swanvara

Kata-kata

Kata-kata Undangan Pernikahan Bahasa Sunda Lemes dan Artinya

Contoh kata-kata undangan pernikahan bahasa Sunda lemes beserta artinya, bagian-bagiannya, dan satu baris Sunda yang pas disisipkan di undangan Indonesia.

Tim Swanvara
Kata-kata Undangan Pernikahan Bahasa Sunda Lemes dan Artinya

Kata-kata undangan pernikahan bahasa Sunda adalah teks undangan yang ditulis dalam basa lemes, tingkat tutur yang dipakai untuk orang yang dihormati. Susunannya sudah baku: salam, puji syukur, sapaan tamu, kabar pernikahannya, permohonan sumping dan pangéstu, permintaan maaf, lalu hatur nuhun dan salam penutup.

Di tulisan ini setiap kalimat Sunda selalu ditulis berpasangan dengan artinya. Bukan untuk kerapian, tapi supaya kamu bisa memeriksa sendiri apakah kalimatnya memang mengatakan yang kamu maksud. Menyalin teks lemes yang tidak kamu pahami adalah cara tercepat mengirim undangan yang keliru ke bibi dan emang di kampung.

Lemes, bukan loma

Bahasa Sunda punya undak usuk basa. Loma untuk teman sebaya, lemes untuk yang dihormati, dan kasar untuk marah. Undangan selalu mendarat di tangan orang tua, sesepuh, dan tetangga, jadi lemes bukan pilihan gaya, melainkan syarat sopan santun.

Tapi ada lapisan kedua yang lebih sering meleset, dan inilah kesalahan yang paling banyak lolos di template gratisan. Basa lemes punya dua sisi: kosakata untuk memuliakan orang lain, dan kosakata untuk merendahkan diri sendiri. Keduanya sama-sama lemes, tapi tidak boleh tertukar.

LomaLemes untuk tamuLemes untuk diri sendiriArtinya
datangsumpingdongkapdatang
méntamundutnedameminta
mérémaparinmasihanmemberi
dahartuangnedamakan

Bacanya begini. Tamu sumping, kamu dongkap. Menulis "sim kuring sumping" berarti kamu memuliakan diri sendiri, dan di telinga orang Sunda itu terdengar besar kepala, bukan sopan.

Hal yang sama berlaku untuk meminta. Kamu neda pangéstu, tidak pernah mundut pangéstu, karena mundut memuliakan pihak yang meminta. Kata "nyuhunkeun" juga aman untuk diri sendiri, tapi neda lebih pendek dan sama sopannya.

Sisanya gampang dikenali: tamu disapa Bapa, Ibu, Sadérék, kamu menyebut diri sim kuring atau abdi, dan kata sambungnya sareng bukan "jeung".

Soal tanda é. Tulisan Sunda membedakan é seperti pada "badé" dari e biasa seperti pada "sareng", dan bunyinya memang beda. Banyak undangan menulisnya polos tanpa tanda, dan itu masih terbaca. Yang penting konsisten: pilih satu cara, jangan setengah-setengah dalam satu undangan. Kalau kamu juga sedang menimbang versi Jawa untuk keluarga besar dari sisi satunya, kata-kata undangan pernikahan bahasa Jawa memakai logika bertingkat yang mirip dengan istilah berbeda.

Bagian-bagian undangan Sunda dan artinya

Kenali nama tiap blok, dan kamu bisa menyusun sendiri tanpa menyalin utuh dari siapa pun.

BagianBahasa SundaArtinya dalam bahasa Indonesia
Salam bubukaAssalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Versi netral: SampurasunSalam pembuka
Puji syukurPuji sinareng syukur urang sanggakeun ka Gusti Nu Maha SuciPuji dan syukur kita persembahkan kepada Tuhan Yang Maha Suci
Sapaan tamuBapa, Ibu, sareng Sadérék anu dipikahormatBapak, Ibu, dan Saudara yang kami hormati
WartosSim kuring seja ngawartosan, putri sim kuring badé ngalaksanakeun akad nikahKami hendak memberitahukan, putri kami akan melaksanakan akad nikah
Panyuhun sumpingSim kuring ngahaturanan Bapa/Ibu supados kersa sumping sareng maparin pangéstuKami mengundang Bapak/Ibu agar berkenan hadir dan memberikan doa restu
PanghapuntenBilih aya basa anu kirang merenah, sim kuring neda dihapuntenJika ada tutur kata yang kurang pantas, kami mohon dimaafkan
Hatur nuhunHatur nuhun kana kasumpingan sareng pangéstu ti Bapa/IbuTerima kasih atas kehadiran dan doa restu dari Bapak/Ibu
Anu ngondangSim kuring anu ngahaturananKami yang mengundang

Perhatikan blok panyuhun sumping. Di situlah inti undangan Sunda: yang diminta bukan cuma badan hadir, tapi pangéstu, doa restu. Keduanya disebut dalam satu tarikan napas, dan itu yang membedakannya dari sekadar "mohon kehadirannya".

Satu catatan soal "sim kuring". Arti harfiahnya "saya", tunggal. Tapi di undangan ia mewakili pihak yang mengundang, jadi terjemahan Indonesia yang wajar adalah "kami". Jangan memaksakan bentuk jamak yang terdengar janggal.

Satu baris Sunda di undangan Indonesia

Ini yang sebenarnya dicari kebanyakan pasangan, dan tidak apa-apa mengakuinya. Bukan undangan Sunda penuh, tapi satu baris Sunda di dalam undangan berbahasa Indonesia, sebagai tanda dari mana keluarga ini berasal.

Pilihan itu wajar dan makin sering diambil. Tamu tetap paham semua isinya, keluarga tetap merasa terwakili, dan risikonya jauh lebih kecil. Teks lemes penuh yang setengah diingat lebih buruk daripada satu baris yang benar.

Baris-baris ini aman berdiri sendiri:

Sebagai pembuka Puji sinareng syukur urang sanggakeun ka Gusti Nu Maha Suci. Puji dan syukur kita persembahkan kepada Tuhan Yang Maha Suci.

Sebagai sapaan Bapa, Ibu, sareng Sadérék anu dipikahormat. Bapak, Ibu, dan Saudara yang kami hormati.

Sebagai ajakan Sim kuring ngahaturanan Bapa/Ibu supados kersa sumping sareng maparin pangéstu. Kami mengundang Bapak/Ibu agar berkenan hadir dan memberikan doa restu.

Ajakan, versi pendek Neda pidu'a sareng pangéstu ti Bapa/Ibu. Kami memohon doa dan restu dari Bapak/Ibu.

Sebagai permintaan maaf Bilih aya basa anu kirang merenah, sim kuring neda dihapunten. Jika ada tutur kata yang kurang pantas, kami mohon dimaafkan.

Sebagai penutup Hatur nuhun kana kasumpingan sareng pangéstu ti Bapa/Ibu. Terima kasih atas kehadiran dan doa restu dari Bapak/Ibu.

Ambil satu, taruh di pembuka atau penutup, dan biarkan sisanya bahasa Indonesia. Kalau bagian Indonesianya belum kamu susun, kata-kata undangan pernikahan punya contoh yang bisa langsung dipakai.

Contoh utuh: versi islami

Teks Sunda, lalu artinya.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Puji sinareng syukur urang sanggakeun ka Allah SWT.

Bapa, Ibu, sareng Sadérék anu dipikahormat. Sim kuring seja ngawartosan, putri sim kuring:

Rahayu Nurhasanah

badé ngalaksanakeun akad nikah sareng Asep Ramdani, putra ti Bapa Suryana sareng Ibu Eulis.

Ku margi kitu, sim kuring ngahaturanan Bapa/Ibu supados kersa sumping sareng maparin pangéstu.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sim kuring anu ngahaturanan,
Bapa Endang sareng Ibu Wiwin

Artinya:

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Puji dan syukur kita persembahkan kepada Allah SWT.

Bapak, Ibu, dan Saudara yang kami hormati. Kami hendak memberitahukan, putri kami, Rahayu Nurhasanah, akan melaksanakan akad nikah dengan Asep Ramdani, putra dari Bapak Suryana dan Ibu Eulis.

Oleh karena itu, kami mengundang Bapak/Ibu agar berkenan hadir dan memberikan doa restu.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Kami yang mengundang,
Bapak Endang dan Ibu Wiwin

Undangan ini dikeluarkan orang tua mempelai putri, jadi yang disebut "putri sim kuring" hanya satu nama, dan pihak satunya diperkenalkan lewat nama orang tuanya. Kalau dua keluarga mengundang bersama, tulis kedua pasang nama di bagian anu ngondang. Doa penutup yang lazim menemani versi ini: Mugia janten kulawargi anu sakinah, mawaddah, warahmah, artinya semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.

Contoh utuh: versi netral

Dibuka dengan Sampurasun, tanpa salam agama.

Sampurasun.

Bapa, Ibu, sareng Sadérék anu dipikahormat.

Kalayan raos bagja, sim kuring seja ngawartosan, putra sim kuring badé ngalaksanakeun pernikahan. Sim kuring ngahaturanan Bapa/Ibu supados kersa sumping sareng maparin pangéstu.

Bilih aya basa anu kirang merenah, sim kuring neda dihapunten.

Hatur nuhun.

Artinya:

Sampurasun.

Bapak, Ibu, dan Saudara yang kami hormati.

Dengan perasaan bahagia, kami hendak memberitahukan, putra kami akan melaksanakan pernikahan. Kami mengundang Bapak/Ibu agar berkenan hadir dan memberikan doa restu.

Jika ada tutur kata yang kurang pantas, kami mohon dimaafkan.

Hatur nuhun.

Soal Sampurasun, tanyakan dulu ke keluarga. Ini salam khas Sunda yang jawabannya "Rampés", biasa dipakai MC dan acara adat. Sebagian keluarga menyukainya sebagai penanda budaya, sebagian lain memilih salam agama saja. Dua-duanya sikap yang punya alasan, dan bukan tempat kamu memutuskan sendiri lewat template dari internet.

Minta yang lebih sepuh membacanya dulu

Untuk teks Sunda utuh, ini bukan saran sopan, tapi langkah wajib. Sebelum undangan dikirim, minta orang tua, uwa, atau siapa pun di keluarga yang lemes-nya masih hidup untuk membacanya sekali.

Alasannya bukan cuma tata bahasa. Undak usuk dipakai paling ketat di wilayah Priangan seperti Bandung, Garut, dan Tasikmalaya. Di sebagian daerah Sunda lain, termasuk Banten dan pesisir utara, tuturan sehari-hari tidak setegas itu memisahkan lemes dan loma, jadi kalimat yang terdengar pas di satu keluarga bisa terasa kaku atau kurang di keluarga lain.

Yang juga ditentukan kesepakatan keluarga, bukan kamus: siapa yang mengundang, orang tua atau pasangan sendiri, penulisan gelar haji, urutan nama, dan nama acara adat kalau ada rangkaian sawér atau ngeuyeuk seureuh. Orang yang tepat menangkap semua itu dalam satu kali baca.

Kalau tidak ada yang bisa memeriksa, ambil jalan yang jujur: satu baris Sunda yang sudah kamu pahami artinya, sisanya bahasa Indonesia.

Menempatkannya di undangan digital

Kalimat lemes itu panjang. Ditumpuk rapat di layar ponsel, tamu berhenti membaca sebelum sampai ke hatur nuhun.

Di Swanvara kamu mengisi satu form: nama, tanggal, acara, lokasi beserta maps, foto, lalu memilih template. Kutipan pembuka aktif sejak paket Lite, jadi baris Sunda pilihanmu bisa berdiri sendiri di awal dengan ruang kosong di sekitarnya, bukan terjepit di tengah paragraf. Link per tamu bikin undangan menyapa tiap orang dengan namanya, dan untuk yang lebih sepuh, sapaan bernama terasa jauh lebih pantas daripada broadcast massal.

Nuansa Sunda tidak datang dari ornamen bertumpuk. Verdant membawanya lewat hijau yang tenang dan ruang yang lega, Lentera lewat cahaya hangat dan serif yang tertahan. Lagu latarnya kamu pilih dari katalog. Buka galeri template, dan untuk sisi visualnya, motif, warna, sampai penulisan gelar, ada inspirasi undangan pernikahan Sunda.

Satu baris lemes yang benar, ditulis dengan hormat dan diberi ruang, sudah cukup membuat uwa di kampung tersenyum saat membuka linknya.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apa contoh kata-kata undangan pernikahan bahasa Sunda?
Baris intinya adalah "Sim kuring ngahaturanan Bapa/Ibu supados kersa sumping sareng maparin pangéstu", artinya "Kami mengundang Bapak/Ibu agar berkenan hadir dan memberikan doa restu". Untuk penutup, formula standarnya "Hatur nuhun kana kasumpingan sareng pangéstu ti Bapa/Ibu", yang berarti "Terima kasih atas kehadiran dan doa restu dari Bapak/Ibu". Dua baris ini saja sudah cukup memberi nuansa Sunda pada undangan.
Undangan bahasa Sunda pakai basa lemes atau loma?
Lemes. Undangan dibaca orang tua, sesepuh, dan tetangga, jadi basa loma terdengar kurang ajar walau maksudnya akrab. Tandanya gampang: tamu disebut "Bapa/Ibu", kedatangannya disebut "sumping", dan kamu menyebut diri sendiri "sim kuring" atau "abdi", bukan "kuring".
Apakah undangan pernikahan harus full bahasa Sunda?
Tidak, dan sebagian besar keluarga Sunda sekarang memilih tidak. Satu baris Sunda yang benar di dalam undangan berbahasa Indonesia sudah menandai akar keluarga dengan jelas. Teks lemes penuh yang setengah diingat justru lebih berisiko terdengar keliru daripada satu baris yang tepat.
Apa arti pangéstu di undangan Sunda?
Pangéstu berarti doa restu, terutama restu dari yang lebih tua kepada yang lebih muda. Di undangan biasanya muncul sebagai "neda pangéstu" atau "maparin pangéstu", artinya memohon doa restu dan memberikan doa restu. Sering dipasangkan dengan "pidu'a", sehingga "pidu'a sareng pangéstu" berarti doa dan restu.

Baca juga

Siap membuat undangan kalian sendiri?

Pilih template, isi detail acara, dan bagikan tautannya ke tamu — semua bisa selesai dalam satu sore.