swanvara

Inspirasi

Inspirasi Undangan Pernikahan Batik: Memilih Motif dan Maknanya

Motif batik untuk undangan pernikahan: makna truntum, sidomukti, kawung, semen, dan parang, motif yang perlu ditanyakan ke keluarga, dan cara memakainya.

Tim Swanvara
Daftar isi(10)

Undangan pernikahan batik adalah undangan yang memakai motif batik sebagai ornamen, biasanya satu atau dua motif yang dipilih karena maknanya. Di undangan digital, yang dipindahkan ke layar adalah polanya, bukan kainnya, sehingga pilihan motif dan cara menempatkannya menjadi keputusan utama.

Batik adalah teknik menghias kain dengan lilin malam, dan UNESCO menetapkan batik Indonesia sebagai Warisan Budaya Takbenda pada 2 Oktober 2009. Banyak motif klasik membawa doa atau harapan tertentu, dan sebagian punya aturan pemakaian di keluarga yang masih memegang tradisi keraton. Tulisan ini membahas motif yang sering dikaitkan dengan pernikahan, motif yang sebaiknya ditanyakan dulu ke keluarga, dan cara memakainya supaya tetap enak dibaca di layar ponsel.

Satu catatan sebelum memilih motif

Makna motif batik diwariskan lewat keluarga, perajin, dan daerah, dan versinya tidak selalu sama. Yang kami tulis di bawah ini adalah makna yang paling umum disebut, bukan tafsir resmi yang berlaku di semua rumah. Kalau keluarga kalian punya kain warisan atau pegangan sendiri soal motif, ikuti itu. Orang tua dan tetua keluarga lebih berhak menentukannya daripada artikel mana pun, termasuk artikel ini.

Motif yang sering dikaitkan dengan pernikahan

MotifBentuknyaMakna yang umum disebutCatatan untuk undangan
TruntumTaburan bunga kecil seperti bintangCinta yang tumbuh kembaliSering dipakai orang tua pengantin, cocok sebagai aksen di bagian orang tua atau pembuka
SidomuktiBidang berulang berisi ornamen kecilHarapan hidup mulia dan sejahteraDi banyak keluarga Jawa dipakai pengantin
SidoasihMirip sidomukti, dengan isian berbedaHarapan hidup saling mengasihiPasangan yang ingin menekankan kasih sayang
SemenTumbuhan, sulur, dan tunasKehidupan yang terus bertunasCocok sebagai bingkai atau pemisah bagian
KawungEmpat bentuk lonjong mengelilingi satu titikKesucian dan harapanBentuknya teratur, mudah dibaca dalam ukuran kecil
CeplokPola geometris berulang dalam bidangKeselarasan dan keseimbanganCocok untuk pembatas yang rapi

Truntum, motif orang tua

Kata truntum sering dihubungkan dengan "tumaruntum", yang berarti tumbuh dan bersemi. Menurut kisah yang sering diceritakan, motif ini dibuat oleh seorang permaisuri di keraton Surakarta yang merasa dilupakan, lalu kasih sang raja tumbuh kembali setelah melihat kain yang ia buat. Ceritanya beredar dalam beberapa versi, tetapi maknanya tetap sama: cinta yang tidak padam.

Di banyak keluarga Jawa, truntum dipakai ayah dan ibu pengantin, misalnya saat upacara panggih. Karena itu, motif ini pas ditempatkan di dekat nama orang tua, bukan sebagai hiasan utama di bawah nama kalian.

Sidomukti dan keluarga motif "sido"

"Sido" dalam bahasa Jawa berarti jadi atau terlaksana. Motif dengan awalan ini dibaca sebagai doa yang ingin terwujud: sidomukti untuk hidup mulia, sidoasih untuk saling mengasihi, sidoluhur untuk keluhuran budi. Di banyak keluarga Jawa, motif sido dipakai pasangan pengantin, sehingga wajar kalau motif ini dipilih untuk menemani nama kalian di sampul.

Kawung, semen, dan ceplok sebagai aksen

Tiga motif ini sering dipakai sebagai aksen. Kawung berbentuk empat lonjong yang mengelilingi satu titik, dan sering dimaknai sebagai kesucian. Semen berasal dari kata "semi", tumbuhan yang bertunas, sehingga dimaknai sebagai kehidupan yang terus tumbuh. Ceplok adalah keluarga pola geometris yang berulang dengan rapi. Bentuk ketiganya tetap jelas walaupun diperkecil, jadi cocok untuk pembatas antarbagian atau bingkai foto.

Motif yang sebaiknya ditanyakan dulu

Beberapa motif punya riwayat atau tafsir yang membuatnya lebih aman dibicarakan dengan keluarga lebih dulu.

  • Parang. Bentuknya pita diagonal berisi lengkung seperti huruf S. Maknanya sering disebut sebagai semangat dan tekad yang tidak putus. Sebagian motif parang dulu termasuk batik larangan di lingkungan keraton, yang pemakaiannya dibatasi untuk raja dan kerabat tertentu. Ada juga keluarga yang punya tafsir sendiri soal parang di acara pernikahan. Di luar lingkungan itu parang dipakai luas, tetapi kalau keluarga kalian dekat dengan tradisi Yogyakarta atau Surakarta, tanyakan dulu.
  • Motif dari kain warisan keluarga. Selembar kain milik eyang bisa membawa makna yang hanya dipahami keluarga itu. Memotretnya untuk undangan adalah ide yang indah, asalkan pemiliknya setuju.
  • Motif yang terkait kedudukan tertentu. Beberapa motif keraton dan pesisir berhubungan dengan sejarah atau status tertentu. Kalau kalian menemukan motif yang menarik tetapi tidak tahu asal-usulnya, lebih baik memilih motif lain daripada menebak.

Pertimbangan yang sama untuk busana tamu dibahas di bolehkah pakai batik ke kondangan. Motif di halaman undangan dan motif di baju adalah dua urusan yang berbeda, tetapi keluarga yang memegang tradisi biasanya memperhatikan keduanya.

Batik keraton dan batik pesisir

Kalau kalian membayangkan batik berwarna cokelat sogan, krem, dan biru tua dengan motif geometris yang tenang, itu umumnya gaya batik keraton dari Yogyakarta dan Surakarta. Batik pesisir dari pantai utara Jawa dan daerah lain warnanya lebih berani dan motifnya lebih bebas, sering memperlihatkan pengaruh dari luar lewat pelabuhan.

Pilihan ini menentukan arah undangan kalian:

ArahWarna khasRasa di undanganBacaan lanjutan
Keraton (Yogyakarta, Surakarta)Sogan, krem, biru tuaTenang, khidmat, berlapisInspirasi undangan pernikahan Jawa
CirebonBiru bergradasi, merahMegamendung dan wadasan, ritmisInspirasi undangan pernikahan Cirebon
MaduraMerah, kuning, hijauBerani, kontras tinggiInspirasi undangan pernikahan Madura
BengkuluBeragam, dengan bentuk kaligrafiBesurek, dua lapis tulisanInspirasi undangan pernikahan Bengkulu

Batik ada di banyak daerah, dan masing-masing pantas dibahas sendiri. Tabel di atas hanya titik awal. Kalau keluarga kalian berasal dari daerah dengan batik khasnya sendiri, mulailah dari batik itu, bukan dari motif yang paling terkenal.

Cara memakai motif batik di layar ponsel

Kain batik dilihat dari jarak dekat dan dalam ukuran besar. Layar ponsel kecil dan dibaca sambil lalu. Beberapa pegangan supaya motifnya tetap indah:

  • Satu motif utama. Pilih satu yang maknanya paling dekat dengan kalian, lalu ulangi di beberapa titik. Tiga motif berbeda di satu layar membuat semuanya kehilangan makna.
  • Jadikan bingkai, bukan latar teks. Motif yang padat di belakang nama dan tanggal membuat huruf sulit dibaca. Letakkan motif di tepi, di atas judul, atau sebagai pemisah bagian.
  • Garis lebih ringan daripada bidang penuh. Motif yang digambar sebagai garis tipis tetap terbaca di layar kecil tanpa menenggelamkan teks.
  • Tulis maknanya sekali. Kalau ingin tamu tahu kenapa motif itu dipilih, cukup satu kalimat. Kalimat pembuka undangan dibatasi 300 karakter, jadi kalimat tentang motif harus singkat. Bagian Kutipan juga bisa dipakai untuk doa yang berkaitan dengan maknanya.
  • Batik di busana tamu. Kalau kalian ingin tamu ikut memakai batik, tuliskan di bagian Busana tamu, lengkap dengan warna yang diharapkan. Contoh penulisannya ada di dress code pernikahan.

Pesona: template batik di Swanvara

Di antara template Swanvara, yang dibangun dari batik adalah Pesona. Warnanya gading, cokelat tanah, dan emas, dengan huruf judul yang tipis. Motifnya digambar ulang sebagai garis sederhana, bukan salinan kain, lalu muncul perlahan, garis demi garis, saat tamu menggulir.

Yang tampil di Pesona:

  • Kawung di halaman pembuka, sebelum undangan dibuka.
  • Garis tipis dengan titik bercincin di bawah nama kalian, di halaman pembuka dan di sampul.
  • Kawung, ceplok, dan megamendung tampil besar sebagai jeda antarbagian, masing-masing dengan nama motif dan maknanya, misalnya "Kawung, lambang kesucian dan harapan".
  • Parang kecil di bagian tanggal, dan semen di penutup undangan.

Ada dua hal yang perlu kalian tahu sebelum memilihnya. Pertama, motif, warna, dan keterangan maknanya sudah tetap. Tidak ada pilihan untuk mengganti motif atau warnanya. Kedua, karena parang ikut tampil di bagian tanggal, keluarga yang memegang pantangan parang sebaiknya melihat pratinjaunya dulu bersama orang tua.

Pesona berangkat dari batik Jawa. Megamendung muncul sebagai salah satu motifnya, tetapi Pesona tidak dibuat khusus untuk Cirebon, Madura, atau daerah lain. Kalau batik keluarga kalian berasal dari daerah tersebut, pertimbangkan template dengan latar yang lebih polos, lalu biarkan foto kain kalian sendiri, di sampul atau di galeri, yang membawa motifnya. Semua pilihan ada di galeri template.

Menyiapkannya di Swanvara

Kalian mengisi satu form: nama dan foto kedua mempelai, foto sampul, kalimat pembuka, tanggal, lalu detail akad dan resepsi. Nama orang tua bisa ditulis di kolom keterangan singkat tiap mempelai. Template bisa diganti kapan saja tanpa mengulang isian, jadi kalian bisa membandingkan Pesona dengan template lain memakai isi yang sama.

Pembayaran dilakukan di langkah terakhir, setelah pratinjaunya kalian periksa: Rp 99.000 untuk Lite, Rp 199.000 untuk Pro, atau Rp 349.000 untuk Max, sekali per undangan. Rincian setiap paket ada di halaman harga.

Satu motif yang kalian pahami maknanya sudah cukup untuk membuat undangan itu menjadi milik keluarga kalian. Sisanya tinggal memberi ruang pada nama, tanggal, dan doa yang ingin kalian sampaikan.

Template

Template yang dibahas di artikel ini

Buka halamannya untuk melihat contoh lengkap dan detail desainnya.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Motif batik apa yang cocok untuk undangan pernikahan?
Motif yang paling sering dikaitkan dengan pernikahan adalah truntum, keluarga motif sido seperti sidomukti dan sidoasih, serta semen. Kawung dan ceplok juga lazim dipakai sebagai aksen karena bentuknya tenang dan teratur. Pilih satu motif yang maknanya kalian pahami, lalu tanyakan ke orang tua apakah keluarga punya pegangan sendiri soal motif itu.
Apakah motif parang boleh dipakai di undangan pernikahan?
Tidak ada aturan tunggal. Sebagian motif parang dulu termasuk batik larangan di lingkungan keraton, dan ada keluarga yang punya tafsir sendiri soal parang di acara pernikahan. Di luar keluarga yang dekat dengan tradisi keraton, parang dipakai luas. Kalau ragu, tanyakan ke orang tua lebih dulu, atau pilih motif lain seperti kawung atau semen.
Apa arti motif truntum di pernikahan?
Truntum biasanya dimaknai sebagai cinta yang tumbuh kembali dan terus bersemi. Di banyak keluarga Jawa, motif ini dipakai orang tua pengantin, misalnya saat upacara panggih, sebagai harapan agar kasih sayang menuntun keluarga baru. Kisah asal-usulnya diceritakan dalam beberapa versi.
Apakah ada template undangan digital bermotif batik di Swanvara?
Ada, namanya Pesona. Template ini menggambar motif kawung, parang, ceplok, megamendung, dan semen sebagai garis yang muncul perlahan saat tamu menggulir. Kawung, ceplok, dan megamendung tampil besar sebagai jeda antarbagian, lengkap dengan nama dan makna tradisionalnya. Motif, warna, dan tulisannya sudah tetap dan tidak bisa diganti.

Baca juga

Langkah berikutnyaTemplate PesonaLihat contoh lengkapnya dan detail desain template ini.