swanvara

Etiket

Balasan Seserahan dari Pihak Wanita: Angsul-Angsul, Balas Hantaran, Isi, dan Cara Menyiapkannya

Balasan seserahan dari pihak wanita: angsul-angsul adat Jawa dan balas hantaran Melayu, isinya, siapa yang menyiapkan, kapan diserahkan, dan cara mengemasnya.

Tim Swanvara
Daftar isi(11)

Balasan seserahan dari pihak wanita, dalam praktiknya, berupa bingkisan yang disiapkan keluarga wanita untuk dibawa pulang rombongan pihak pria setelah seserahan atau hantaran diterima. Banyak keluarga menyebutnya angsul-angsul (adat Jawa) atau balas hantaran (adat Melayu), dan tidak sedikit keluarga yang menjalankannya tanpa nama khusus.

Bayangkan acara sudah hampir selesai. Baki-baki dari pihak pria sudah diterima, makan bersama sudah berlalu, dan rombongan mulai berdiri untuk pamit. Seorang bibi dari pihak wanita muncul membawa kantong atau kotak yang sudah disiapkan sejak pagi, lalu menyerahkannya sambil berkata, "Ini sekadar oleh-oleh untuk keluarga di rumah." Rombongan tidak pulang dengan tangan kosong. Itulah balasan seserahan.

Artikel ini membahas apa saja yang lazim ada di dalamnya, siapa yang menyiapkan, kapan diserahkan, dan bagaimana mengemasnya. Semuanya gambaran kebiasaan yang umum. Keluarga kalian boleh berbeda, dan itu wajar.

Seperti apa balasan seserahan dari pihak wanita?

Prinsipnya sederhana: pihak yang menerima tidak ingin membiarkan tamunya pulang tanpa membawa sesuatu. Pemberian dibalas dengan pemberian, sebagai tanda kedua keluarga saling menghargai.

Skalanya jauh lebih kecil dan lebih cair dibanding seserahannya. Tidak ada tuntutan membalas dengan nilai yang sama, dan tidak ada aturan yang berlaku untuk semua orang. Yang dijaga adalah niatnya: ada yang dibawa pulang, dan ada pesan terima kasih di dalamnya.

Namanya berbeda-beda tergantung adat. Dua yang paling sering dicari adalah angsul-angsul dan balas hantaran, jadi keduanya dibahas di bawah.

Angsul-angsul dalam adat Jawa

Di keluarga Jawa, angsul-angsul sering dikenal sebagai balasan yang dibawa pulang rombongan setelah srah-srahan atau peningsetan. Di beberapa daerah orang menyebutnya balesan. Kata "angsul" sendiri berasal dari bahasa Jawa krama dan kurang lebih berarti kembali, jadi angsul-angsul dipahami sebagai balasan.

Isinya biasanya terdiri dari beberapa kelompok:

  • Jajan pasar atau kue. Aneka kue tradisional yang ditata dalam satu wadah. Banyak keluarga memilihnya karena mudah dibagi ke seisi rumah pihak pria.
  • Kain atau sarung. Kain batik, jarik, atau sarung, tergantung kebiasaan dan kemampuan keluarga.
  • Barang untuk calon mempelai pria. Misalnya kemeja, peci, atau perlengkapan pribadi lain.
  • Makanan matang atau hasil bumi. Sebagian keluarga menyertakan nasi kotak, buah, atau bahan makanan khas daerahnya.

Sebagian keluarga memberi makna simbolis pada jenis makanan atau kainnya, dan penjelasannya biasanya datang dari sesepuh keluarga. Karena maknanya bisa berbeda antardaerah, lebih aman menanyakannya langsung ke orang tua atau tetua daripada menyalin dari internet.

Waktunya lazim di hari yang sama dengan penyerahan seserahan, di akhir acara menjelang rombongan pulang.

Balas hantaran dalam adat Melayu

Di banyak keluarga Melayu, balasan itu disebut balas hantaran. Bentuknya lebih terlihat sebagai prosesi: pihak wanita menyiapkan talam atau dulang, ditata dan dihias seperti hantaran yang diterima, lalu diserahkan kepada rombongan pihak pria.

Soal jumlah, banyak keluarga menyamakan jumlah talam balasan dengan jumlah talam yang diterima. Sebagian menambah dua talam, misalnya tujuh dibalas sembilan, sebagai tanda kemurahan hati sekaligus menjaga jumlahnya tetap ganjil. Ada pula keluarga yang menyederhanakannya jadi beberapa wadah saja. Semuanya pernah dijalankan, jadi anggap ini kebiasaan, bukan aturan.

Isi balasannya yang sering disebut:

  • Kue tradisional dan buah. Biasanya ditata cantik di dalam talam.
  • Kain, sarung, atau songket. Pilihan yang umum untuk pihak pria, kadang disertai kain untuk orang tuanya.
  • Perlengkapan untuk calon mempelai pria. Misalnya baju Melayu atau baju koko, sepatu, jam tangan, atau parfum.
  • Pelengkap yang disepakati keluarga. Daftarnya mengikuti adat daerah dan kesepakatan tiap keluarga.

Balas hantaran umumnya diserahkan dalam acara yang sama dengan penyerahan hantaran, kadang setelah pihak wanita menyampaikan ucapan terima kasih secara lisan.

Bagaimana dengan adat Tionghoa?

Pada sangjit, arus balik pemberian sudah menjadi bagian inti acara, jadi pembahasannya ada di perbedaan sangjit dan lamaran.

Tabel: nama, isi, dan waktu penyerahan

Ringkasan ini gambaran yang paling umum, bukan patokan mutlak.

AdatNama balasanIsi yang lazimKapan diserahkan
JawaAngsul-angsul, di beberapa daerah balesanJajan pasar atau kue, kain atau jarik, barang untuk calon mempelai pria, kadang makanan matangAkhir acara, menjelang rombongan pulang
MelayuBalas hantaranKue dan buah di talam, kain, sarung atau songket, perlengkapan priaDi acara yang sama, jumlah talam sering disamakan dengan yang diterima
Keluarga lainSering tanpa nama khusus, disebut oleh-oleh atau bingkisanKue, makanan, kain, atau barang sederhana yang disepakatiSaat rombongan pamit, atau diantar beberapa hari kemudian

Satu hal yang berlaku di semua kolom: isinya ditentukan keluarga, dan tidak ada yang salah dengan pilihan yang lebih sederhana.

Siapa yang menyiapkan balasan seserahan?

Pada umumnya keluarga pihak wanita. Pembagian kerjanya biasanya seperti ini:

  1. Ibu atau tante memimpin. Mereka yang paling paham kebiasaan keluarga dan tahu toko atau pembuat kue yang bisa dipercaya.
  2. Calon mempelai wanita ikut memilih. Terutama barang untuk calon mempelai pria, supaya cocok ukuran dan seleranya.
  3. Kerabat perempuan membantu mengemas. Ini sering jadi acara kecil sehari sebelumnya.
  4. Satu orang memegang daftar. Cukup selembar catatan: apa saja isinya, siapa yang mengambil, dan siapa yang menyerahkan.

Kalau bagian ini masih samar, tanyakan dulu ke tetua keluarga sebelum membeli apa pun. Banyak keluarga sudah punya kebiasaan yang tidak tertulis, dan bertanya di awal mencegah salah beli.

Berapa kira-kira anggarannya?

Tidak ada angka baku, dan angka milik keluarga lain jarang cocok untuk keluarga kalian. Yang bisa dijadikan pegangan adalah cara menyusunnya.

  • Mulai dari yang diterima. Lihat dulu seserahan atau hantaran yang datang. Balasan tidak harus bernilai sama, tetapi isinya sebaiknya tetap terasa sepadan dan tulus.
  • Tentukan dulu jumlah wadah, baru isinya. Berapa kotak, talam, atau kantong, baru kemudian isi masing-masing.
  • Sisihkan ruang untuk barang pria. Barang pribadi biasanya yang paling mahal per item, jadi pilih satu atau dua yang berkesan.
  • Sisakan cadangan kecil. Kue habis atau wadah kurang di menit terakhir sering terjadi.
  • Sesuaikan dengan kemampuan keluarga. Balasan sederhana yang rapi lebih baik daripada balasan besar yang membuat siapa pun kewalahan.

Sebagian keluarga memasukkannya ke anggaran lamaran dan sebagian ke anggaran pernikahan. Yang penting dicatat di satu tempat supaya tidak terlupa.

Cara mengemasnya

Penampilan membantu, tetapi kepraktisan lebih penting, karena rombongan membawanya pulang naik mobil.

  • Pisahkan makanan dan barang. Kue dan buah di wadah tersendiri supaya tidak tercampur dengan kain.
  • Pakai wadah yang bisa dipakai ulang. Kotak kayu, keranjang, atau wadah makanan yang berguna di rumah penerimanya.
  • Beri tanda penerima. Selembar kartu kecil bertuliskan untuk siapa, misalnya untuk ayah, ibu, atau calon mempelai pria, mempermudah pembagian di rumah.
  • Siapkan satu kartu terima kasih. Dua baris dari orang tua pihak wanita sudah cukup.
  • Tentukan siapa yang membawa ke mobil. Sepupu atau adik biasanya senang mendapat tugas ini.

Kalau ingin menyertakan kartu tulisan tangan atau cetak pada balasan, panduan membuat labelnya ada di tulisan seserahan dan bingkai mahar.

Tidak ada balasan, apakah salah?

Tidak, meski di sebagian keluarga balasan dianggap bagian adat yang sebaiknya ada. Seperti halnya seserahan dan hantaran, balasan adalah kebiasaan, bukan kewajiban hukum atau agama. Sebagian keluarga cukup membalas dengan jamuan makan yang hangat dan ucapan terima kasih. Sebagian lain hanya menyerahkan kue sederhana.

Yang membantu adalah membicarakannya sebelum hari-H. Keluarga pihak pria yang tahu akan dapat balasan tidak akan canggung, dan keluarga pihak wanita yang tahu apa yang diharapkan tidak perlu menebak.

Menghitung rombongan supaya balasannya cukup

Masalah paling praktis balasan seserahan adalah jumlah bingkisannya. Kalau rombongan pihak pria ternyata lebih banyak dari perkiraan, bingkisan bisa kurang. Cara menghitung rombongan, termasuk saat angkanya belum pasti, dibahas di persiapan acara lamaran, jadi cek angka rombongan dari sana sebelum memesan kue atau wadah.

Langkah berikutnya di Swanvara

Setelah urusan balasan beres, undangan pernikahan kalian tinggal dirapikan. Di Swanvara kalian memilih template dari galeri template, mengisi satu form berisi nama, foto, acara, tanggal, dan tempat, lalu melihat preview-nya. Kalian bisa mengisi dan mengecek hasilnya lebih dulu. Pembayaran adalah langkah terakhir, sebelum undangan terbit, dengan paket mulai dari Rp 99rb. Detailnya ada di halaman harga.

Setelah terbit, tambahkan nama tamu, lalu kirim link pribadi lewat WhatsApp. Tamu mengonfirmasi hadir dari link pribadinya, dan jumlah yang datang kalian baca di dashboard. Satu konfirmasi memuat paling banyak 20 orang, jadi rombongan besar sebaiknya dipecah menjadi beberapa nama.

Balasan seserahan selesai di meja keluarga, dalam kantong yang dibawa pulang. Undangannya cukup memberi tahu tamu kapan dan di mana.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apa balasan seserahan dari pihak wanita?
Balasan seserahan adalah bingkisan yang disiapkan keluarga pihak wanita untuk dibawa pulang rombongan pihak pria setelah seserahan atau hantaran diterima. Dalam adat Jawa sering disebut angsul-angsul, di sebagian daerah balesan, dan di banyak keluarga Melayu balas hantaran. Tidak semua keluarga menjalankannya, dan bentuknya berbeda dari satu keluarga ke keluarga lain.
Apa isi angsul-angsul?
Isinya umumnya makanan dan barang yang berguna, misalnya jajan pasar atau kue, kain atau sarung, dan beberapa barang untuk calon mempelai pria atau keluarganya. Daftar pastinya disepakati keluarga, jadi tidak ada isi baku yang harus diikuti.
Apakah balas hantaran harus sama jumlahnya dengan hantaran yang diterima?
Dalam adat Melayu, jumlah talam balasan sering disamakan dengan jumlah talam yang diterima, dan sebagian keluarga menambahkan dua talam supaya jumlahnya tetap ganjil. Kebiasaan ini berbeda di tiap keluarga dan tidak wajib. Tanyakan lebih dulu ke tetua atau orang tua yang paham adat keluarga kalian.
Siapa yang menyiapkan balasan seserahan?
Biasanya keluarga pihak wanita, dipimpin ibu atau tante dan dibantu kerabat perempuan. Calon mempelai wanita ikut memilih isinya, tetapi urusan memesan, mengemas, dan menyerahkan lazim ditangani keluarga.
Kapan balasan seserahan diserahkan?
Umumnya di hari yang sama dengan seserahan atau hantaran, menjelang rombongan pihak pria pamit pulang. Sebagian keluarga menyerahkannya sesudah acara makan bersama, dan ada pula yang mengantarnya ke rumah pihak pria beberapa hari kemudian.

Baca juga