lewat jalur keluarga atau dibuatkan undangan terpisah.
Baca juga
Etiket
Arti Teapai di Pernikahan Tionghoa: Siapa Melayani Siapa, Urutan Sesepuh, dan Angpao
Arti teapai di pernikahan Tionghoa: siapa menyuguhkan teh ke siapa, urutan sesepuh, angpao, dan alasan acara keluarga ini jarang masuk undangan utama.
Etiket
Perbedaan Sangjit dan Lamaran: Arti dan Urutan Acaranya
Beda sangjit dan lamaran: sangjit upacara serah hadiah pertunangan Tionghoa, lamaran prosesi meminang. Lengkap tabel pembanding, urutan, dan cara menatanya di undangan.
Etiket
Urutan Adat Pernikahan Bugis: dari Mammanu'-manu' sampai Mapparola, dan Mana yang Masuk Undangan
Urutan adat pernikahan Bugis dari mammanu'-manu' sampai mapparola, siapa yang hadir di tiap tahap, bedanya antardaerah, dan mana yang masuk undangan digital.

